Home Ekonomi Sejarah Sarinah, Mall Tertua di Indonesia

Sejarah Sarinah, Mall Tertua di Indonesia

62
0

SEJARAHONE.ID – Sarinah adalah pusat perbelanjaan setinggi 74 meter dan 15 lantai yang terletak di Menteng, Jakarta. Gedung ini mulai dibangun pada tahun 1963 dan diresmikan pada tahun 1967 oleh Soekarno. Sarinah adalah pusat perbelanjaan pertama di Indonesia dan juga pencakar langit pertama di Jakarta. Nama Sarinah berasal dari nama pengasuh Soekarno pada masa kecil dan pertama digagas oleh Soekarno, menyusul lawatannya ke sejumlah negara yang sudah lebih dulu memiliki pusat belanja modern. Hal ini juga dimaksudkan Soekarno untuk membuat pusat perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhan rakyat mendapatkan barang-barang murah tetapi dengan mutu yang bagus.

Menyandang status sebagai pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, Sarinah sempat berjaya di tahun-tahun awal berdirinya. Gedung Sarinah dibangun sebagai etalase produk dalam negeri sekaligus tempat berbelanja kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau. Gedung tersebut selesai dibangun dan diresmikan pada 15 Agustus 1966. Sarinah dikelola oleh PT Department Store Indonesia yang kini berganti nama menjadi PT Sarinah (Persero). BUMN ini bergerak di sektor perdagangan, penyewaan ruang, hingga money changer.

Gedung Sarinah memiliki tinggi 74 meter yang terdiri dari 15 lantai, menjadikannya sebagai bangunan pencakar langit pertama di Indonesia. Sebagai pusat perbelanjaan modern pertama, membuat Sarinah saat itu langsung jadi ikon berbelanja di Jakarta. Baca juga: Erick Thohir: Sarinah Proyek Pak Soekarno yang Luar Biasa. Pengunjungnya sangat banyak saat baru diresmikan, mengingat antusiame masyarakat pada pusat perbelanjaan modern yang saat itu masih sangat asing di Indonesia.

Namun saat ini, seolah menua oleh zaman dan semakin banyaknya mal-mal yang mengepung Jakarta, pusat perbelanjaan di dalam Gedung Sarinah relatif sepi dari pengunjung meski berada di lokasi yang sangat strategis. Tak banyak pengunjung yang hilir mudik di pusat berbelanjannya. Ramainya pengunjung lebih sering terlihat di lantai yang ditempati tenant-tenant seperti restoran dan restoran cepat saji hingga tempat karaoke. Bahkan di lantai 3 dan 4 yang jadi etalase produk-produk UKM, sepinya pengunjung sangat terasa.

Mal tertua di Indonesia dibangun sebagai salah satu proyek mercusuar Presiden Soekarno saat itu selain pembangunan Monas, GBK, Hotel Indonesia, dan bangunan-bangunan megah lain selama rezim Orde Lama. Gedung tersebut selesai dibangun dan diresmikan pada 15 Agustus 1966.  Baca juga: Sejarah Gedung Sarinah, Dibangun Soekarno dari Pampasan Perang Jepang Proyek-proyek besar di era Bung Karno banyak dibiayai dana dari pinjaman Uni Soviet dan dana pampasan perang Jepang sebagai konsekuensi atas penjajahan di Indonesia setelah kalah di Perang Dunia II dari Sekutu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here