Home Galeri Wabah Pes dan Vaksinasi Jaman Kolonial

Wabah Pes dan Vaksinasi Jaman Kolonial

182
0

SEJARAHONE.ID – Sekitar tahun 1935 pemerintah Belanda melakukan vaksinasi terdahap ratusan penduduk Pulau Jawa. Vaksinasi ini adalah vaksinasi pes yang saat itu menjadi wabah yang merenggut 220.000 jiwa di Pulau Jawa sejak tahun 1910-an.

Pada zaman penjajahan Belanda,  wabah pes menyebar di Jawa. wabah terjadi pada 1911 hingga 1916.

Ketika wabah pes terjadi, Pemerintah Belanda memerintahkan untuk melakukan karatina. Peristiwa ini pernah dicatat oleh alumnus jurusan Sejarah Universitas Indonesia (UI), Syefri Luwis dalam skripsinya yang berjudul ‘Pemberantasan Penyakit Pes di Malang, 1911-1916 (Skripsi tahun 2008)’. Syefri menjelaskan, mulanya pes ini pernah merenggut nyawa dua orang di Deli, Pantai Timur Sumatera pada 1905. Namun, ketika itu belum menjadi wabah, karena yang meninggal baru dua orang.

Namun, pemerintah Hindia Belanda tak acuh dengan pengalaman pes ini. Pemerintah kolonial tetap mengimpor beras dari Yangon, Myanmar. Tak disangka, ternyata ada kutu tikus yang bersembunyi dalam beras-beras itu. Menurut penelitiannya itu, pes ini akhirnya mulai mewabah di Jawa, tepatnya di Malang sekitar 1911. Laporan sebenarnya 1910, dihitung dari impor beras dari Yangon itu. Kemudian  tercatat  mulai ada yang meninggal pada  1911.

Wabah yang disebabkan tikus ini membuat repot Hindia Belanda. Pemerintah kolonial kala itu sampai menggelontorkan uang untuk melakukan renovasi rumah penduduk dengan material yang tidak ramah pada tikus. Ada ratusan ribu rumah yang disubsidi renovasinya atau direnovasi ulang langsung oleh Pemerintah Kolonial.

Vaksinasi ini juga jadi unjuk kehandalan para dokter pribumi yang diturunkan dalam upaya vaksinasi. Kehadiran dokter pribumi ini membuat rakyat lebih percaya vaksinasi dibandingkan dengan dokter-dokter eropa.

Selain vaksinasi, pemerintah kolonial juga memberlakukan isolasi bagi penderita pes dan area yang terkena pes.

Penyebab penyakit pes adalah basil yang bernama Pasteurella pestis atau kadang juga dikenal dengan nama Yersinia pestis. Umumnya basil ini ada pada kutu atau ginjal dari tikus dan hewan pengerat lainnya.

Wabah pes ini bermula dari impor beras yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda. Pemerintah kolonial tetap mengimpor beras dari Yangon, Myanmar. Tak disangka, ternyata ada kutu tikus yang bersembunyi dalam beras-beras itu. Menurut penelitiannya itu, pes ini akhirnya mulai mewabah di Jawa, tepatnya di Malang sekitar 1911. Laporan sebenarnya 1910, dihitung dari impor beras dari Yangon itu. Tapi kalau yang tercatat ada yang meninggal itu 1911.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here