Home Merdeka Sejarah Berdirinya Organisasi Islam Muhammadiyah

Sejarah Berdirinya Organisasi Islam Muhammadiyah

230
0

Oleh Hamzah Afifi

SejarahOne.id – Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia. Nama Muhammadiyah diambil dari nama Nabi Muhammad SAW, sehingga Muhammadiyah juga dapat dikenal sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW.

Tujuan utama pendirian adalah mengembalikan seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses dakwah. Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam bercampur-baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi.

Gerakan Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik. Menampilkan ajaran Islam bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya.

Dalam pembentukannya, Muhammadiyah banyak merefleksikan kepada perintah-perintah Al Qur’an, di antaranya surat Ali Imran ayat 104, “Dan hendaklah ada di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”.

Ayat tersebut mengandung isyarat untuk bergeraknya umat dalam menjalankan dakwah Islam secara teorganisasi, umat yang bergerak. Dampak positif Muhammadiyah, kini telah banyak berdiri rumah sakit, panti asuhan, dan tempat pendidikan di seluruh Indonesia.

Organisasi Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Yogyakarta pada 18 November 1912 Masehi atau 8 Dzulhijjah 1330 Hiriyah. Organisasi Muhammadiyah didirikan guna mendukung usaha KH Ahmad Dahlan memurnikan ajaran Islam yang menurutnya banyak dipengaruhi hal-hal mistik. Kegiatan ini pada awalnya juga memiliki basis dakwah untuk wanita dan kaum muda berupa pengajian Sidratul Muntaha.

Selain itu, peran dalam pendidikan di wujudkan dengan pendirian sekolah dasar, sekolah lanjutan, yang dikenal sebagai Hogere School Moehammadijah, berganti nama jadi Kweek School Moehammadijah (kini dikenal Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta khusus laki-laki, di Jalan S Parman No. 68 Patangpuluhan Kecamatan Wirobrajan dan Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta khusus Perempuan, di Suronatan Yogyakarta. Keduanya jadi Sekolah Kader Muhammadiyah) yang bertempat di Yogyakarta yang dibawahi langsung Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ahli sejarah dari UGM kelahiran Kauman, Adaby Darban mengatakan bahwa nama ”Muhammadiyah” awalnya diusulkan oleh kerabat sekaligus sahabat KH Ahmad Dahlan bernama Muhammad Sangidu, seorang Ketib Anom Kraton Yogyakarta dan tokoh pembaruan yang kemudian jadi penghulu Kraton Yogyakarta, yang kemudian diputuskan Kyai Dahlan setelah melalui salat istikharah (Darban, 2000: 34).

Pada masa kepemimpinan KH Ahmad Dahlan (1912-1923), pengaruh Muhammadiyah terbatas di karesidenan seperti Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan dan Pekajangan. Selain Yogyakarta, cabang-cabang Muhammadiyah berdiri di kota-kota tersebut pada tahun 1922. Pada tahun 1925, Haji Abdul Karim Amrullah (HAMKA) membawa Muhammadiyah ke Sumatera Barat dengan membuka cabang di Sungai Batang, Agam.

Dalam tempo singkat, arus gelombang Muhammadiyah telah menyebar ke seluruh Sumatera Barat dan dari daerah inilah kemudian Muhammadiyah bergerak ke seluruh Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Pada tahun 1938, Muhammadiyah telah tersebar ke seluruh Indonesia.

Organisasi
Awalnya, pimpinan pusat, kantor pengurus pusat Muhammadiyah berada di Yogyakarta. Namun pada 1970, komite-komite pendidikan, ekonomi, kesehatan dan kesejahteraan berpindah ke kantor di ibukota Jakarta. Struktur Pimpinan Pusat Muhammadiyah terdiri dari lima orang Penasihat, seorang Ketua Umum yang dibantu dua belas orang Ketua lainnya, seorang Sekretaris Umum dengan dua anggota, seorang Bendahara Umum dengan seorang anggotanya.

Selanjutnya Pimpinan Wilayah, setingkat Provinsi (sebanyak 33 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah, Setingkat Kabupaten/Kota, Pimpinan Cabang, Setingkat Kecamatan, Pimpinan Ranting, Setingkat Pedesaan/Kelurahan, Pimpinan Cabang Istimewa, Untuk Luar Negeri, Pembantu Pimpinan Persyarikatan.

Untuk Majelis ada majelis tarjih dan tajdid, Majelis Tabligh, Majelis Pendidikan Tinggi, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, Majelis Pendidikan Kader, Majelis Pelayanan Sosial, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan, Majelis Pemberdayaan Masyarakat, Majelis Pembina Kesehatan Umum, Majelis Pustaka dan Informasi, Majelis Lingkungan Hidup, Majelis Hukum Dan Hak Asasi Manusia, Majelis Wakaf dan Kehartabendaan

Sedangkan untuk Lembaga, ada Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting, Lembaga Pembina dan Pengawasan Keuangan, Lembaga Penelitian dan Pengembangan, Lembaga Penanggulangan Bencana, Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik, Lembaga Seni Budaya dan Olahraga, Lembaga Hubungan dan Kerja Sama International.

Muhammadiyah juga memiliki beberapa organisasi otonom, yaitu: ‘Aisyiyah (Wanita Muhammadiyah), Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah (Putri Muhammadiyah), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan (Gerakan kepramukaan), Tapak Suci Putera Muhammadiyah (Perguruan silat)

Sedangkan amal usaha Muhammadiyah terutama bergerak di bidang Pendidikan serta layanan Kesehatan dan Sosial dalam wadah Pembina Kesejahteraan Umat (PKU), yaitu:

Pendidikan
TK/TPQ, jumlah TK/TPQ Muhammadiyah adalah sebanyak 4623. SD/MI, jumlah data SD/MI Muhammadiyah adalah sebanyak 2604. SMP/MTs, jumlah SMP/MTs Muhammadiyah adalah sebanyak 1772. SMA/SMK/MA, jumlah SMA/MA/SMK Muhammadiyah adalah sebanyak 1143. Perguruan Tinggi Muhammadiyah, jumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah adalah sebanyak 172.

Kesehatan
Rumah Sakit, jumlah Rumah Sakit Umum dan Bersalin Muhammadiyah/ Aisyiyah yang terdata sejumlah 72. Balai Kesehatan Ibu dan Anak, Balai Kesehatan Masyarakat, Balai Pengobatan, Apotek, Sosial, Panti Asuhan Yatim, Panti Jompo, Balai Kesehatan Sosial, Panti Wreda/ Manula, Panti Cacat Netra, Santunan (Keluarga, Wreda/ Manula, Kematian), BPKM (Balai Pendidikan dan Keterampilan Muhammadiyah), Rehabilitasi Cacat, Sekolah Luar Biasa, Pondok Pesantren

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here