Home Opini Mengintip Sejarah Tradisi Bagi-bagi THR

Mengintip Sejarah Tradisi Bagi-bagi THR

32
0

Oleh Pramana Asmadiredja

SejarahOne.id – Mendengar kata Tunjangan Hari Raya atau yang biasa disingkat dengan sebutan THR tentu membuat para pekerja dan pegawai bahagia, pasalnya THR sendiri berkaitan dengan bagi bagi uang atau bahan makanan di momen hari raya lebaran. Lalu dalam aspek kemunculannya, seperti apa perjalanan sejarah tradisi bagi-bagi THR dalam dunia kerja di Indonesia?

Secara historis, THR muncul pertama kali pada tahun 1951, tepatnya pada masa Presiden Soekarno. Tokoh pertama kali yang mencetuskan ide bagi-bagi THR adalah Soekiman Wirdjosandjojo, melalui kabinetnya Soekiman Wirdjosandjojo memilih program kerja untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai negeri sipil yang pada masa itu masih disebut dengan Pamong Praja.

Program peningkatan kesejahteraan itu dilakukan dengan cara memberikan THR kepada para pegawai negeri sipil dengan jumlah nominal yang bermacam-macam mulai dari Rp 125 sampai Rp 200 dan diberikan ketika jatuh masa akhir bulan Ramadhan serta menjelang hari raya lebaran.

Motif diberikannya THR itu selain sebagai pelaksanaan program kerja juga dimotori niat agar para Pegawai Negeri sipil tersebut bersedia mendukung segala kebijakan Kabinet Soekiman Wirdjosandjojo.

“Awalnya THR diberikan hanya kepada Pegawai Negeri Sipil saja, namun kelompok buruh melakukan protes karena merasa adanya ketidak adilan, mengingat mereka juga bekerja keras. Sejak saat itu, kemudian kebijakan THR menjadi berkembang”.

Ide kabinet Soekiman Wirdjosandjojo menjadi titik awal dilaksanakan tradisi bagi-bagi THR pada berbagai instansi kenegaraan serta beberapa kantor swasta.

Peraturan terkait THR secara khusus dibuat pada tahun 1994, yaitu melalui peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No.04/MEN/1994 Tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan.

Aturan ini kemudian direvisi di tahun 2016 menjadi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2016 yang salah satu isinya berbunyi bahwa pegawai dengan minimal masa kerja 1 bulan sudah berhak mendapatkan THR.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa Tunjangan Hari Raya atau THR pertama kali muncul pada masa Presiden Soekarno, dan sosok Soekiman Wirdjosandjojo menjadi pelopor tradisi bagai-bagi THR dalam dunia kerja di Negeri ini.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here