Home Merdeka Perjanjian Roem-Roijen Titik Tolak Pengakuan Kemerdekaan Indonesia

Perjanjian Roem-Roijen Titik Tolak Pengakuan Kemerdekaan Indonesia

344
0
https: img.okezone.com content 2015 04 13 337 1133588 perjanjian-roem-roijen-pijakan-pengakuan-kemerdekaan-indonesia-rPQ0Sng7V0.jpg

Tanggal 14 April 1949 menjadi  kilometer nol perundingan pasca-insiden besar, Serangan Oemoem 1 Maret 1949, Serangan Umum 1 Maret 1949 serta sejumlah bentrokan bersenjata lainnya antara TNI dengan pasukan Belanda.

Berkas:Mohammad Roem, Pekan Buku Indonesia 1954, p245.jpg - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Mohammad Roem

Pada 14 April, 71 tahun silam bertemulah Mohammad Roem selaku delegasi Indonesia dan Herman van Roijen di pihak Belanda. Sayangnya perundingan itu berjalan alot, sampai harus dicairkan dengan kedatangan Mohammad Hatta dari pengasingannya di Pulau Bangka, serta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX.

Setelah situasi tawar-menawar mencair, barulah berhari-hari kemudian, atau tepatnya 7 Mei 1949, kesepakatan dicapai. Inti dari Perjanjian Roem-Roijen itu berisikan penghentian perang gerilya TNI, gencata senjata serta persetujuan membawa perundingan lebih lanjut ke Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda.

Pada Perundingan Roem-Roijen ini pula, Sri Sultan H IX menegaskan bahwa Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tetap bagian dari Republik Indonesia,: “Jogjakarta is de Republiek Indonesie (Yogyakarta adalah Republik Indonesia),”.

Dampak dari perjanjian ini adalah pengembalian Presiden Soekarno dan Wapres Hatta dari pengasingan ke Yogyakarta, Ibu Kota RI, serta gencatan senjata, yang dimulai di Pulau Jawa pada 11 Agustus, serta Sumatera 15 Agustus di tahun yang sama.

Perjanjian Roem-Roijen ini juga jadi batu pijakan Indonesia mendapati pengakuan dari Belanda, yang sayangnya, tak mengakui Proklamasi 17 Agustus 1945, melainkan pada 27 Desember 1949. Pengakuan yang sedianya masih sangat dipermasalahkan sampai saat ini.

TULISKAN PENDAPAT KAMU?

Please enter your comment!
Please enter your name here