Home Galeri Pesan Terakhir Rendra dalam Sepenggal Puisi

Pesan Terakhir Rendra dalam Sepenggal Puisi

42
0

SEJARAHONE.ID – Sebelum wafatnya, WS Rendra sebelum akhir hidupnya sempat menuliskan pesan dalam sepenggal puisi. Berikut ini adalah puisi Rendra yang di buat sesaat sebelum dia wafat.

 

Hidup   itu   seperti UAP,   yang   sebentar

saja   kelihatan, lalu   lenyap !!

Ketika   Orang   memuji

MILIKKU, aku   berkata   bahwa

ini   HANYA   TITIPAN saja.

 

Bahwa mobilku adalah   titipan-NYA,

Bahwa rumahku adalah   titipan-NYA,

Bahwa hartaku adalah   titipan-NYA,

Bahwa putra-putriku

hanyalah   titipan-NYA . . .

 

Tapi mengapa aku tidak pernah

bertanya, MENGAPA  DIA

menitipkannya kepadaku?

UNTUK  APA  DIA menitipkan

semuanya kepadaku.

 

Dan kalau bukan milikku,

apa yang seharusnya aku

lakukan untuk milik-NYA ini?

Mengapa hatiku justru terasa berat,

ketika titipan itu diminta kembali

oleh-NYA?

 

Malahan ketika diminta kembali,

kusebut  itu   MUSIBAH, kusebut  itu   UJIAN,

kusebut  itu   PETAKA, kusebut  itu  apa  saja . . .

Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah  DERITA . . .

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan

KEBUTUHAN  DUNIAWI, Aku  ingin  lebih  banyak

HARTA, Aku  ingin  lebih  banyak MOBIL,

Aku  ingin  lebih  banyak RUMAH,

Aku  ingin  lebih  banyak POPULARITAS,

Dan  kutolak  SAKIT, Kutolak  KEMISKINAN,

Seolah semua DERITA  adalah hukuman bagiku.

Seolah  KEADILAN dan  KASIH-NYA,

harus berjalan seperti penyelesaian

matematika dan sesuai dengan kehendakku.

 

Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah

derita itu menjauh dariku. Dan nikmat dunia

seharusnya kerap menghampiriku…

 

Betapa curangnya aku, Kuperlakukan

DIA  seolah Mitra   Dagang  ku

dan bukan sebagai Kekasih !

 

Kuminta  DIA membalas perlakuan  baikku

dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai

dengan keinginanku..

 

Padahal setiap hari kuucapkan, Hidup   dan   Matiku,

Hanyalah   untuk-MU

 

Mulai hari ini, ajari aku agar menjadi pribadi

yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan

dan menjadi bijaksana, mau menuruti

kehendakMU saja ya ALLAH . . .

 

Sebab aku yakin… ENGKAU akan memberikan

anugerah dalam hidupku… KEHENDAKMU

adalah yang ter BAIK  bagiku…

 

Ketika aku ingin hidup  KAYA,

aku lupa, bahwa  HIDUP itu sendiri

adalah sebuah KEKAYAAN.

Ketika aku berat utk  MEMBERI,

aku lupa, bahwa  SEMUA yang aku miliki

juga adalah PEMBERIAN.

 

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT,

….aku lupa,bahwa dalam KELEMAHAN,

Tuhan memberikan aku  KEKUATAN.

 

Ketika aku takut Rugi,Aku lupa, bahwa

HIDUPKU adalah sebuah KEBERUNTUNGAN,

kerana  AnugerahNYA.

 

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu

BERSYUKUR, kepada  NYA, Bukan karena hari ini  INDAH

kita  BAHAGIA. Tetapi karena kita BAHAGIA, maka hari ini

menjadi  INDAH. Bukan karena tak ada  RINTANGAN

kita menjadi OPTIMIS. Tetapi karena kita optimis, RINTANGAN

akan menjadi tak terasa.

 

Bukan karena  MUDAH kita  YAKIN  BISA.

Tetapi karena kita YAKIN  BISA . . !

semuanya menjadi MUDAH. Bukan karena

semua  BAIK kita  TERSENYUM.

Tetapi karena kita TERSENYUM,

maka semua menjadi BAIK, Tak ada hari yang

MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI

yang membuat SULIT. Bila kita tidak

dapat menjadi Jalan  Besar, cukuplah menjadi JALAN  SETAPAK

yang dapat dilalui orang,

 

Bila kita tidak dapat menjadi Matahari, cukuplah menjadi

LENTERA yang dapat menerangi sekitar kita.

 

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk

seseorang,maka BERDOALAH untuk kebaikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here