Home Merdeka Sejarah Awal Kemunculan Rumah Sakit di Indonesia

Sejarah Awal Kemunculan Rumah Sakit di Indonesia

60
0

Oleh Hamzah Syahid Afifi

SejarahOne.id – Saat musim pandemi covid 19 seperti ini kita sering mendengar istilah rumah sakit. Sebuah tempat untuk merawat pasien bagi mereka yang sedang sakit. Selain itu rumah sakit juga tempat berkumpulnya dokter, perawat, bidan dan pekerja medis lainnya.

Lalu, bagaimana awal kemunculan rumah sakit di Indonesia dan seperti apa perjalanan sejarah yang melatar belakangi berdirinya rumah sakit tersebut.

Kemunculan rumah sakit di Indonesia berawal dari permasalahan wabah pes yang melanda masyarakat pribumi khususnya kaum buruh perkebunan di Banyumas pada tahun 1847.

Atas usulan dari dr William Bosch selaku kepala Dinas Kedokteran Militer kepada Gubernur Jenderal JJ Rochussen untuk segera mendirikan Sekolah Dokter Djawa bagi masyarakat pribumi agar para buruh perkebunan yang mengidap penyakit pes tersebut bisa sembuh atas bantuan dari para lulusan Sekolah Dokter Djawa.

Hal demikian dilakukan karena pemerintah Belanda kewalahan mengangani wabah pes dengan keberadaan dokter yang masih langka. Menanggapi hal tersebut akhirnya Sekolah Dokter Djawa berdiri dan bertempat di Weltevreden Batavia.

Para lulusan dari Sekolah Dokter Djawa tersebut kemudian menjadi mantri vaksin dan bertugas untuk menyembuhkan para buruh perkebunan serta membuka layanan kesehatan kepada masyarakat pribumi yang awal mula layanan kesehatan tersebut tidak diberikan kepada masyarakat pribumi oleh pihak pemerintahan Belanda.

Dari praktik layanan kesehatan inilah kemudian dibangun rumah sakit bagi warga pribumi. Tercatat, dari data pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1879 ada empat rumah sakit untuk warga pribumi yang bertempat di sekitar Pasuruan, Probolinggo, Wonosobo, dan Gombong.

Rumah sakit tersebut statusnya diakui oleh pemerintahan setempat sehingga para petugas medis yang bertugas diterjunkan dan ditunjuk langsung oleh pemerintah. Hingga kurun waktu 1902, menurut catatan Sjoerd Zondervan dalam Patients of The Colonial State terdapat kurang lebih 88 rumah sakit di Jawa dan luar Jawa yang beroperasi melayani pasien bagi warga pribumi Hindia Belanda.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here