Home Galeri Sepenggal Kisah “Princess Juliana School” dari Yogyakarta

Sepenggal Kisah “Princess Juliana School” dari Yogyakarta

65
0

SEJARAHONE.ID –  Princess Juliana School adalah nama seorang perempuan keturunan bangsawan Belanda (princess Juliana). Hal ini memberikan bukti bahwa pada masa itu telah diaplikasikan pendidikan  berwawasan gender walaupun kenyataannya masa itu Indonesia dalam masa penjajahan.di Yogyakarta. Princess Juliana School (PJS) berdiri pada tahun 1919.

PJS saat ini telah berubah menjadi SMK Negeri 2 Yogyakarta. Sekolah ini salah satunya mengajarkan teknik pembangunan jalan kereta api dan irigasi. Sebuah sekolah untuk menciptakan ahli teknik demi menyokong penbangunan oleh Belanda di Jawa pada kala itu. Pasca merdeka sekolah ini berganti nama menjadi STM dan tercatat sebagai STM pertama di Republik. Kini sekolah ini masih ada dan menjadi SMK N 2 Yogyakarta.

SMK Negeri 2 Yogyakarta beralamat di jalan A.M. Sangaji 47 Yogyakarta, lebih dikenal dengan nama STM Jetis (STM 1 Yogyakarta). SMK Negeri 2 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah menengah tertua di Indonesia dan cukup punya nama  di dunia industri maupun pemerintahan.  Banyak lulusannya tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mampu memimpin  di bidang industri maupun pemerintahan.

 

Siswi-siswi Princes Juliana School

Siswi-siwi Princes Juliana School bersama Pengajar

SetelahMenjadiSekolahTeknik

Gedungnya SMK 2, yang  anggun dan berwibawa, dibangun pada tahun 1919. Pada masa penjajahan Belanda gedung ini dipakai sebagai sebagai gedung sekolah PJS (Princess Juliana School). pada tahun 1919 dengan nama Princess Juliana school (PJS), melihat dari namanya adalah nama seorang perempuan keturunan bangsawan Belanda (princess Juliana) memberikan bukti bahwa pada masa itu telah diaplikasikan pendidikan  berwawasan gender walaupun kenyataannya masa itu Indonesia dalam masa penjajahan.

Pada masa itu kaum perempuan dan laki laki sudah mendapatkan pendidikan yang sama rata walaupun belum bagi warga pribumi. Selanjutnya karena merupakan peninggalan sejarah, maka gedung ini oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata melalui Peraturan Menteri Nomor: PM.25/PW.007/MKP/2007 ditetapkan sebagai cagar budaya.

Sekolah Teknik Negeri yang pertama di Indonesia adalah  Sekolah Teknik Menengah di Yogyakarta. Ijazah pertama  Sekolah Teknik Menengah di Yogyakarta dikeluarkan tahun 1951. Kompetensi keahlian yang ada pada Sekolah ini adalah Teknik Civil, Teknik Listrik dan Teknik Mesin.  Walaupun sekolah Teknik di kompleks Jetis baru mengeluarkan ijazah pada tahun 1951, tetapi sebelum itu gedung kompleks Jetis ini sudah digunakan sebagai Sekolah Teknik pada jaman Belanda maupun Jepang.  Pada pertemuan alumni menjelang tahun baru 2010, ada seorang lulusan sekolah teknik di kompleks Jetis ini  yang menunjukkan ijazah berbahasa Jepang. Tugas terakhir dia sebagai kapten penerbang Angkatan Udara.

Di samping digunakan untuk Sekolah Teknik Menengah, Paska  Kemerdekaan  sampai decade 80-an, kompleks Jetis  juga dipergunakan sebagai  tempat kuliah Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada dan  Akademi Teknik Negeri Yogyakarta. Tuntutan  dan perkembangan teknologi, memerlukan fasilitas gedung maupun peralatan yang memadai, Maka pada tahun 1929, 1950 dan 1954 dilakukan  renovasi  dan penambahan ruangan sehingga luas bangunan  menjadi 16.000 m2 di atas tanah 5,5 Ha. Selain bangunan untuk ruang teori, banyak tersedia fasilitas lainnya antara lain ruang praktek (bengkel atau laboratorium), tempat ibadah, aula, lapangan sepak bola, lapangan tenis, lapangan volley ball, dan lapangan olah raga lainnya.

Pada tahun 1952 Sekolah Teknik Menengah di Yogyakarta dipecah menjadi dua sekolah, yaitu  STM  Negeri I (Kompetensi keahlian Bangunan dan Kimia), STM Negeri II (Kompetensi keahlian Listrik dan Mesin). Keduanya menempati kompleks Jetis, karena semakin banyaknya kebutuhan tenaga teknik menengah yang trampil dengan berbagai kompetensi, maka di kompleks Jetis ini didirikan beberapa STM dengan kompetensi keahlian baru. Dengan berdirinya sekolah-sekolah baru, maka pada dekade 70-an, pada kompleks Jetis terdapat beberapa sekolah dengan kompetensi keahlian yang bervariasi,  antara lain STM  Negeri I (Kompetensi keahlian Bangunan dan Kimia), STM Negeri II (Kompetensi keahlian Listrik dan Mesin), STM Chusus Instruktur (Kompetensi keahlian Bangunan, Listrik, Diesel dan Mesin), STM Geologi Pertambangan, STM Metalurgi,  STM Pertanian,  STM Percobaan I dan STM Percobaan II.

Pada tahun 1975, melalui Keputusan Mendikbud No. 019/O/1975, semua STM di kompleks Jetis digabung menjadi satu dengan nama STM Yogyakarta I. Terhitung mulai 11 April 1980 nama sekolah diubah menjadi STM I Yogyakarta, sesuai keputusan Mendikbud Nomor: 090/O/1979 tertanggal 26 Mei 1979

TULISKAN PENDAPAT KAMU?

Please enter your comment!
Please enter your name here