Home Ekonomi Penjajahan Ekonomi Belanda dan VOC

Penjajahan Ekonomi Belanda dan VOC

576
0

Sejarahone.id – Pada Maret 2002, Belanda melakukan perayaan 400 tahun VOC. Ketika rakyat Belanda  merayakan 400 tahun VOC, di Jakarta, Komite Nasional Pembela Martabat Bangsa Indonesia (KNPMBI) berunjuk rasa di Kedubes Belanda. Mereka memprotes perayaan berdirinya VOC yang di negeri Belanda diselenggarakan besar-besaran sepanjang 2002. Mereka juga menuntut agar Belanda meminta maaf atas pelanggaran HAM terhadap bangsa Indonesia selama masa penjajahan.

Dalam masalah VOC, ada dua sudut pandang yang berbeda antara kedua negara. Belanda ingin membangkitkan kembali kejayaan imperium VOC yang selama dua abad menguasai Asia dan Amerika Latin. Sementara bagi Indonesia, perayaan itu justru membangkitkan kembali luka-luka lama, berupa penderitaan rakyatnya.

Ketika Ratu Juliana dan Pangeran Bernard mengunjungi Indonesia pada awal 1970-an, di negeri Belanda sendiri ada yang meminta agar pasangan ini selama di Indonesia meminta maaf atas perlakuan Belanda selama masa penjajahan. Tapi, ketika ratu berada di Indonesia, pihak tuan rumah tidak mengusik-usik masalah tersebut.

Kedua belah pihak hanya menyatakan, agar berbagai peristiwa yang tidak menyenangkan di masa lalu dilupakan saja.

Perlakuan Kejam Belanda

Banyak perlakuan kejam yang hingga kini tidak mudah dihilangkan selama tiga setengah abad penjajahan Belanda. Setelah menaklukkan Jayakarta Mei 1619, menghancurkan keraton dan masjid serta mengusir seluruh penduduknya, pada 1621 Gubernur Jenderal JP Coen l memimpin sendiri ekspedisi militer ke Banda di Kepulauan Maluku. Tangan Coen yang penuh darah itu berhasil mengurangi penduduk hingga tinggal 1/10 dari jumlah semula.

Coen memperbudak penduduk yang masih hidup, untuk kemudian dibawanya ke Batavia. Para budak ini kemudian ditempatkan di sebuah kampung dekat Ancol, Jakarta Utara, yang kini bernama Kampung Banda(n). Dalam upaya menguasai dan monopoli rempah-rempah, Coen telah mengadakan pembunuhan besar-besaran di Ambon.

VOC Sejak Abad 17

Pada awal abad ke-17,  Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) salah satu perusahaan multinasional pertama dalam dunia. Pemerintah Hindia Belanda menguasai sumber daya alam Indonesia setelah melakukan penjajahan bertahun-tahun. Kemudian untuk memuluskan kegiatan perdagangan mereka, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan VOC di Batavia

Sejarah mencatat VOC telah mendirikan basis operasional mereka di kepulauan Indonesia untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah dunia. Pada tahun 1800, Hindia Belanda merupakan salah satu negara terbesar yang menerima manfaat finansial dari monopoli perdagangan komoditas nusantara di pasar internasional melalui hasil tani seperti kopi, teh, kina, karet, dan minyak sawit hasil bumi sepert minyak, batubaram timah dan tembaga. Hindia Belanda berubah menjadi Republik Indonesia setelah Perang Dunia II.

Sejarah ekonomi Indonesia terbentuk atas lokasi geografisnya yang terletak diantara persilangan samudera dan benua dunia. Sumber daya alam yang melimpah berupa hasil tani dan bumi serta penduduk yang tinggal dipenjuru kepulauan yang membentuk dasar dari perkembangan Negara Indonesia. Munculnya kontak dengan perdagangan internasional melalui mitra asing yang datang untuk berdagang juga ikut berperan penting dalam perkembangan Indonesia berupa kedatangan pedagang dari China, India, Arab dan Eropa yang ikut mengeksplorasi rempah-rempah.

Pada awal abad ke-21,  Indonesia berkembang menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, sekaligus sebagai kekuatan ekonomi negara berkembang dunia, mengantarkan Indonesia menjadi anggota G-20 dan masuk sebagai negara industri baru.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here