Home Galeri Sepenggal Kisah Kecurangan Pemilu di Liberia (1927)

Sepenggal Kisah Kecurangan Pemilu di Liberia (1927)

35
0
SEJARAHONE.ID – Peristiwa kecurangan pemilu kerap terjadi di beberapa negara. Bahkan dapat dikatan, kecurangan pemilu berpotensi terjadi di setiap negara, yang dilakukan oleh kubu yang berkuasa. Kecurangan pemilu dengan memalsukan surat suara dapat dilihat di negara-negara di mana demokrasi hanyalah sandiwara untuk mendapatkan legitimasi pemerintahannya di mata rakyatnya.
Kecurangan tersebut biasanya dilakukan secara halus untuk tidak menimbulkan kecurigaan tetapi terkadang penipuan ini dilakukan dalam skala yang bahkan mereka yang dibutakan oleh prestise negaranya mungkin mulai mengajukan beberapa pertanyaan. Begitulah situasi pada pemilihan presiden di Liberia tahun 1927.
Liberia dibangun sebagai koloni Amerika yang diselesaikan oleh American Colonization Society (ACS) pada tanggal 7 Januari 1822 silam. Liberia awalnya dibangun untuk budak Amerika yang dibebaskan karena dianggap memiliki kesempatan yang lebih baik untuk kebebasan di Afrika daripada Amerika. Liberia mendeklarasikan kemerdekaan mereka pada tahun 1847, meskipun tidak secara resmi diakui sebagai negara merdeka oleh Amerika Serikat sampai Konfederasi memisahkan diri dari AS.
Pemilu Liberia 1927, Pemilu Tercurang dalam Sejarah (1)
Kapal Amerika yang tiba di Liberia yang mengangkut mantan budak Amerika yang dibebaskan. | Wikimedia Commons
Sembilan tahun pasca Perang Besar, Liberia mengadakan pemilihan untuk menentukan siapa yang memimpin negara tersebut. Petahana, True Whig Party, diwakili oleh Charles B. King. Selain King, adapun Thomas J. Faulkner yang mewakili Partai Rakyat.
Pada pemilihan tahun 1927, diketahui hanya ada sekitar 15.000 pemilih yang terdaftar sebagai pemilih resmi. King menyadari bahwa dia tidak memiliki dukungan yang cukup untuk memenangkan pemilihan secara legal. Dengan melihat pemungutan suara terakhir, sedikitnya 9.000 orang memilih lawannya, Thomas Faulkner.
Pemilu Liberia 1927, Pemilu Tercurang dalam Sejarah (2)
Charles D. King. | Wikimedia Commons
Secara mengejutkan, setelah penghitungan selesai, King dan Partai True Whig-nya menerima total 243.000 suara, nilai yang lebih dari 15 kali lebih besar dari jumlah pemilih terdaftar di seluruh Liberia kala itu. Karena besarnya kecurangan dalam pemilihan tersebut, pemilihan di Liberia tahun 1927 menerima penghargaan dari Guinness Book of World Records karena menjadi pemilihan paling curang yang pernah dilaporkan dalam sejarah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here