Home Galeri Tangisan Soekarno Ketika Masa Revolusi

Tangisan Soekarno Ketika Masa Revolusi

13
0

Peristiwa 30 September merupakan kejadian paling kelam yang terjadi di Indonesia dan masih menyisakan luka hingga sekarang. Jenderal (AD) A Yani merupakan salah satu korban dari kebiadaban PKI. Soekarno jelas terkena pukulan telak ketika mengetahui bahwa Jenderal Ahmad Yani menjadi korban. Ia akhirnya menangis di depan makam Jenderal A Yani. Ini merupakan pertama kali Bung Karno menangis di depan publik begitu hebat.

Bung Karno merasa terpukul dan sedih. Pasalnya Soekarno menginginkan A. Yani untuk menggantikan perannya sebagai presiden jika kesehatannya terus memburuk. Bahkan Bung Karno sempat menyatakan pernyataan tersebut di depan Sarwo Edhie Wibobo, AH Nasution, Soebandrio, dan Chaerul Saleh.

Banyak yang mencurigai jika penculikan Jenderal A. Yani adalah konspirasi dan intervensi negara luar. Pasalnya Jenderal A. Yani merupakan orang yang sangat vokal mengkritisi dan menolak intervensi asing di Indonesia.

Tentu saja kehilangan sosok pengganti, membuat Bung Karno merasa terpukul. Apalagi kesehatannya semakin memburuk dan tidak ada orang yang bisa ia pegang perkataannya.

Selain itu, tercatat ada dua tangisan Bung Karno di depan publik yang tercatat dalam sejarah. Tangisan kedua Bung Karno ketika kekalahan Jepang dari tentara sekutu di Perang Dunia II membuat rakyat Indonesia girang. Begitu juga dengan Soekarno yang akhirnya memiliki kesempatan untuk memerdekakan bangsanya. Setelah merdeka, penentuan ideologi menjadi polemik tersendiri.

Dikisahkan di buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adam sehari sebelum sidang penentuan ideologi tersebut, Soekarno menangis. Pasalnya sebelum sidang BPUPKI, Soekarno kedatangan berbagai kelompok yang memberikan saran mengenai ideologi yang akan digunakan di Indonesia. Seperti ideologi negara Islam, hingga nasionalis, dan bahkan federal. Hal ini yang membuat dia bingung. Setelah merenung di Flores, “Putra Sang Fajar” akhirnya merilis ideologi yang bernama Pancasila.

Bung Karno bergetar ketika sidang BPUPKI dilakukan, ia terus menangis dan meratap. Dan pada pukul 9 pagi, sidang dibuka dan Bung Karno menyampaikan isi dari Pancasila yang menjadi ideologi Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here