Sejarah Organisai Aisyiyah, Tak Lepas dari Peran Muhammadiyah

    33
    0

    SEJARAHONE.ID – Organisasi Aisyiyah merupakan organisasi komponen wanita persyarikatan Muhammadiyah yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 19 Mei 1917. Organisasi Aisyiyah merupakan gerakan wanita, keislaman dan kekinian, maka gerakannya pun tidak surut oleh wanita sejarah.

    Aisyiyah selalu tampil dalam memperjuangkan hak dan peran wanita dalam dunia politik dan domestik, menentang diskriminasi gender, menentang perlakuan kekerasan dalam dunia domestik dan publik, perlindungan hak-hak kesehatan, dan perlindungan anak.

    Embrio Nasyiatul Aisyiyah : Perkumpulan Siswa Praja Wanita (SPW) | Nasyiatul Aisyiyah

    Embrio Nasyiatul Aisyiyah, Perkumpulan Siswa Praja Wanita

    Organisasi Aisyiyah di Kota Semarang yang selalu berperan dalam memperjuangkan hak wanita.

    Sejarah organisasi Aisyiyah di Semarang tahun 1967-1997 adalah organisasi Aisyiyah di bidang pengangkatan derajat kaum wanita di Semarang. Namun terdapat banyak hambatan yang dihadapi organisasi Aisyiyah dalam mengangkat derajat kaum wanita di Semarang.

    Pada era kemerdekaan hingga tahun 1967an, di Kota Semarang,  kedudukan wanita dianggap rendah telah mempengaruhi organisasi Aisyiyah. Perkembangan peran dari organisasi Aisyiyah di Semarang berjalan lambat. Hal ini dikarenakan adanya pandangan masyarakat yang mendeskripsikan wanita, faktor yang mendukung kegiatan organisasi Aisyiyah adalah adanya kesamaan berjuang menegakkan masyarakat yang Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghoffur.

    Adapun yang menjadi penghambat adalah tidak adanya panutan dalam masyarakat, tidak adanya kader untuk kelangsungan organisasi. Cara mengatasinya adalah dengan meningkatkan pengembangan sumber daya kader dari angkatan muda yang sifatnya dinamis dan meningkatkan pengawasan kader. Dari uraian diatas dapat disimpulkaan, organisasi Aisyiyah merupakan bagian dari Muhammadiyah.

    Organisasi Aisyiyah berperan dalan bidang pendidikan, sosial dan dakwah. Sementara itu ajaran dari Kartini dan ajaran Aisyiyah memiliki kesamaan yaitu mengangkat derajat kaum wanita agar sejajar dengan kaum pria tapi harus sesuai dengan kodrat wanita dan ajaran Islam. Organisasi Aisyiyah di Kota Semarang hendaknya memenuhi kebutuhan masyarakat yang sejalan dengan perkembangan zaman misalnya mendirikan panti jompo, tempat penitipan anak dan mendirikan Biro Konsultasi Remaja diantaranya kekerasan terhadap anak, masalah narkoba, dll.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here