Home Merdeka Sejarah Hari Kebangkitan Nasional

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional

177
0

SEJARAHONE.ID – Setiap tanggal 20 Mei rakyat Indonesia memperingati hari kebangkitan nasional yang tercatat dalam sejarah museum kebangkitan nasional.  Moment hari kebangkitan nasional itu sendiri di anggap penting karena berkat semangat dan tekad para pelopor untuk bangkit dari jeratan para penjajah dan memerdekakan negara Indonesia.

Tahukah kalian di balik keputusan yang di ambil untuk menetapkan hari kebangkitan nasional ada peristiwa-peristiwa yang sangat penting dalam mencapai kemerdekaan negara Indonesia.

Berikut akan di jelaskan secara lengkap bagaimana perjuangan para pahlawan untuk bangkit melawan penjajah dan akhirnya di cetuskan tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Adanya Hari Kebangkitan Nasional dipengaruhi oleh 2 peristiwa penting yaitu lahirnya organisasi dalam sejarah Budi Utomo pada tahun 1908 dan pengucapan ikrar sejarah sumpah pemuda pada tanggal 20 Oktober 1928.

Organisasi budi utomo sendiri adalah organisasi yang anggotanya para pemuda indonesia.  awalnya organisasi budi utomo mempunyai tujuan dalam hal pendidikan dan kultural.

Namun karena Organisasi tersebut bersifat kooperatif dan fleksibel, organisasi tersebut bergeser dari kultural ke politik. Pada tahun 1907 Dr. Wahidin melakukan kunjunga ke STOVIA. Dalam kunjungannya tersebut di sambut baik oleh para pelajar disana.

Wahidin mengajak beberapa murid dari STOVIA seperti Soetomo dan Gunawan untuk berkeliling pulau jawa  dengan tujuan menghimpun dana pendidikan.

Sebagai organisasi nasional pertama di Indonesia, organisasi Budi Utomo mempunyai peran penting dalam terciptanya organisasi-organisasi  pergerakan lainnya. Akan tetapi organisasi Budi Utomo yang menyebabkan berlangsungnya perubahan –perubahan politik yang ada di indonesia pada saat itu.

Organisasi Budi Utomo memiliki tujuan yaitu “Kemajuan Bagi Hindia-Belanda”. Organisasi tersebut menyebar sampai ke seluruh pulau jawa. Organisasi Budi Utomo telah memiliki 650 anggota yang tersebar di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bogor dan masih banyak lagi di area Jawa.

Bahkan anggota yang bukan mahasiswa pun turut serta menjadi anggota organisasi tersebut. setelah Organisasi Budi Utomo, banyak bermunculan organisasi- organisasi yang berperan penting yang berhubungan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Salah satunya adalah Sarekat Dagang Islam atau SI. 

Lahirnya organisasi Sarekat Dagang Islam berawal dari adanya kesadaran rakyat Indonesia sendiri yang hidup dalam kekangan kaum imperalisme yang ketika itu melahirkan strata masyarakat menjadi tiga golongan antara lain golongan pertama kaum Indo Belanda, bangsa Eropa.

Kedua yaitu kaum perantauan Timur Asing (Cina,Arab,India) dan yang ketiga bangsa Hindia –Belanda atau kaum pribumi Indonesia.  melihat bahwa menjadi orang strata ketiga di tanahnya sendiri membuat kaum pedagang indonesia bangkit untuk memberdayakan kaumnya.

Dari latar belakang di atas muncullah kesadaran akan ketereliminasian umat dari segi ekonomi, Maka  kaum pedagang muslimin bangkit dan memutuskan untuk memajukan perekonomian mereka.

M.A. Ghani  adalah mantan dari ketua umum Lajnah Tanfidziah Syarikat Islam. Beliau menyebutkan bahwa tujuan dari   perjuangan organisasi SDI (Sarekat Dagang Islam) adalah Upaya memperbaiki nasib rakyat dalam bidang sosial ekonomi.

Mempersatukan para pedagang batik agar dapat bersaing dengan pedagang dari keturunan China,  kehendak mempertinggi derajat dan martabat bangsa pribumi, mengembangkan serta memajukan pendidikan dan agama islam adalah keinginannya.

Hampir sama seperti organisasi Budi Utomo, organisasi SDI yang awalnya hanya berfokus pada bidang ekonomi tidak menutup kemungkinan membutuhkan peran politik di dalamnya.

Hal ini dipertegas lagi lewat kongres kongres yang diadakan oleh HOS Tjokroaminoto dan Abdul Muis salah satu tokoh Budi Utomo yang mengubah SI menjadi CSI (Central Sarekat Islam).

Pada tahun 1948 Soekarno selaku presiden pertama Republik Indonesia memutuskan untuk menetapkan hari Kebangkitan Nasional jatuh pada tanggal 20 Mei.

Hal tersebut di putuskan atas dasar berdirinya organisasi Budi Utomo yang sudah membawa peran penting untuk membakar semangat para pemuda untuk bangkit melawan penajajah dari segi ekonomi, sosial, dan  Politik.

Dengan persatuan dan tekad yang kuat dan pada akhirnya membawa negara Indonesia menuju kemerdekaan yang tercatat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang kita ketahui para pelopor dan pemuda Indonesia yang pada saat itu sadar akan diskriminasi dan ketidak adilan yang mereka terima membuat semangat dan tekad mereka membara untuk menuntut keadilan dan kebebasan dari negara mereka sendiri.

Demi mendapatkan kemerdekaan dan kesejahteraan rakyat kaum pemuda Indonesia membentuk sebuah organisasi untuk melawan dan bangkit dari keterpurukan yang sedang mereka alami saat itu.

Dari segi sosial, ekonomi maupun politik pemuda Indonesia membentuk sebuah organisasi yang akan mewujudkan perubahan dan menghasilkan kemerdekaan bagi Negara Indonesia. hingga saat ini sudah dirasakan kemerdekaan Negara Indonesia atas perjuangan dari para pelopor terdahulu.

untuk itu presiden memutuskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional jatuh pada tanggal 20 Mei sebagai upaya untuk mengenang, menghormati jasa para pelopor tokoh proklamator kemerdekaan indonesia atas keberanian mereka untuk bangkit dan melawan kapitalisme para penjajah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here