Home Pahlawan Sepak Terjang Tuanku Imam Bonjol dalam Perang Padri

Sepak Terjang Tuanku Imam Bonjol dalam Perang Padri

945
0

SEJARAHONE.ID – Tuanku Imam Bonjol dan Tiga Orang Haji cukup berperan dalam perjuangan perang padri. Berdasarkan  catatan Hadler, Tuanku Imam Bonjol adalah anak kampung dari lembah Alahan Panjang, ujung utara dataran tinggi Minangkabau, yang lahir pada 1772.

Nama aslinya adalah Muhamad Sahab dan sewaktu muda dipanggil Peto Syarif. Ia adalah murid ayahnya sendiri, Khatib Bayanudin, dan bergabung dengan surau ayahnya sebagai seorang guru.

Tuanku Imam Bonjol adalah anggota muda kaum ulama pada akhir 1790-an, Bonjol mendampingi patronnya ke pusat pembaruan Islam pimpinan Tuanku nan Tuo, seorang reformis yang berupaya melakukan penerapan hukum Islam.  Tatkala ketiga haji itu datang dari Mekah, termasuk Haji Miskin, Bonjol terpikat pada seruan syariat.

“Haji Miskin, bersekutu dengan kalangan reformis  dalam lingkungan Tuanku nan Tuo, mendirikan kampung-kampung bertembok, berupaya menerapkan syariat Islam di Sumatera Barat,” tulis Hadler, mengutip memoar Raffles.

Kaum agama berupaya menerapkan nilai-nilai Islam, yang kemudian bertentangan dengan nilai-nilai adat yang sudah ada di masyarakat. Pergolakan terjadi karena terdapat beberapa nilai adat yang tidak sesuai dengan nilai Islam.

Menurut Saleh Putuhena, Haji Miskin dan Haji Piobang dan Haji Sumanik hendak membersihkan Minangkabau dari hal-hal non-Islam. Namun, menurut Bertram Johannes Otto Schrieke dalam Pergolakan agama di Sumatera Barat (1973), sebelum Haji Miskin berangkat ke Mekah, gerakan memutihkan Islam di Minangkabau sudah berjalan.

Menurut Mardjani Martamin dalam Tuanku Imam Bonjol (1985), dari ketiga haji inilah, Tuanku Imam Bonjol, tokoh Padri paling sohor, belajar tentang cara memperbaiki Islam di Minangkabau sesuai nilai Islam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here