Home Opini Tolak Rencana Jokowi Jual Lahan di Kalimantan

Tolak Rencana Jokowi Jual Lahan di Kalimantan

146
0

Oleh. Hana Wulansari

Rencana penjualan lahan di Kalimantan oleh Jokowi di tengah kesedihan rakyat yang sedang menghadapi wabah corona adalah hal memprihatinkan. Alih-alih memikirkan jalan keluar untuk menuntaskan solusi wabah. Jokowi justru nekad dengan melanjutkan rencana pindah ibu kota. Bahkan sebuah media (www.reportaseindonesia.com) memuat statement Jokowi, “Kita Bisa Jual Separuh Dari Pulau Kaltim,”.

Jokowi mewacanakan penjualan lahan negara untuk membiayai pemindahan ibu kota yang mencapai Rp. 466 triliun. Lahan 180 ribu hektare (ha) yang diperuntukkan untuk ibu kota dinilai terlalu luas.

Jokowi mengatakan, lahan yang digunakan untuk ibu kota pada tahap awal sebesar 40 ribu ha sementara 110 ribu ha akan digunakan untuk pengembangan ibu kota dalam jangka panjang. Sisanya 30 ribu rencananya akan dijual. Namun, Presiden menyebut, penjualan lahan tersebut dikhususkan untuk pembeli individu, bukan perusahaan, termasuk pengembang properti. Dia yakin hasil penjualan tanah negara ini cukup untuk membiayai pemindahan ibu kota.

“Kita akan menjual kepada individu langsung, tidak ke pengembang, karena harganya (jadi) mahal. Misalnya saya jual Rp2 juta per meter, maka pemerintah akan mendapat Rp600 triliun. Apalagi kalau dijual Rp3 juta per meter. Kita sudah mendapat Rp900 triliun,” katanya di Istana Negara, Selasa (4/9/2019).  Jokowi  mengatakan, pemerintah tengah mengkaji harga pasti lahan tersebut. Selain itu, badan otoritas khusus juga akan dibentuk yang bertugas mengatur mekanisme penjualan tanah. Nantinya, syarat akan diperketat untuk pembeli tanah untuk mencegah spekulan. Jokowi yakin penjualan lahan negara ini bakal laku keras. Dia mengaku telah menyampaikan ide ini kepada pengusaha, termasuk BUMN.

Bercermin dari Sejarah

Sejarah Indonesia membuktikan bahwa Orde Lama rontok di akibatkan krisis ekonomi di tahun 60-an. Soekarno pun jatuh. Begitu juga Soeharto pada masa orde baru, akhir nya jatuh dipicu oleh krisis ekonomi pada tahun 1998. Kini ketika basis ekonomi rapuh ditambah dengan Korupsi dan Wabah Corona yang makin berat ditangani, maka “Political Infection” juga akan semakin menganga.

Dan, akankah Jokowi ditumbangkan dengan krisis ekonomi? Rencana pindah ibu kota yang membutuhkan biaya sangat besar tentu membuka potensi krisi ekonomi. Betapa tidak, negara kita telah berkali-kali mengalami defisit, dan inflasi pun semakin tinggi. Alih-alih merencanakan program untuk kestabilanm ekonomi, Jokowi justru hendak melakukan belanja anggaran dengan memindah ibu kota. Rencana Jokowi yang akan menjual lahan di Kalimantan adalah kesalahan besar. Bahkan Jokowi  yakin lahan yang akan dijual bisa habis terjual dalam tiga hari. Dia nekad tetap akan menjual lahan demi keinginan pindah ibu kota. Aturan baru bahkan sedang disiapkan. Jokowi  sudah menawarkan ide ini kepada BUMN, REI (Real Estate Indonesia) dan REI berminat.

Proyek pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur adalah proyek untuk mengukir legacy (warisan) Presiden Jokowi. Supaya disebut dialah presiden yang memindahkan ibu kota. Ketika ibu kota dipandahkan maka hanya konglomerat yang akan diuntungkan. Merekalah yang mendominasi proses pemindahan itu dari hulu sampai hilir.

