Home Khasanah Awal Mula Sejarah Taliban Hingga Berkuasa di Afganistan

Awal Mula Sejarah Taliban Hingga Berkuasa di Afganistan

101
0

SEJARAHONE.ID – Taliban adalah sebuah gerakan yang mulai menunjukkan eksistensinya di sekitaran tahun 1990-an di beberapa pesantren yang memang beraliran Sunni. Awalnya,  Taliban didominasi oleh etnis Pashtun yang berada di Afghanistan Selatan.

Sebelum pembentukan kelompok bersenjata pada awal 1990-an, banyak pemimpin Taliban bertempur bersama kelompok Mujahidin Afghanistan melawan pendudukan Soviet pada 1980-an.

Sebagai bagian dari kebijakannya melawan musuh Perang Dinging, Mujahidin menerima senjata dan uang dari Amerika Serikat. Pada saat itu, Soviet mendukung para pemimpin komunis yang melakukan kudeta terhadap presiden pertama Afghanistan Mohammad Daoud Khan pada tahun 1978.

Mullah Mohammed Omar pendiri kelompok Taliban, bersama Mullah Abdul Ghani Baradar.

 

Tepat di tahun 1989, Soviet mundur. Tetapi itu segera menimbulkan kekacauan, pada tahun 1992, terjadi perang saudara besar-besaran dengan komandan Mujahidin yang berjuang untuk kekuasaan dan membagi ibu kota Kabul.

Pada awal tahun 1990-an, kelompok Taliban muncul sebagai pemain penting, banyak anggotanya pernah belajar di sekolah agama konservatif di Afghanistan dan di seberang perbatasan di Pakistan. Mereka mendapatkan keuntungan militer dengan cepat dan berhasil mengendalikan Kandahar, kota terbesar setelah Kabul.

Mereka pun berjanji kalau kota-kota itu tetap aman. Keberadaan Taliban jadi mendapat sambutan rakyat Afganistan.

Taliban merebut ibu kota pada tahun 1996 dan melengseran presiden komunis terakhir di negara, Najibullah Ahmadzai.

Aljazeera menuliskan, ini menyatakan Afghanistan sebagai emirat Islam dan mulai melaksanakan interpretasi hukum Islam. Tetapi itu hanya diakui tiga negara, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Pakistan. Kehadiran Taliban mendapat sambutan ketika mereka pertama kali muncul. Popularitas awal ini disebabkan keberhasilan mereka dalam memberantas korupsi, membatasi pelanggaran hukum dan membuat jalan-jalan serta daerah-daerah di bawah kendali mereka aman untuk perdagangan berkembang.

Kendati demikian, Taliban tidak pernah melonggarkan pembatasan yang awalnya diberlakukan, mereka berdalih kalau itu untuk memastikan kalau kejahatan perang saudara tidak terulang lagi.

Pembatasan itu juga melarang perempuan mendapatkan pendidikan dan pekerjaan, kecuali dokter perempuan. Di sisi lain, Taliban juga memperkenalkan hukuman sesuai dengan interpretasi ketat mereka terhadap hukum Syariah, seperti eksekusi publik terhadap pembunuh dan pezina yang dihukum, dan amputasi bagi mereka yang terbukti bersalah melakukan pencurian.

Selain itu, laki-laki diharuskan menumbuhkan janggut dan perempuan harus mengenakan burka yang menutupi seluruh tubuh. Taliban juga melarang televisi, musik dan bioskop, dan tidak menyetujui anak perempuan berusia 10 tahun ke atas pergi ke sekolah. Atas tindakan itu, mereka dituduh melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia dan budaya.

Sejarah Taliban: Digulingkan Amerika Hingga Negosiasi Perdamaian Afganistan - Dunia Tempo.co

Invasi Amerika

Pada tahun 1999, PBB memberikan sanksi terhadap Taliban atas hubungannya dengan al-Alqaeda, yang dipersalahkan atas serangan 9/11 di AS.

Dari sana, Amerika Serikat mulai menginvasi Afghanistan pada 7 Oktober 2001 setelah Taliban menolak menyerahkan pemimpin al-Qaeda, Osama bin Laden, yang bersembunyi di Afghanistan. Bin Laden dianggap sebagai dalang di balik serangan paling mematikan di tanah AS.

Menjelang invasi AS, Taliban meminta pemerintahan Presiden AS George W Bush untuk membuktikan kalau bin Laden berperan dalam serangan 9/11.

Mereka juga bernegosiasi dengan Washington, tetapi Bush menolak seluruh permintaan itu. Dalam beberapa bulan setelah AS dan sekutunya berkampanye atas pengeboman, Taliban digulingkan. Pemerintah sementara pun dibentuk pada Desember 2001 dan dipimpin oleh Hamid Karzai.

Berkuasa Setelah 20 Tahun Invasi AS

Setelah dua puluh tahun dilengserkan pada 2001, Taliban kembali menguasai Afghanistan dan memasuki istana presiden pada Minggu, 15 Agustus 2021 lalu. Kejadian itu juga membuat Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri ke luar negeri.

Dikutip dari berbagai sumber, Taliban mencapai puncak kejayaannya sepanjang tahun 1996 hingga 2001 dengan menguasai hampir 90 % kota di Afghanistan.

Tidak hanya Kabul, Taliban juga berhasil menjangkau kota-kota lain yang berjarak puluhan kilometer dari Kabul dan membentuk sebuah komite atau departemen. Meskipun kinerja komite itu dinilai amat buruk, namun pembentukan awalnya memang difokuskan untuk kegiatan diplomasi internasional dan memberikan rasa nyaman serta keadilan bagi Taliban itu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here