Home Ekonomi Sejarah BUMN Minyak di Indonesia

Sejarah BUMN Minyak di Indonesia

162
0

Oleh Hana Wulansari

Sejarahone.id – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang energi yang telah ada, sebelumnya mengalami transformasi hingga meenjadi BUMN yang aktif sekarang.

Pada 1945 hingga 1960, pengelolaan listrik dikerjakan oleh Jawatan Listrik dan Gas, sedangkan pengelolaan minyak dikerjakan oleh Pertamina yang kemudian berganti nama menjadi Permina.

Kedudukan Permina tersebut didukung oleh UU Prp Nomor 44 Tahun 1960, yakni mengatur Usaha Pertambangan Migas dilakukan oleh perusahaan negara. Kemudian pada 1965 hingga 1971, pengelolaan listrik dilakukan PLN, pengelolaan minyak dilakukan Pertamina dan pengelolaan gas bumi dilakukan oleh PGN.

Peran PGN dalam mengelola gas nasional didukung PP Nomor 19 Tahun 1965, yakni pembentukan PGN sebagai NGC yang melakukan penyediaan gas dengan pembangunan infrastruktur sampai ke pengguna dan serta PLN untuk pengelolaan listrik. Sedangkan peran Pertamina didukung UU Nomor 8 Tahun 1971.

Pada 1994 terjadi pembatalan UU Ketenagalistrikan namun posisi PLN tetap berperan sebagai NGC dan rasio eletrifikasi pun terus meningkat. Pada periode yang sama dikeluarkan PP Nomor 37 Tahun 1994, yakni berkenaan dengan pembentukan PGN sebagai pengelola gas yang melakukan penyediaan gas dengan infrastruktur sampai pengguna.

Hingga 2001, ditetapkan UU Nomor 22 Tahun 2001 yang berdampak pada pemisahan usaha hulu dan hilir migas (unbundling). Ditetapkannya UU Migas baru ini, semakin memberi peluang bagi asing dan swasta untuk ambil bagian dalam pengelolaan migas nasional. Akibatnya, BUMN tidak menjadi prioritas dalam tata kelola migas nasional.

Sejarah  Pertamina

Pertamina adalah BUMN migas nasional  yang pertama kali didirikan di Indonesia. Pada 1960, PT PERMINA direstrukturisasi menjadi PN PERMINA sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah, bahwa pihak yang berhak melakukan eksplorasi minyak dan gas di Indonesia adalah negara.

Untuk memperkokoh perusahaan yang masih muda ini, pemerintah menerbitkan UU Nomor  8 tahun 1971. UU ini mengatur peran Pertamina sebagai satu-satunya perusahaan milik negara yang ditugaskan melaksanakan pengusahaan migas mulai dari mengelola dan menghasilkan migas dari ladang-ladang minyak di seluruh wilayah Indonesia.

Lalu, BUMN ini  mengolahnya menjadi berbagai produk dan menyediakan serta melayani kebutuhan bahan bakar minyak dan gas di seluruh Indonesia.Pertamina merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan.

Sejak didirikan pada 10 Desember 1957, Pertamina menyelenggarakan usaha minyak dan gas bumi di sektor hulu hingga hilir. Bisnis sektor hulu Pertamina yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia dan luar negeri meliputi kegiatan eksplorasi, produksi, serta transmisi minyak dan gas.

Aktivitas eksplorasi dan produksi panas bumi oleh Pertamina sepenuhnya dilakukan di dalam negeri dan bertujuan untuk mendukung program pemerintah menyediakan 10 ribu  Mega Watt (mw) listrik. Di samping itu, Pertamina mengembangkan CBM atau juga dikenal dengan gas metana batubara dalam rangka diversifikasi sumber energi.

Saat ini, Pertamina telah memiliki 6 Production Sharing Contract (PSC)-CBM. Sementara, sektor hilir Pertamina meliputi kegiatan pengolahan minyak mentah, pemasaran dan niaga produk hasil minyak, gas dan petrokimia, serta bisnis perkapalan terkait  pendistribusian produk Perusahaan.

Sedangkan aktivitas pengelolaan terdiri atas RU II (Dumai), RU III (Plaju), RU IV (Cilacap), RU V (Balikpapan), RU VI (Balongan) dan RU VII (Sorong). Pertamina juga mengoperasikan Unit Kilang LNG Arun (Aceh) dan Unit Kilang LNG Bontang (Kalimantan Timur).

Produk-produk yang dihasilkan meliputi bahan bakar minyak (BBM) seperti premium, minyak tanah, minyak solar, minyak diesel, minyak bakar, dan Non BBM seperti pelumas, aspal, Liquefied Petroleum Gas (LPG), Musicool, serta Liquefied Natural Gas (LNG), Paraxylene, Propylene, Polytam, PTA, dan produk lainnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here