Home Galeri Sekilas Tentang Penemuan Alat Tulis Pensil

Sekilas Tentang Penemuan Alat Tulis Pensil

132
0

SEJARAHONE.ID – Pada era digital saat ini, kebutuhan alat tulis menulis mungkin hanya sekitar 30 hingga 40 persen dalam kehidupan, karena semua sistem telah menggunakan sistem kerja digitalisasi. Namun, beberapa tahun sebelum itu, alat tulis demikian penting dalam kehidupan kita. Pun dalam proses eksistensi era digital, peran alat tulis tak dapat dilepaskan.

Jual grip atau alat tulis jaman dulu di Lapak faisal | Bukalapak

Dapat dikatakan, hampir semua orang membutuhkan alat tulis dalam keseharian, seperti untuk menulis maupun menggambar. Penemuan alat tulisi menulis dimulai dari penemuan pensil. Pada awalnya, pensil primitif tercipta dengan bahan grafit murni. Dengan bahan utama tersebut, pensil akan meninggalkan bekas pada tangan dan membuat media tulis menjadi kotor. Selain itu, pensil dengan bahan grafit murni bersifat mudah patah ketika digunakan.

Penemu pensil adalah Nicolas Jacques Conte. Pria kelahiran 4 Agustus 1755 ini tinggal di Saint-Cénery, Normandy. Ia memiliki 5 saudara dan berasal dari keturunan petani yang telah mengelola lahan pertanian yang sama selama 2000 tahun lamanya. Penemu Pensil yakni Nicolas Jacques Conte disebut-sebut sebagai ilmuwan terhebat pada era abad ke 18. Ia menemukan pensil modern yang sudah memiliki kelebihan dibanding pensil primitif.

Penemuan Pensil: Nicolas Jacques Conte
Penemu Pensil Nicholas Jacques Conte
Nicholas Jacques Conte

Pensil primitif tercipta dengan bahan grafit murni. Dengan bahan utama tersebut, pensil akan meninggalkan bekas pada tangan dan membuat media tulis menjadi kotor.

Pensil dengan bahan grafit murni bersifat mudah patah ketika digunakan. Oleh karena itu, Nicolas Jacques Conte kemudian mencampurkan bubuk grafit murni dengan tanah liat sehingga pensil akan lebih awet dan tidak mudah patah. Setelah dicampurkan, ia membentuk campuran tersebut menjadi batangan berdiameter tipis. Ia pun memanggang campuran tersebut ke dalam tungku perapian.

Dengan percampuran granit dan tanah liat,  ia dapat menciptakan berbagai pensil dengan berbagai gradasi warna mulai dari abu-abu hingga hitam pekat. Pensil dengan warna lebih abu-abu, akan memiliki tingkat kekerasan yang lebih tinggi karena memiliki kandungan tanah liat yang lebih banyak.
pensil-modern-pertama-di-dunia

Pensil Buatan Nicholas Jacques Conte

Pensil dengan warna yang hitam pekat, akan memiliki tingkat kekerasan yang lebih rendah karena memiliki kandungan grafit yang lebih banyak. Percampuran dan teknik ini masih dipakai dan diterapkan hingga kini.

Nicolas Jacques Conte mendapatkan bahan grafit untuk membuat pensil dari pertambangan Borrowdale yang lokasinya berada di Inggris dan diketahui saat itu Prancis merupakan importir grafit dalam jumlah yang lumayan besar dari Inggris.

Akan tetapi, pada tahun 1794, Prancis mengalami krisis ekonomi sehingga tidak mampu mengimpor grafit dalam jumlah besar lagi. Maka dari itu, Conte mendapatkan ide untuk membuat pensil dengan bubuk grafit sehingga akan menghemat persediaan grafit dan tetap bisa memproduksi pensil.

Nicolas Jacques Conte menikah pada tahun 1776 dan belajar melukis dengan Jean Baptiste Greuze, salah satu pelukis hebat pada masa itu. Setelah itu, dengan dukungan Napolean Bonaparte, ia melakukan ekspedisi untuk mengembangkan sains ke Mesir.

Dianggap sebagai penemu pensil, Nicolas Jacques Conte memiliki peran penting dalam mengembangkan koin, bubuk, kincir angina, teleskop, angkutan padang pasir, oven, dan banyak instrument lainnya.

Nicholas Jacques Conte meninggal karena penyakit Aneurisma pada otaknya. Ia meninggal pada tanggal 5 Desember 1805 ketika sedang menanjak umur 50 tahun di Prancis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here