Home Merdeka Perjuangan Diplomat Ulung Untuk Kedaulatan RI

Perjuangan Diplomat Ulung Untuk Kedaulatan RI

98
0
AR Baswedan bersama Haju Agus Salim, dkk memperjuangkan Kemerdekaan RI secara de facto

SEJARAHONE.ID – Perjuangan diplomasi Agus Salim demi meraih kedaulatan NKRI patut menjadi contoh bagi milenial. Agus Salim adalah diplomat ulung yang berperan besar dalam memperjuangkan pengakuan kedaulatan Indonesia.

Pasca proklamasi kemerdekaan, pemerintah Indonesia bekerja keras mendapatkan pengakuan Internasional untuk memperkuat status negara Indonesia di mata dunia.Untuk mendapat pengakuan Internasional, pemerintah Indonesia banyak melakukan upaya diplomasi dengan negara-negara Asia, Afrika dan forum Internasional PBB.

Indonesia mengirimkan beberapa diplomat yang cakap untuk menjalin hubungan dan berunding dengan negara-negara di dunia.

Kepiawaian Agus Salim  memperjuangkan pengakuan kedaulatan Indonesia berbuah hasil, Mesir adalah salah satu negara  yang bersedia memberikan dukungan dan mengakui kemerdekaan RI pasca proklamasi. Dalam buku H. Agus Salim (1884-1954): Tentang Perang, Jihad dan Pluralisme (2014) karya St Sularto, Agus Salim mendapat julukan sebagai The Grand Old Man karena kepiawaiannya dalam melakukan perundingan dengan negara-negara Arab serta memimpin delegasi Indonesia di forum PBB tahun 1947.

Perundingan Indonesia Belanda

Peranan Agus Salim dalam diplomasi bermula ketika ia ditunjuk sebagai wakil Indonesia dalam perundingan pendahuluan antara Indonesia dan Belanda di Jakarta.

Perundingan pendahuluan Indonesia dan Belanda  berlangsung pada 23 Oktober 1945 untuk membahas konflik antara Indonesia dan Belanda pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Dalam perundingan pendahuluan ini, Agus Salim mengungkapkan argumen bahwa Indonesia bukan bagian dari Kerajaan Belanda.

Argumen tersebut didasarkan pada realita bahwa Belanda telah kalah perang dan menyerah kepada Jepang pada tahun 1942. Maka dari itu, Belanda tidak memiliki dasar kekuasaan atas Indonesia.

Agus Salim kemudian melakukan misi diplomatik Indonesia ke Negara Arab

Dalam jurnal Diplomasi RI di Mesir dan Negara-Negara Arab pada tahun 1947 (2007) karya Suranta Abd. Rahman, pemerintah Indonesia menunjuk Agus Salim sebagai ketua dalam misi diplomatik Indonesia ke negara-negara Arab pada bulan April-Juli 1947. Misi tersebut berhasil, Mesir dan beberapa negara Arab mendukung dan mengakui  kemerdekaan Republik Indonesia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here