Home Merdeka Perjuangan Ulama dan Santri Merebut Kemerdekaan

Perjuangan Ulama dan Santri Merebut Kemerdekaan

466
0

Oleh Novie Fauziah

Sejarahone.id – Indonesia merasakan berkah kemerdekaan sudah 74 tahun lamanya. Namun, tahukah generasi milenial bahwa kemerdekaan diraih tak lepas dari perjuangan para ulama dan santri yang sangat luar biasa. Salah satu contohnya, peran vital KH Hasyim Asyari serta para ulama lainnya dan juga para santri dalam pertempuran 10 November di Surabaya.

Sayangnya Indonesia tak mencatat perjuangan ulama dan santri dengan baik. Banyak perjuangan tokoh-tokoh Islam yang tak dituliskan dalam buku sejarah. Sejarawan Senior, Ahmad Mansur Suryanegara mengatakan, sejarah umat Islam dalam perjuangan kemerdekaan masih dikaburkan.

Mansur mengatakan bahwa peran ulama dalam membela bangsa dan negara secara perlahan malah dikesampingkan. Menurutnya, banyak catatan sejarah yang menulis kontribusi ulama dan santri yang tidak tercatat dan terpublikasikan secara benar. Ini cukup menyedihkan. Sejatinya penulisan sejarah itu akan ditentukan siapa yang memimpin negeri ini.

Misal kasusnya, dalam sebuah tulisan yang berjudul ‘Pemberontakan Kartosoewiryo di Jawa Barat, Daud Beureuh di Aceh atau Kahar Muzakar di Sulawesi’, di sini tokoh Islam hanya diceritakan sebagai pemberontak, tanpa dijelaskan sebelumnya bahwa mereka juga punya andil besar dalam perang kemerdekaan Indonesia.

Mansur juga mengkritik pemberian gelar pahlawan bagi seseorang yang masih dipertanyakan perjuangannya. Sedangkan para ulama terdahulu dianggap seperti pengkhianat dan pemberontak pada zaman itu.

Contohnya adalah HOS Tjokroamintoto, orangnya luar biasa dan kalau bicara semuanya meresap dalam pikiran pendengarnya. Salah satu muridnya adalah Buya Hamka yang Islam-nya binaan Tjokroaminoto.

HOS Tjokroaminoto sebagai tokoh Syarikat Islam merupakan tokoh yang pertama kali mengumandangkan akan nasionalisme atau semangat kebangsaan yang dilandasi cinta negara dan juga cinta agama. Jadi, kata Mansur, seolah-olah orang Islam tidak boleh nasionalis.

Selain itu, Mansur juga mengimbau agar masyarakat, terutama umat muslim agar memperbanyak bacaan tentang sejarah perjuangan Islam di Indonesia dengan sumber yang akurat dan juga terpercaya. Jangan sampai kita orang Islam tidak tahu dengan sejarah kita sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here