Home Pahlawan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Perjuangan dan Teladan Hidup

Panglima Besar Jenderal Soedirman, Perjuangan dan Teladan Hidup

259
0

Oleh Hamzah Afifi

SEJARAHONE.ID – Indonesia memiliki banyak tokoh perjuangan yang hebat. Mereka telah memberikan segenap jiwa dan raga untuk kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semangat juang dan pantang menyerah dari para pahlawan harus selalu dikenang oleh generasi pemuda penerus bangsa.

Selain itu, peri kehidupan para tokoh juga dapat dijadikan pelajaran berharga dalam meraih cita-cita bagi generasi muda zaman sekarang. Salah satu tokoh besar yang dimiliki bangsa Indonesia adalah Jenderal Soedirman. Beliau adalah sosok pejuang yang sangat dihormati dan disegani, baik kawan maupun lawan.

Jiwa pengorbanan, kedisiplinan, kepemimpinan dan semangat pentang menyerah Jenderal Soedirman patut dijadikan teladan hidup oleh generasi muda penerus bangsa. Beliaulah peletak dasar tentara Indonesia di awal berdirinya dengan segala bentuk tantangan dan hambatannya.

Jenderal Besar Raden Soedirman lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga pada 24 Januari 1916. Anak dari pasangan Karsid Kartawiraji dan Siyem ini merupakan seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia.

Menjadi panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama, ia secara luas terus dihormati di Indonesia. Terlahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga, Hindia Belanda, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi.

Soedirman dibesarkan dengan cerita-cerita kepahlawanan, juga diajarkan etika dan tata krama priyayi serta etos kerja dan kesederhanaan wong cilik atau rakyat jelata. Untuk pendidikan agama, ia dan adiknya mempelajari Islam di bawah bimbingan Kyai Haji Qahar. Soedirman termasuk seseorang yang taat agama dan selalu shalat tepat waktu.

Kematian Soedirman pada 29 Januari 1950 menjadi duka bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia tutup usia di umurnya yang cukup muda yakni 34 tahun karena penyakit TBC yang diidapnya. Bendera setengah tiang dikibarkan dan ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan prosesi upacara pemakaman.

Soedirman terus dihormati oleh rakyat Indonesia. Ia wafat kurang lebih satu bulan setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Pada tanggal 10 Desember 1964, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here