Home Pahlawan RA Kartini, Sosok Penting Bagi Indonesia

RA Kartini, Sosok Penting Bagi Indonesia

610
0

Oleh Hamzah Afifi

SejarahOne.id – Sebagai generasi penerus bangsa, tentunya para pemuda-pemudi perlu mengenal sosok pahlawan wanita satu ini lebih dalam, dialah R.A Kartini. Sosok Raden Ajeng Kartini atau Raden Ayu Kartini merupakan salah satu sosok penting bagi Indonesia. Ia terkenal sebagai pahlawan hak kaum perempuan. Tanggal kelahirannya, 21 April pun diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional atau Hari Kartini.

Sebenarnya, buku RA Kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang” pada mulanya bukanlah sebuah buku, melainkan hanya kumpulan surat-surat yang dikirimkan kepada J.H Abendanon selaku Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda dan teman-temannya di Eropa.

Setelah Kartini meninggal J.H Abendanon berinisiatif untuk membukukan surat-surat tersebut dengan judul “Door Duisternis Tot Licht” yang artinya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Sebelas tahun kemudian, tepatnya tahun 1922, Balai Pustaka menerbitkan buku ini dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang diterjemahkan oleh Armijn Pane, seorang sastrawan pujangga baru.

Sebagai generasi penerus bangsa, tentunya kamu perlu mengenal sosok Kartini lebih dalam. RA Kartini tak hanya memperjuangkan hak-hak perempuan pada masanya, Kartini juga dikenal sebagai juru dakwah agama Islam. Ia belajar menekuni agama Islam dari Kyai Sholeh Darat bin Umar, ulama dari Semarang.

Melalui surat-surat yang dikirim, RA Kartini berdakwah. Ia selalu menjelaskan ajaran dan menunjukkan sisi keindahan Islam (sebagai agama cinta damai) kepada koleganya di Belanda. Kartini selalu berusaha memberikan wajah yang baik tentang Islam kepada dunia. Dia membawa cerita-cerita tentang ajaran Islam dalam korespondensinya. Dengan surat-surat yang dikirimnya, hal itu menegaskan bahwa RA Kartini juga ikut peduli dengan ajaran Islam.

Kartini wafat pada tanggal 17 September 1904 pada usia yang masih muda yaitu 35 tahun. Meninggal dunia empat hari setelah melahirkan putra pertamanya yang bernama Soesalit Djojoadhi Ningrat pada tanggal 13 September 1904.

Kartini wafat pada tanggal 17 September 1904. Usianya pada saat itu masih muda, yaitu 35 tahun. Menginggal dunia empat hari setelah melahirkan putra pertamanya yang bernama Soesalit Djojoadhi Ningrat pada tanggal 13 September 1904.

Perjuangan sosok wanita yang memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Berkat kegigihan Kartini, kemudian didirikan sekolah wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada tahun 1912 dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madium, Cirebon dan daerah lainnya.

Nama RA Kartini juga diabadikan menjadi empat nama jalan raya di Belanda. Utrecht Jalan RA Kartini terletak di kawasan tenang dengan perumahan apik dan kebanyakan dihuni kalangan menengah. Jalan utama ini berbentuk ‘U’ yang ukurannya lebih besar dibanding jalan-jalan yang menggunakan nama tokoh perjuangan lainnya seperti Augusto Sandino, Steve Biko, Chez Geuvara, Agostinho Neto.

Venlo Di Venlo, Belanda Selatan, RA Kartinistraat berbentuk ‘O’ di kawasan Hagerhof, di sekitarnya terdapat nama-nama jalan tokoh wanita Anne Frank dan Mathilde Wibaut.

Amsterdam. Amsterdam, ibukota Belanda, juga mengabadikan nama penjuang hak-hak perempuan Jawa di abad 17 itu. Wilayah Amsterdam Zuidoost atau yang lebih dikenal dengan Bijlmer, Jalan Raden Adjeng Kartini ditulis lengkap. Di sekitarnya adalah nama-nama wanita dari seluruh dunia yang punya kontribusi dalam sejarah:

Rosa Luxemburg, Nilda Pinto, Isabella Richaards. Haarlem Paling menarik mengamati letak jalan Kartini di Haarlem. Di sana Jalan RA Kartini berdekatan dengan Jalan Mohammed Hatta, Jl Sutan Sjahrir dan langsung tembus ke Jalan Chris Soumokil, presiden kedua Republik Maluku Selatan (RMS).

Pada 2 Mei 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan Kepres RI No. 198 Tahun 1964 yang menetapkan bahwa RA Kartini adalah Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Tak hanya itu, hari lahirnya dijadikan hari nasional yang dikenal sebagai Hari Kartini setiap 21 April.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here