Home Merdeka Pertama kali dalam Sejarah, Perayaan Kemerdekaan Virtual

Pertama kali dalam Sejarah, Perayaan Kemerdekaan Virtual

41
0
Sumber: bataktoday

Sejarahone.id – Pemerintah memutuskan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia (RI) akan dilakukan secara sederhana dan terbatas. Keputusan ini diambil mengingat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) masih menjangkit dunia, tak terkecuali Indonesia.

Maka itu, bisa dipastikan tidak akan ada kemeriahan dan keramaian di Istana Negara, Jakarta, pada 17 Agustus esok hari, seperti peringatan HUT RI tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, bagi masyarakat yang tetap ingin mengikuti upacara HUT ke-75 RI tidak perlu kecewa.

Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) telah menyediakan kanal khusus agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam upacara sakral itu secara virtual. Kanal itu adalah Pandang Istana yang telah diresmikan oleh Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono pada Senin (10/08/2020) lalu.

Melalui kanal tersebut, Kemensetneg membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi secara virtual dalam upacara peringatan HUT ke-75 RI. Adapun kuota yang disediakan adalah sebanyak 17.845 orang di mana angkat tersebut melambangkan hari Kemerdekaan bangsa ini.

Jika ingin berpartisipasi, masyarakat dapat mendaftarkan diri terlebih dulu melalui laman Pandang Istana di https://pandangistana.setneg.go.id yang pendaftarannya dibuka tepat pada pukul 17:08:45 WIB, Senin lalu. Selanjutnya, panitia melakukan verifikasi data pemohon yang telah mendaftar.

Setelahnya, apabila lolos verifikasi, pemohon akan memperoleh pesan melalui aplikasi WhatsApp dan surel pribadi masing-masing yang berisi ketentuan untuk mengikuti jalannya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI atau Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di Istana Merdeka secara langsung melalui konferensi video.

Guna menghindari adanya penyalahgunaan, maka setiap pemohon hanya akan memperoleh satu tautan undangan konferensi video yang hanya bisa digunakan oleh satu orang saja. Para pemohon yang terpilih untuk mengikuti jalannya upacara secara virtual tersebut juga akan memperoleh sertifikat elektronik yang dikirimkan melalui surel selepas mengikuti upacara.

Tak lupa, Kemensetneg juga mengimbau agar masyarakat yang terpilih untuk mengenakan pakaian adat daerah masing-masing selama mengikuti upacara virtual ini.

Antusiasme masyarakat untuk ikut berpartisipasi pun sangat tinggi. Terbukti, saat ini kuota yang disediakan tersebut telah terpenuhi. Namun, tidak perlu khawatir. Pasalnya, masyarakat yang belum beruntung tetap dapat mengikuti upacara peringatan HUT ke-75 RI melalui layanan live streaming di kanal Youtube Kemensetneg maupun siaran langsung televisi nasional. Bedanya, hanya tidak ada sertifikat.

Tetap Meriah

Awalnya, menurut Mensesneg Pratikno, Pemerintah merencanakan peringatan HUT RI tahun ini juga akan dilaksanakan secara megah dan meriah seperti biasanya. Rencana itu sudah dirancang sejak akhir tahun lalu. Adanya pandemi, membuat semua rencana berubah.

Meski akan digelar secara terbatas dan sederhana sesuai protokol kesehatan, Pemerintah memastikan peringatan HUT ke-75 RI akan tetap meriah. Antusiasme masyarakat pun tetap tinggi dengan kreativitas serta inovasi yang juga tetap terjaga.

Kemeriahan itu bahkan sudah mulai terasa sejak 1 Juli 2020 lalu. Pemerintah mengajak semua pihak untuk memasang logo dan tema HUT RI sehingga dapat terlihat di jalan, tempat umum, sarana prasarana transportasi, dan media massa elektronik serta media sosial.

Kemeriahan juga berlanjut hingga Agustus 2020. Sejak tanggal 1, Kemensetneg mengimbau kepada seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah untuk memasang dan mengibarkan Bendera Merah Putih di antara umbul-umbul secara serentak di lingkungan masing-masing selama sebulan. Itu merupakan satu dari tiga rangkaian peringatan HUT ke-75 RI.

Rangkaian kedua adalah acara puncak yang rencananya akan ditayangkan serentak di televisi nasional selama 30 menit sebelum penaikan bendera dan 60 menit sebelum penurunan bendera. Acara puncak tersebut akan ditutup dengan suguhan rangkaian tarian tradisional dari berbagai daerah yang akan dikemas secara menarik.

Rangkaian terakhir adalah lomba digital dengan mengangkat tema “Lingkungan Indah dan Bersih” yang bertujuan memeriahkan HUT ke-75 RI untuk mempercantik lingkungan dengan menerapkan protokol kesehatan, menciptakan gotong royong, serta memperkuat persaudaraan.

Sikap Sempurna

Mengingat dilaksanakan secara terbatas, maka pihak-pihak yang akan hadir saat upacara HUT ke-75 RI di Istana Negara, Jakarta, antara lain hanya Presiden beserta istri, Wakil Presiden beserta istri, pejabat yang bertugas, Panglima TNI, dan Kapolri.

Sementara menteri dan tokoh lainnya tetap diundang namun hanya mengikuti jalannya upacara secara virtual. Sedangkan untuk Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas hanya berjumlah tiga orang pengibar bendera beserta cadangan yang diambil dari Paskibraka cadangan tahun lalu.

Untuk mencegah penyabaran Covid-19, Pemerintah juga tidak mengundang masyarakat dalam upacara tersebut. Informasi lebih lanjut tentang perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan RI ini, masyarakat umum maupun organisasi pemerintahan dan swasta dapat melihat di laman www.sayaindonesia.setneg.go.id.

Selain konsep acara yang berubah, pada peringatan HUT RI tahun ini juga ada hal lain yang baru. Pemerintah akan mengenalkan sebuah tradisi baru di mana ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan saat upacara berlangsung, masyarakat diharapkan menghentikan sejenak segala kegiatannya dan berdiri tegak dengan sikap sempurna sambil mengikuti lantunan lagu kebangsaan.

“Hentikan semua kegiatan dan aktivitas saudara selama tiga menit saja pada tanggal 17 Agustus 2020 pukul 10.17 WIB. Ambil sikap sempurna, berdiri tegak, untuk menghormati peringatan Detik-Detik Proklamasi,” kata Mensesneg Pratikno dalam video yang ditayangkan pada Selasa (28/7/2020).

Bisa dilihat bahwa pandemi Covid-19 tidak dapat mencegah Bangsa ini untuk memperingati hari kemerdekaannya secara meriah meski dengan berbagai keterbatasan. Tidak hanya dari sisi Pemerintah, antusiasme juga ditunjukan oleh masyarakat.

Penjual Bendera Merah Putih mulai bermunculan, entah itu yang di pinggir jalan maupun berkeliling menggunakan gerobak dorong. Selain menjual aneka ukuran bendera, ada juga yang melengkapi dagangannya dengan menjual tiang terbuat dari bambu.

Sebagian warga juga telah memasang Bendera Merah Putih di depan rumahnya sesuai imbauan Sekretarian Negara. Sebagian lainnya bahkan sudah mulai melakukan persiapan, dari memasang spanduk hingga mengecat pagar dan gapura. Pun pengendara mobil dan motor memasang aksesoris bernuansa merah putih di kendaraannya. Tentu, semua itu dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sumber: infopublik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here