Home Ekonomi Sejarah Pusat Grosir Tekstil Terbesar di Asia Tenggara

Sejarah Pusat Grosir Tekstil Terbesar di Asia Tenggara

43
0
Pasar Tanah Abang Tahun 1900

SejarahOne.id- Tahukah Anda, Pasar Tanah Abang adalah pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara. Pembeli yang datang ke Pasar Tanah Abang dari penjuru pelosok negeri hingga mancanegara semisal Malaysia, Thailand dan Singgapur. Dari mulai berdiri hingga kini, Pasar Tanah Abang telah mengalami banyak perubahan bangunan dan des

Pasar Tanah Abang  dulunya disebut Pasar Sabtu dibangun oleh Yustinus Vinck pada 30 Agustus 1735. Artinya hingga tahun 2020, pasar tersebut telah berumur 285 tahun. Yustiunus mendirikan Pasar Tanah Abang Pasar atas izin dari Gubernur Jenderal Abraham Patramini.

Izin yang diberikan saat itu untuk Pasar Tanah Abang adalah untuk berjualan tekstil serta barang kelontong dan hanya buka setiap hari Sabtu. Oleh karena itu, pasar ini disebut Pasar Sabtu. Pasar ini mampu menyaingi Pasar Senen yang dibangun (Welter Vreden) yang sudah lebih dulu maju.

Pada tahun 1740 terjadi Peristiwa Chineezenmoord,  pembantaian orang-orang China oleh Belanda, perusakan harta benda, termasuk Pasar Tanah Abang diporakporandakan dan dibakar. Pada tahun 1881, Pasar Tanah Abang kembali dibangun dan yang tadinya dibuka pada hari Sabtu, ditambah hari Rabu, sehingga Pasar Tanah Abang dibuka 2 kali seminggu.

Bangunan Pasar pada mulanya sangat sederhana ,terdiri dari dinding bambu dan papan serta atap rumbia dari 229 papan dan 139 petak bambu. Pasar Tanah Abang terus mengalami perbaikan hingga akhir abad ke-19 dan bagian lantainya mulai dikeraskan dengan pondasi adukan.

Pada tahun 1913. Pasar Tanah Abang kembali diperbaiki. Pada tahun 1926 pemerintah Batavia membongkar Pasar Tanah Abang dan diganti bangunan permanen berupa tiga los panjang dari tembok dan papan serta beratap genteng, dengan kantor pasarnya berada di atas bangunan pasar mirip kandang burung.

 

Pelataran parkir di depan pasar menjadi tempat parkir kuda-kuda penarik delman dan gerobak. Di situ tersedia kobakan air yang cukup besar, dan di seberang jalan ada toko yang khusus menjual dedak makanan kuda. Beberapa puluh meter dari toko dedak ada sebuah gang yang dikenal sebagai Gang Madat, tempat lokalisasi para pemadat. Pada zaman pendudukan Jepang, pasar ini hampir tidak berfungsi, dan menjadi tempat para gelandangan.

Pasar Tanah Abang semakin berkembang setelah dibangunnya Stasiun Tanah Abang. Di tempat tersebut mulai dibangun tempat-tempat seperti Masjid Al Makmur dan klenteng Hok Tek Tjen Sien yang keduanya seusia dengan Pasar Tanah Abang. Pada tahun 1973, Pasar Tanah Abang diremajakan, diganti dengan 4 bangunan berlantai empat, dan sudah mengalami dua kali kebakaran, pertama tanggal 30 Desember 1978. Blok A di lantai tiga dan kedua menimpa Blok B tanggal 13 Agustus 1979. Pada tahun 1975 tercatat kiosnya ada 4.351 buah dengan 3.016 pedagang.

Menjadi Pusat Grosir

Pasar Tanah Abang tumbuh pesat sebagai pusat grosir tekstil. Pasar itu menjadi salah satu pusat perekonomian di Jakarta dengan perputaran uang hingga Rp 75 miliar. Seribuan pedagang memadati pasar tersebut

Pasar ini tidak lagi buka Sabtu dan Rabu. Pasar Tanah Abang beroperasi setiap hari dari pagi hingga petang. Bangunannya pun tampak mewah karena ada perbaikan di setiap blok. Pasar itu pun telah dilengkapi fasilitas AC.

Pasar Tanah Abang terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu Tanah Abang Metro, Tanah Abang Lama dan Tanah Abang AURI.

Tanah Abang Lama terdiri dari beberapa blok, antara lain blok A, B dan F. Sementara Tanah Abang AURI memiliki blok yang lebih banyak, yaitu A, B, C, D, E, F, G, AA, BB dan CC.

Pasar itu menyediakan beragam macam barang. Mulai dari busana seperti pakaian muslim, baju batik, kerudung, mukena, busana hajian, pakaian anak-anak. Juga perlengkapan rumah tangga, dari spring bed, gorden, seprai, handuk, hingga keset. Kemudian, di sana bisa menemukan banyak aksesori, seperti kalung, gesper, gelang, bros. Tak ketinggalan ada pula tas cantik dan koper yang bisa ditemukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here