Pakar Sejarah: Berdasar Sejarah, Ibukota Tidak Boleh Dipindah dari Jakarta

    149
    0

    SEJARAHONE.ID – Pada bulan Maret 2021 DPR RI telah mengesahkan Prolegnas (Program Legislasi Nasional), di mana rencana pemeindahan Ibukota Negara dari Jakarta akan dipindah ke Kalimantan Timur. Bahkan pemindahan Ibukota menjadi Prolegnas Prioritas, di mana direncanakan, tahun 2024 pemindahan Ibukota telah tuntas dilaksanakan.

    Peneliti Sejarah Kebangsaan Indonesia, Bathara Hutagalung menyatakan bahwa dari segi nilai-nilai sejarahnya, STATUS IBUKOTA TIDAK BOLEH DICABUT DARI JAKARTA, apapun alasannya.

    Sejarah Pemindahan Ibu Kota Republik Indonesia: Dari Jakarta Ke Yogyakarta  Kembali Lagi Ke Jakarta – Pusat Sejarah TNI

    Jakarta adalah pusat penggerak revolusi dan pusat perjuangan persatuan rakyat Indonesia. Ruh dari Perjuangan Indonesia, Pusat Perjuangan ada di Jakarta. Jadi Jakarta ditetapkan sebagai ibukota telah ditetapkan sebagai ibukota oleh Presiden Soekarno yang ditetapkan oleh Undang-Undang Tahun 1964, dengan persetujuan DPR.

    Batahra mengungkapkan, yang boleh dilakukan adalah memindahkan Pusat Administrasi Pemerintahan, seperti yang telah dilakukan a.l. Malaysia, yang memindahkan Pusat Pemerintahan dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Kuala Lumpur tetap berstatus sebagai Ibukota Malaysia. Jarak Kuala Lumpur ke Putrajaya hanya 33 km. Demikian juga Belanda, yang memindahkan pusat administrasi pemerintahan dari Amsterdam ke Den Haag yang berjarak 64 km. Ibukota Belanda tetap Amsterdam.

     

    Di zaman Orde Baru, ada rencana memindahkan Ibukota ke Jonggol, Jawa Barat, yang hanya berjarak 50 km dari Jakarta.

    Awal penjajahan Belanda di Asia Tenggara dimulai pada 30 Mei 1619, dengan menaklukkan kota pelabuhan yang waktu itu bernama Jayakarta, yang sekarang bernama Jakarta.

    Di kota ini juga dikumandangkan pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945, dan dibentuknya negara bangsa (Nation state) Indonesia.

    Embrio persatuan para pemuda-pemudi pribumi di wilayah jajahan Belanda, Nederlands Indie, lahir dengan diselenggarakannya Kerapatan Besar Pemuda-Pemudi Indonesia Pertama (Kemudian dinamakan sebagai Kongres Pemuda Indonesia ke I), pada 30 April – 2 Mei 1926.

     

    Dalam Kongres Pemuda ke I ini dicetuskan gagasan SATU NUSA, SATU BANGSA, SATU BAHASA, yang rumusan finalnya baru dibacakan oleh Ketua Sidang dalam Kongres Pemuda ke II pada 28 Oktober 1928.

    Jakarta sebagai simbol persatuan dan kemerdekaan bangsa Indonesia, harus tetap berstatus sebagai IBUKOTA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. Pusat administrasi pemerintahan boleh di mana saja.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here