Home Galeri Prasasti-prasasti Bukti Berdirinya Kerajaan Tarumanegara

Prasasti-prasasti Bukti Berdirinya Kerajaan Tarumanegara

416
0
Prasasti Ciaruteun, salah satu peninggalan Kerajaan Tarumanegara

SejarahOne.id –  Kerajaan Tarumanegara adalah salah satu kerjaan besar di Indonesia. Nama Tarumanegara ini berasal dari kata Tarum dan Nagara. Bahwa Tarum memiliki arti sungai yang membelah Jawa Barat yaitu Sungai Citarum. Akan tetapi, ada juga yang menyebutkan bahwa kata

Tarum ini berasal dari nama tanaman warna yang letaknya juga berada di Sungai Citarum. Untuk Nagara sendiri artinya adalah negara atau kerajaan.
Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan yang memiliki aliran Wisnu. Kerajaan ini juga didirikan oleh seorang raja yang bernama Raja Jayasingawarman di tahun 358 Masehi. Salah satu bukti kongkrit atas ini berada dalam isi naskah Wangsakerta. Pada masa itu, Raja Jayasingawarman ini akan mendapatkan sebuah gelar yaitu Rajadiraja.

Sejak berdirinya kerajaan ini, Kerajaan Tarumanegara mengalami masa kejayaan hanya 3 generasi saja. Masa keemasan Tarumanegara yaitu ketika dipimpin oleh raja ke-3 yang memiliki nama Purnawarman. Purnawarman ini sendiri adalah cucu dari Rajadirajagu Jayasingawarman.

Pada masa kepemimpinan Purnawarman, Tarumanegara memiliki perkembangan yang begitu pesat. Bahkan Raja Purnawarman ini memperluas wilayah mereka dengan cara menundukkan kerajaan-kerajaan yang berada di sekelilingnya. Bahkan tidak hanya memperluas wilayahnya saja, melainkan melakukan ekspansi ke kerajaan yang di sekitar kekuasannya saja.

Kerajaan Tarumanegara: Sejarah, Kehidupan, Peninggalan dan Runtuhnya

Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Bukti berdirinya Kerajaan Tarumanegara  bersumber dari tujuh prasasti yang tersebar di Jakarta, Bogor, dan Banten. Tujuh prasasti yang ditemukan dan menjadi bukti adalah:

1. Prasasti Ciaruten yang di dalamnya terdapat gambar sepasang telapak kaki, lukisan laba-laba, dan huruf ikal melingkar. Dalam prasasti tersebut berisi: Vikkrantasyavanipateh Srimatah purnnavarmmanah Tarumanagarendrasya Visnoriva padadvayam (Inilah sepasang telapak kaki yang seperti kaki dewa wisnu ialah kaki yang mulya sang purnawarman raja di negeri taruma yang gagah berani di dunia).

2. Prasasti Kebon Kopi yang ditemukan di Kebon Kopi di Kampung Muara Hilir, Bogor. Isi dari prasasti ditulis dengan aksara pallawa dengan bahasa Sansekerta. Isi kalimat tersebut adalah: Jayavisalasyya tarumendrasya hastinah… Airwaytabhasya vibatidampadadvayam (Di sini nampak sepasang kaki gajah seperti airawat. Gajah penguasa taruma yang agung dan bijaksana).

3. Prasasti Jambu yang ditemukan di Pemukiman Jambu di Bukit Pasit Koleyangkak, Bogor. Dalam prasasti tersebut diterjemahkan “Telapak kaki ini milik Sri Purnawarman, Raja Tarumanegara. Baginda termasyhur gagah berani jujur dan setia dalam menjalankan tugasnya.”

4. Prasasti Cidanghiyang yang ditemukan di Sungai Cidanghiang di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten. Prasasti yang ditemukan pada 1947 itu bertuliskan dua baris kalimat puisi yang ditulis dengan huruf palawa bahasa sansekerta. Isinya menyanjung keberanian Raja Purnawarman.

5. Prasasti Pasir Awi yang ditemukan di lereng selatan Bukit Pasir Awi, Bogor. Sayangnya belum ada sejarawan atau arkeolog yang mengartikan isi prasasti itu.

6. Prasasti Muara Cianten yang juga belum ada arkeolog mengartikan.

7. Prasasti Tugu yang terbuat dari batu dan dipahat berbentuk lonjong telur itu ditemukan di Kampung Batutumbuh, Desa Tugu, Koja, Jakarta Utara. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati sepanjang 6.112 tombak atau setara 11 kilometer oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya. Penggalian sungai selama 21 hari tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. Prasasti itu saat ini tersimpan di Museum Nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here