Home Galeri Surat Kabar “Bataviasche Nouvelles” Koran Pertama di Indonesia

Surat Kabar “Bataviasche Nouvelles” Koran Pertama di Indonesia

238
0

SEJARAHONE – Surat kabar pertama yang terbit di Indonesia adalah Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnemente atau sering disingkat sebagai Bataviasche Nouvelles. Koran ini diterbitkan oleh VOC  di Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Koran berbahasa Belanda itu terbit pertama kali pada 7 Agustus 1744 di Batavia (sekarang Jakarta).

koran pertama

Bataviasche Nouvelles, Koran Pertama di Indonesia

Berarti koran ini terbit sekitar 136 tahun setelah terbitnya Avisa Relation oder Zeitung.

Merupakan lembaran berita Batavia yang digagas Gubernur Jenderal van Imhoff. Bataviase Nouvelles berhenti beredar sejak tahun 1746 atas perintah para direktur VOC yang cemas melihat pers berkembang di Hindia Belanda.

Terbit sebagai mingguan, surat kabar ini dapat lahir berkat izin pemerintah “liberal” van Imhoff, yang memberinya pula aktroi atau hak paten pada tanggal 9 Februari 1745. Meskipun izin permohonan surat kabar ini diajukan pada masa pemerintahan van Imhoff tanggal 7 Agustus 1744 dan baru diberikan pada bulan Februari 1745. Jangka waktu setahun telah menunjukkan bahwa sebenarnya Imhoff enggan memberikan izin.

Koran Tertua di Dunia, salah satunya Didirikan Oleh Pasangan Suami Istri

Koran Tertua di Dunia

Tetapi, De Heeren Zeventien, para direktur Vereenigde Oost Compagnie (VOC) atau Perserikatan Dagang Hindia Timur yang berjumlah 17 orang di Nederland, tidak menyukai surat kabar ini karena dianggap merugikan dan membahayakan. lsi mingguan ini terutama peraturan-peraturan penting serta berita kapal, pengangkatan dan pemberhentian pejabat VOC, di samping laporan kejadian di Pulau Jawa, Sumatera, Srilanka, Tanjung Harapan di ujung Benua Afrika, dan negeri-negeri lain tempat VOC melakukan usaha dagangnya. Pada tanggal 20 Juni 1746, izin terbit dicabut lagi oleh Imhorf.

Larangan terhadap Bataviasche Nouvelles agaknya diakibatkan oleh kekhawatiran VOC bahwa saingannya akan mendapat keuntungan dari berita yang dimuat surat kabar ini. Sikap demikian pemah ditunjukkan pada tahun 1712, 32 tahun sebelum lahir Bataviasche Nouvelles.

Pada waktu itu sudah ada usaha di Batavia untuk menerbitkan surat kabar yang bermaksud memuat kabar dalam negeri, berita kapal, dan semacam itu. Rencana itu gagal karena ditentang VOC. Meski usia Bataviaasche Nouvelles hanya mencapai 16 bulan dan terkubur selama kurang lebih 63 tahun 5 bulan, namun bisa bangkit lagi pada bulan November 1809. Pada pemunculan kedua, bentuknya lebih kecil dan hanya memuat adpertensi.

Orang Melayu dan Bumiputera menyebutnya dengan nama Surat Lelang, Belanda menyebutnya VenduNieuws. Baru pada tahun 17761809 dapat terbit lagi surat kabar berikutnya, Het VenduNieuwus (Berita Lelang), tetapi surat kabar ini tidak memuat “keterangan dalam negeri” dan disensor sangat ketat. Izin penerbitan diberikan kepada L. Dominicus, seorang juru cetak di Batavia, karena diperlukan publikasi tentang pelelangan yang diadakan VOC. Iklan lelang VOC dimuat secara gratis, sedangkan para pemasang iklan lainnya harus membayar.

Pada awal bulan Januari, Daendels memberlakukan peraturan khusus yang berisi 19 pasal untuk menarik pajak dan mewajibkan redaktur Bataviaasche Nouvelles untuk menempatkan kepentingan pemerintah dalam surat kabarnya. Di salah satu pasal, Daendels mengubah nama Bataviaasche Nouvelles menjadi Bataviaasche Koloniale Courant.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here