Home Khasanah Sekilas Tentang Masuknya Islam Ke Nusantara

Sekilas Tentang Masuknya Islam Ke Nusantara

113
0

Dalam buku “Api Sejarah” karya Ahmad Mansur Suryanegara diuraikan bahwa Islam masuk ke nusantara dengan cara damai dan diterima dengan tangan terbuka oleh rakyat Indonesia. Salah satunya dikarenakan Islam tidak mengenal stratifikasi sosial yang sebelumnya diterapkan oleh ajaran Hindu.

Islam mengajarkan bahwa semua manusia memiliki kedudukan yang sama.

Di samping itu Islam membawa ajaran kasih sayang dan gotong royong yang sangat selaras dengan masyarakat Indonesia.

Secara global,  gerak sejarah Islam berputar sangat menakjubkan. Meluas hingga ke batas cakrawala dunia. Islam meluas bukan gerakan dari istana ke istana. Melainkan dari pasar ke pasar. Para wirausahawan tidak hanya memasarkan komoditi barang dagangan, tetapi juga menjadikan pasar sebagai arena amal ajaran niaga Islam. Menumbangkan ajaran politeisme dan digantikan dengan ajaran tauhid. Dampaknya, aturan jahiliyah pun roboh, tidak mampu bertahan.

Teori tentang masuknya Islam ke nusantara ada dua teori. Pertama, bahwa Islam masuk ke nusantara melalui utusan dakwah sejak Khalifah Ustman bin Affan. Utusan dakwah ini masuk nusantara melalui Aceh, oleh karena itu Aceh disebut sebagai Serambi Mekkah, karena Islam masuk ke nusantara awalnya melalui Aceh.

Teori kedua, yakni masuknya Islam melalui pasar. Pasar tidak hanya sebagai tempat jual beli barang, tetapi juga sebagai pertukaran bahasa, ekonomi, politik, ideologi, sosial, budaya, ketahanan dan pertahanan. Bahkan konversi agama pun berlangsung karena pengaruh pasar. Rosulullah awalnya adalah wirausahan yang kemudian menerima wahyu pada umur 25 tahun dan mengemban tugas dakwah. Dalam perkembangannya Rosul dan para pengikutnya menjadikan pasar sebagai medan niaga dan dakwah. Dari pasar dibangun masjid. Dari masjid dibina generasi muda melalui lembaga pendidikan, di Indonesia disebut pesantren. Kelanjutannya dari komunitas Islam, melahirkan kekuasaan politik Islam atau kesultanan.

Istilah pasar berasal dari Timur Tengah, dari kata bazaar. Sebelumnya, di nusantara Indonesia tidak dikenal istilah tersebut. Karena pengaruh Islam dan kontak niaga dengan Timur Tengah maka mulailah masuk istilah tersebut. Akibatnya, dikenal pula nama-nama pasar dengan hari-hari Islam, yakni Pasar Senin, Pasar Rabu, Pasar Kamis dan Pasar Jumat.

Melalui pasar, berkembanglah pula Bahasa Melayu pasar sebagai bahasa komunikasi niaga dalam pasar. Demikian pula huruf Arab Melayu dikenal sebagai huruf yang digunakan di Nusantara Indonesia. Pada saat bersamaan Islam dari Timur Tengah berpengaruh besar terhadap perubahan budaya dan peradaban di dunia. Islam menguasai dunia selama hampir 1300 tahun, yakni pada abad ke-6 Masehi hingga abad ke-19 M, dengan berakhirnya Khilafah Utsmani di Turki pada 1924 masehi. Selain melaui media pasar, Islam mendunia dengan jalur kemaritiman. Melalui jalur kemaritiman, yakni jalur laut niaga, pulau-pulau Nusantara dapat terhubung dengan Timur Tengah, India dan China, terhubung melalui lautan dan Samudra.

Ajaran Islam Merakyat,  tidak mengenal adanya stratifikasi sosial. Ini menjadikan Islam dapat diterima oleh seluruh rakyat serta mudah melebir dengan tradisi rakyat yang sudah ada. Nilai-nilai yang diajarkan Islam dalam berdagang, bergaul serta berhubungan dengan masyarakat sangat relevan dengan tradisi Indonesia. Islam mengajarkan untuk saling tolong menolong yang sesuai dengan budaya gotong royong. Islam mengajarkan kasih sayang yang menjadikan rakyat nusantara saling menolong dan saling menyayangi./hana

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here