Home Galeri Renovasi Candi Borobudur, Upaya Selamatkan Situs Sejarah

Renovasi Candi Borobudur, Upaya Selamatkan Situs Sejarah

35
0

SEJARAHONE.ID – Pasca ditemukan kembali pada tahun 1814, upaya pemanfaatan Candi Borobudur dipandang tidak mencerminkan pengelolaan yang memperhatikan aspek kelestariannya secara total.

Hal ini terlihat dari dibangunnya sebuah pondok bambu tepat di atas struktur stupa induk Candi Borobudur yang berfungsi sebagai tempat bagi para pelancong untuk menikmati pemandangan sembari meminum teh atau kopi. Kondisi yang berdampak negatif terhadap struktur Candi Borobudur ini diperburuk dengan sejumlah aksi pembongkaran bagian candi secara serampangan dan pengambilan batuan candi secara bebas oleh penduduk sekitar untuk dijadikan bahan baku bangunan.

Candi Borobudur Magelang - Badan Otorita Borobudur
Upaya pelestarian Candi Borobudur secara masif mulai terwujud ketika pemerintah Hindia Belanda menginstruksikan kegiatan pemugaran pada tahun 1907-1911. Kegiatan yang dipimpin oleh Theodoor van Erp tersebut selanjutnya dikenal sebagai pemugaran tahap pertama Candi Borobudur. Pasca kemerdekaan, Pemerintah Indonesia sempat melakukan pemugaran lanjutan Candi Borobudur pada tahun 1965, namun terpaksa dihentikan karena ketidakstabilan kondisi pemerintahan dalam negeri akibat meletusnya Gerakan 30 September.

Atas bantuan dari UNESCO, Pemerintah Indonesia kembali melakukan pemugaran Candi Borobudur pada tahun 1973-1983. Kegiatan berupa pembongkaran dan rekonstruksi batuan candi sebanyak lebih dari 728.000 buah ini selanjutnya dikenal sebagai pemugaran tahap kedua. Secara umum, serangkaian pemugaran terhadap Candi Borobudur dilakukan untuk menanggulangi kerusakan struktur tanpa mengurangi nilai arsitektur asli candi tersebut.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here