Muncul pertanyaan, sebenarnya apakah benar ibu kota akan dipindahkan? Jawaban singkatnya : tidak. Kalau tidak, kenapa kedua tulisan terdahulu menggambarkan seolah ibu kota akan benar-benar pindah? Penjelasannya adalah bahwa pikiran linier tidak berlaku untuk Pak Jokowi. Artinya apa? Sederhana sekali. Di tangan Jokowi, yang disebut “tak jadi” bisa menjadi “jadi”. Sebaliknya, yang sudah disebut ‘jadi’ banyak juga yang menjadi “tak jadi”.Yang dijanjikan tak dilaksanakan, yang tak dijanjikan bisa muncul tiba-tiba. Esemka, kartu prakerja, stop impor, 10 juta lapangan kerja, besarkan Pertamina untuk kalahkan Petronas, tak hapus subsidi BBM, dlsb, adalah beberapa contoh tentang nir-konsistensi Jokowi.

Pemerintah Seperti “Broker”

Rencana pemerintah menjual lahan di sekitar ibu kota negara seluas 30.000 hektar untuk swasta mengundang beragam tanggapan. Sebagian pihak mendukung rencana ini, termasuk Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud. Tetapi, sebagian lain justru mengkritik. Para pengkritik menilai rencana tersebut menunjukkan ketidaksiapan pemerintah dari sisi pembiayaan.

Jokowi berencana menjual  30.000 Hektar Lahan di Ibu Kota Baru. Dosen Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Mulawarman di Samarinda Lutfi Wahyudi mengatakan, rencana penjualan tanah mengkonfirmasi seolah pemerintah tak siap dari sisi pembiayaan dan seakan jadi ” broker” tanah. Apalagi lahan ibu kota adalah aset negara. Wahyudi mengatakan, rencana penjualan lahan perlu diwaspadai. Wahyudi sebenarnya tidak sependapat, karena pemerintah seolah menjadi “broker” tanah,”.

Rencana penjualan tanah itu disampaikan Jokowi dalam skema pembiayaan ibu kota negara yang dipindahkan ke sebagian wilayah Kutai Kartanegara dan PPU di Kalimantan Timur. Jokowi menyebut salah satu cara dengan menjual 30.000 lahan di sekitar lokasi ibu kota di jual ke masyarakat khusus individu bukan koorporasi. Para pembeli diprioritaskan milenial. Jokowi mengasumsikan pendapatan negara bisa mencapai Rp 600 triliun jika dijual dengan kisaran harga Rp 2 juta per meter. Dana ini digunakan untuk menopang pembangunan ibu kota negara. Namun, pembelian tanah itu harus disertakan pembangunan minimal dua tahun setelah membeli.

Rakyat Harus Bersatu

Rakyat Indonesia harus bersatu untuk menghadapi kondisi terburut dari kebijaka-kebijakan pemimpin yang kerap ingkar janji. Karena mayoritas rakyat adalah muslim, maka bersatulah dalam Ukhuwwah Islamiyah, ingat bahwa Islam itu satu. Maka kita wajib bersatu dalam wujud : “PERSATUAN UMMAT ISLAM SELURUH DUNIA” (PUID), atau “WORLD MOSLEM ASSOCIATION” (WMA). .  Rasulullah SAW bersabda : “Allah Ta’ala telah menjamin bagi orang yang berperang fisabilillah (untuk menegakkan agama Allah) dengan firman-Nya, “Siapa yang pergi Jihad (berperang atau berjuang) hanya semata mata untuk menegakkan atau membela agama-Ku, dan karena iman dengan-Ku, serta percaya kepada Rasul-Ku, maka Aku akan menjamin bahwa Aku akan memasukkan nya ke Surga.” (HR. Imam Muslim 1834). Maka dalam barisan bersama rakyat mari terus maju menegakkan kebenaran

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here