Sepak Terjang Amin Rais, Inisiator Poros Tengah

    106
    0

    SEJARAHONE.ID- Sebutan Bapak Reformasi seringkali dilekatkan terhadap Amin Rais, sekalipun banyak menuai kontra. Dirinya juga berperan sebagai inisiatior Poros Tengah, sebuah barisan koalisi pihak ketiga yang mencakup dukungan partai-partai berasaskan Islam demi pencalonan K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melawan Megawati Soekarnoputri.

    Poros Tengah berhasil membawa Gus Dur menjadi presiden RI ke-4.

    Selama 5 tahun pula sejak tahun 1999 hingga 2004, Amien Rais menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR-RI). 


    Semasa meletusnya tragedi Reformasi 98, Amien Rais menjadi satu di antara pemimpin gerakan. Puncak manuvernya terjadi pada 14 Mei 1998 ketika Amien Rais membentuk Majelis Amanat Rakyat (MAR) guna menghimpun kekuatan politik melawan hegemoni kekuasaan Soeharto. Setelah lengsernya Soeharto, kiprah Amien Rais dan figur lainnya menjadi pembuka pintu era demokrasi kebebasan berpendapat di negeri ini.

    Istilah ‘Amien Rais Bapak Reformasi’ sering disematkan kepadanya, adapun Fahri Hamzah dan Prabowo Subianto mengiyakan, di sisi seberang, Sri Bintang Pamungkas dan Desmond Mahesa hingga beberapa aktivis yang mengaku turun ke jalan langsung kala itu menolak istilah “Bapak Reformasi” untuk sosok Amien Rais.

    Sikap ambivalen Amien Rais yang memiliki istri bernama Kusnasriyati Sri Rahayu ini tergurat bagaimana ketika era reformasi dulu ia sangat menginginkan seorang Prabowo Subianto di-Mahkamah Militer-kan, namun berbalik mesra menjelang pilpres 2009 dan 2014 dengan berdiri di pihak Prabowo Subianto.

    Amien Rais mengantarkan Gus Dur sebagai presiden RI ke-4 lewat inisiasi Koalisi Poros Tengah. Koalisi yang berisikan partai-partai Islam seperti Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra.

    Gus Dur sempat memimpin sebagai presiden selama 1 tahun 9 bulan, sejak 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001. Sebelum di-impeach akibat isu skandal Buloggate dan Bruneigate yang dibantah lewat pelurusan sejarah oleh Rizal Ramli, bagaimana pengadilan saat itu tak berhasil membuktikan Gus Dur terlibat skandal tersebut. Menguatnya aroma kongsi pemakzulan Gus Dur mengarah kepada nama Amien Rais dan Megawati, meskipun dibantah kedua pihak.

    Efek domino tragedi Reformasi 98 yang terdapat peran Amien Rais salah satunya, menghasilkan beberapa keputusan penting yang dicetuskan oleh ketiga presiden pengganti Soeharto. Yakni B.J Habibie, K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnoputri.

    Era B.J Habibie

    Undang-Undang No.9 Tahun 1998 tentang kebebasan berpendapat di muka umum. Sehingga menjamurnya partai peserta pemilu 1999 verifikasi kehadiran 41 parpol dari 141 parpol yang lahir saat itu.

    Menetapkan 12 ketetapan MPR dan terdapat 4 poin ketetapan yang mencerminkan jawaban tuntutan reformasi

    Era Gus Dur

    Memisahkan peran TNI dengan Polisi. Nama Irian Barat menjadi Papua. Penghapusan Departemen Penerangan dan Departemen Sosial. GUS DUR juga mengeluarkan Dekrit Presiden 23 Juli 2001:

    Gus Dus berupaya melakukan Pembubaran MPR/DPR.
    Mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dengan mempercepat pemilu dalam waktu 1 tahun dan melakukan pembekukan partai Golkar.

    Era Megawati

    Pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kesalahan besar Megawati adalah melakukan pivatisasi BUMN. Serta memberikan Otonomi Khusus Aceh dan Papua. Penundaan pembayaran hutang dan mengakhiri kerjasama dengan IMF.

    Pemilu 2004 dengan kehadiran 24 parpol. Setelah pemakzulan Gus Dur sebagai presiden, maka nama
    Megawati Soekarnoputri otomatis menjadi presiden. Pertanyaan publik akhirnya mengerucut kepada nama Amien Rais dan Megawati sebagai tokoh yang berperan dalam kejatuhan Gus Dur.

    Diucapkan langsung lewat Gus Dur sendiri dalam sebuah wawancara di Metro TV. Ketika ditanya apakah merasa marah dan dendam terhadap mereka, Gus Dur mengaku sudah melupakan. “Amien Rais dan Megawati,” ucap lugas Gus Dur, mantan presiden RI ke-4 ketika ditanya siapa orang yang paling bertanggung jawab atas kejatuhan dirinya sebagai presiden saat itu.
    “Saya gak marah, yang mestinya marah itu bangsa ini, mereka diem aja, saya gak mau ribut,”

    Fakta menarik Amien Rais

    Menyandang calon presiden termiskin. Amien Rais berstatus sebagai satu yang termiskin secara modal ketika maju menyalonkan diri sebagai capres bersama Siswono Yudohusodo pada pilpres 2004. Tercatat saat itu kekayaannya hanya sebesar Rp 867.955.230 dan uang tunai sebanyak US$ 13.700.

    Gus Dur menjadi presiden berkat ‘dengkul’ Amien Rais. Ucapan bernada guyonan namun mengandung makna tersembunyi ketika ditanya keterkaitan Amien Rais dengan jabatan Gus Dur bisa menjadi seorang presiden. “Saya heran, orang-orang nyalon presiden saja repot begitu, juga harus pake duit ratusan miliar,” ujar Gus Dur, yang tak lama melanjutkan ucapannya, “Saya dulu jadi presiden cuma modal dengkul, itu pun dengkulnya Amien Rais,”.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here