Home Uncategorized Sejarah Hari Ibu Sedunia

Sejarah Hari Ibu Sedunia

79
0

SEJARAHONE.ID – Peringatan Mother’s Day atau Hari Ibu Internasional atau Hari Ibu Sedunia, berbeda dengan Hari Ibu di Indonesia. Hari Ibu jatuh pada 22 Desember sementara Mother’s Day dirayakan  pada 10 Mei.

Sejatinya, perayaan Mother’s Day atau Hari Ibu Sedunia sama dengan Hari Ibu di Indonesia, namun Mother’s Day dirayakan oleh negara-negara Barat dari Amerika Serikat, Kanada, mayoritas Eropa, Australia hingga Selandia Baru.

Perayaannya sama, sebagai tanda terima kasih kepada dari anak kepada ibu. Namun, sejarahnya memiliki spektrum lebih luas dari sekadar kasih anak ke ibu: emansipasi perempuan.

Perjuangan Hak Perempuan

Pejuang hak perempuan dan penulis Julia Ward Howe pertama kali menyarankan gagasan Mother’s Day di Amerika Serikat pada tahun 1872.

Julia Ward Howe

Howe adalah aktivis West Virginia Anna Jarvis yang dikreditkan dengan menciptakan liburan Mother’s Day yang dirayakan sampai hari ini.

Pada tahun 1908, Jarvis berkampanye untuk peringatan nasional liburan untuk menghormati ibunya, yang merupakan advokat kesehatan masyarakat. Ibunya telah menyelenggarakan beberapa Mother’s Day Work Clubs yang membahas masalah pengasuhan anak dan kesehatan masyarakat, dan Jarvis ingin mengenangnya dan pekerjaan semua ibu.

Namun, Jarvis kemudian menjadi kecewa dengan bagaimana perusahaan bunga dan kartu ucapan mengkomersilkan liburan dan mengatakan dia menyesal memulainya.

Menjadi Hari Libur di AS

Mother’s Day menjadi hari libur resmi AS pada tahun 1914 ketika Presiden Woodrow Wilson memproklamasikan hari Minggu kedua di bulan Mei sebagai hari “ekspresi publik atas cinta dan hormat kami kepada para ibu di negara kami.”

History.com mengulas Mother’s Day lebih jauh lagi. Perayaan tentang ibu dilacak pada Yunani kuno dan Romawi, yang menggelar ritual untuk menghormati Ibunda Dewi Rhea dan Cybele. Tetapi perayaan sekuler Mother’s Day dimulai sejak festival Kristen awal yang dikenal sebagai “Mothering Sunday.”

Dahulu Mothering Sunday merupakan tradisi utama di Britania Raya dan beberapa bagian Eropa, perayaan ini jatuh pada hari Minggu keempat di pra-Paskah dan pada awalnya dilihat sebagai masa ketika umat Kristen akan kembali ke “gereja induk” mereka atau gereja utama di sekitar rumah mereka untuk ibadah.

Seiring berjalan waktu tradisi Mothering Sunday bergeser ke liburan yang lebih sekuler sampai dicetuskan oleh Julia Ward Howe.

Tradisi Mother’s Day adalah mengirim kartu dan memberikan hadiah atau bunga.

Tahun ini, pengeluaran Mother’s Day diperkirakan mencapai US$ 26,7 miliar (Rp 398 triliun), kata National Retail Federation. Orang-orang diperkirakan menghabiskan rata-rata US$ 204,74 atau Rp 3 juta untuk berterima kasih kepada ibu mereka.

Jadi pada hari Minggu kedua di bulan Mei, Mother’s Day, giliran para ibu yang harus dimanjakan. Mother’s Day dulu ditafsirkan secara konservatif untuk berterima kasih kepada ibu yang sudah bekerja keras untuk mengasuh dan memelihara keluarga.

Tetapi perayaan Hari Ibu Internasional kini dimaknai lebih luas dan bukan hanya ibu dalam pengertian yang sederhana, tetapi Mother’s Day juga menghormati kontribusi perempuan yang telah memelihara masyarakat mereka, negara mereka, dan dunia yang lebih besar.

TULISKAN PENDAPAT KAMU?

Please enter your comment!
Please enter your name here