Home Ekonomi Sejarah Sepeda dari Masa ke Masa

Sejarah Sepeda dari Masa ke Masa

93
0

SEJARAHONE.ID – Perkembangan sepeda terus berevolusi dari masa ke masa. Kini sepeda mempunyai beragam nama dan model. Pengelompokan biasanya berdasarkan fungsi dan ukurannya.

Sepeda onthel atau sepeda angkut, adalah sepeda tipe roadster berdesain klasik yang dibuat dari besi kuat dan telah digunakan sejak puluhan tahun.

Saat ini sepeda onthel sudah jarang ditemukan karena jumlahnya sangat sedikit dan terkesan kuno bagi masyarakat saat ini. Kebanyakan hanya orang tua dan pedagang asongan saja yang menggunakan sepeda onthel. Becak sendiri merupakan hasil modifikasi dari sepeda onthel dimana bagian depan dibuat tempat khusus untuk penumpang.

Pesepeda Ontel di India pada tahun 2007

  • Sepeda gunung (mountain bike, disingkat MTB), digunakan untuk lintasan off-road dengan rangka yang kuat, memiliki suspensi, dan kombinasi kecepatan sampai 27 km/jam serta alur ban yang tebal, kasar, dan dirancang khusus untuk medan terjal dan berbukit. Sepeda gunung biasa digunakan untuk downhill atau balapan menuruni lereng baik di gunung maupun gang-gang sempit perkotaan.
  • Sepeda jalan raya, digunakan untuk balap jalan raya, bobot keseluruhan yang ringan, ban halus untuk mengurangi gesekan dengan jalan, kombinasi kecepatan sampai 27 km/jam.
  • Sepeda BMX, merupakan kependekan dari bicycle moto-cross dengan model rangka yang sedang dan tempat duduk yang tidak terlalu rendah. Sepeda ini banyak digunakan untuk atraksi dan kontes. Terkadang sepeda BMX juga dipasang dua bilah tongkat besiberukuran pendek di bagian depan dan belakang sebagai boncengan.
  • Sepeda kota (citybike) adalah sepeda yang biasa dipakai di perkotaan dengan kondisi jalan yang baik. Sepeda jenis sangat menekankan aspek funsional. Biasanya memiliki sebuah boncengan dan keranjang.

Sepeda jenis citybike dengan boncengan dan keranjang

  • Sepeda Lowrider adalah jenis sepeda yang bentuknya terinspirasi dari mobil Lowrider. Ciri khas dari sepeda Lowrider yaitu sistem hidraulis yang unik yang dapat dinaik-turunkan, handler yang tinggi, tempat duduk serendah mungkin, serta ban serep di bagian belakang. Sepeda jenis ini biasanya digunakan untuk kontes maupun pameran.
  • Sepeda mini, termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda anak-anak, baik beroda dua maupun beroda tiga.
  • Sepeda lipat, merupakan jenis sepeda yang rangkanya bisa dilipat dalam hitungan detik sehingga dapat dibawa ke mana-mana dengan mudah.
  • Sepeda listrik, adalah sepeda yang menggunakan daya listrik di dalamnya dan terdapat baterai yang dapat diisi ulang. Jika baterai habis maka pedal dapat digunakan agar sepeda tetap dapat berjalan. Sepeda jenis ini kebanyakan digunakan oleh orang tua dan difabel. Sepeda ini digunakan sebagai pengganti sepeda motor jika jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh.
  • Sepeda balap, adalah sepeda yang model handlernya setengah lingkaran serta roda yang tipis dan besar. Digunakan untuk balapan, posisi tubuh dalam menggunakan sepeda balap yaitu membungkuk dikarenakan handler yang rendah serta letak tempat duduk yang tinggi dan cukup jauh dari handler.
  • Sepeda gandeng, adalah bentuk sepeda (kadang-kadang roda tiga) yang dirancang untuk dikendarai oleh lebih dari satu orang.
  • Sepeda tangan ,adalah jenis sepeda bertenaga manusia yang ditenagai oleh lengan, bukan kaki.
  • Sepeda Fixie, adalah sepeda yang mirip dengan sepeda gunung hanya saja tidak memiliki rem, roda yang sangat tipis dan besar, serta handler yang melengkung atau lurus. Sepeda ini hanya dapat dihentikan dengan mengarahkan pedal ke arah sebaliknya.
  • Sepeda Motor, bertenaga mesin dengan mengunakan bahan bakar berjenis bensin sebagai sumber daya utamanya. Dengan semakin berkembangnya teknlogi pada industri kendaraan roda dua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here