Home Ekonomi Mengenang Asal Usul May Day di Tengah Pandemi Global

Mengenang Asal Usul May Day di Tengah Pandemi Global

98
0
Collectie / Archief Fotocollectie Spaarnestad Onderwerpen Reportage / Serie Staatsvorming Indonesië: tot en met 1964 Beschrijving staatkunde , bestuur , staatsvorming , grenzen , grondwetten, Indonesië Locatie Indonesië Trefwoorden bestuur , grenzen , grondwetten, staatsvorming , staatkunde Fotograaf [onbekend] Materiaalsoort Foto

Oleh. Hana Wulansari

SejarahOne.id – Tanggal 1 Mei, seluruh dunia memperingati hari buruh sedunia atau May Day. Namun, berbeda dengan May Day 2020, di saat pandemi global covid 19, tak satu pun buruh turun ke jalan. Di tahun-tahun sebelumnya, 1 Mei selalu diramaikan dengan peristiwa ratusan ribu buruh turun ke jalan-jalan kota besar di Indonesia, aksi yang sama di seluruh dunia.

Peristiwa ini dikenal dengan nama May Day, dimana setiap tanggal 1 Mei adalah momen untuk para buruh menyuarakan aspirasi mereka, menuntut perbaikan kesejahteraan. Jika merunut sejarahnya, aksi ini pertama kali dimulai di Amerika Serikat, pada tahun 1880-an. Saat itu para buruh menuntut perubahan jam kerja. Aksi tersebut berlangsung rusuh selama berhari-hari, hingga menewaskan empat orang.

Peristiwa yang terjadi pada tanggal 1 Mei itu, kemudian dikenang sebagai aksi perlawanan buruh melawan para pemilik usaha. Sejak saat itulah, setiap tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional.

Menilik lebih jauh, tanggal 1 Mei sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan perkara perburuhan. Menurut sejarah, May Day adalah hari libur kaum pagan kuno untuk menandai permulaan musim panas. Di Mesir dan India kuno, 1 Mei dirayakan sebagai festival musim semi.

May Day juga dirayakan oleh bangsa Romawi dalam festival Floralia untuk menghormati Flora, dewi musim semi. Ketika bangsa Romawi memperluas kekuasaannya, tradisi ini menyebar ke banyak wilayah.

Ketika tradisi ini masuk ke negara-negara Barat seperti Inggris dan Amerika, May Day mengalami perubahan bentuk. Di Inggris, pada abad pertengahan selebrasi May Day menjadi acara tari-tarian mengelilingi tiang kayu yang dihiasi oleh bebungaan, atau yang dikenal dengan acara Maypole.

Kemudian para buruh di Amerika Serikat pada 1 Mei 1886 menggelar aksi protes nasional, menuntut 8 jam kerja setiap hari. Setelah sebelumnya, buruh bekerja selama 10 jam setiap harinya.

Aksi buruh di Amerika ini diikuti oleh 50 ribu buruh, salah satu yang terbesar adalah di di alun-alun Haymarket Chicago. Aksi di Chicago berujung bentrok antara buruh dan polisi, menewaskan empat orang. Untuk menghormati mereka yang tewas, Konferensi Sosialis Internasional menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional. Di AS, Hari Buruh ditetapkan sebagai hari libur nasional pada tahun 1894.

Mogok Kerja Masif Pertama Tahun 1806 

Mogok kerja yang dilakukan oleh para pekerja Cordwainers pada tahun 1806 ini adalah titik pertama sebuah cahaya baru bagi para buruh internasional. Peristiwa mogok kerja ini dilakukan secara masif dan berhasil membawa pengorganisir nya ke meja pengadilan dan mengangkat fakta – fakta mengerikan yang terjadi pada buruh. Saat itu para buruh diketahui bekerja selama 19 sampai 20 jam setiap hari. Dan mereka memperjuangkan untuk direduksinya jam kerja bagi buruh di Amerika Serikat.

Diketahui bahwa pada masa itu buruh tidak hanya melakukan mogok kerja satu kali. Mereka terus melakukan aksi demonstrasi hingga perjuangan mereka membuahkan hasil. Dalam beberapa aksi mogok kerja yang terjadi di beberapa kota besar Amerika Serikat ini, munculah dua nama yang dianggap menyumbangkan gagasan untuk menghormati para buruh, ia adalah Peter McGuire dan Matthew Maguire mereka adalah pekerja mesin dari New Jersey. Mereka berdua berusaha melakukan komunikasi dengan para buruh, pengangguran serta meminta kepada pemerintah agar memberikan pekerjaan dan uang lembur bagi para buruh tersebut. Sehingga McGuire terkenal dengan sebutan “pengganggu ketenangan masyarakat”

Parade hari buruh terbesar pertama kali terjadi di New York. Bagaimana tidak? Parade ini dilakukan oleh 20.000 orang sambil membawa spanduk bertuliskan “8 jam kerja, 8 jam istirahat dan 8 jam rekreasi”.

Spanduk ini sebagai ungkapan isi hati para buruh khusus nya di Amerika Serikat. Peristiwa ini terjadi tepatnya pada tanggal 5 September 1882 kemudian dalam tahun – tahun berikut nya gagasan ini menyebar ke negara – negara bagian. Tentu saja hal ini disambut baik dan negara – negara bagian sepakat untuk merayakan nya. Namun belum menjadi hari libur umum.

Kemudian di tahun 1887, Oregon menjadikan tanggal 5 September menjadi hari libur umum. Oregon adalah negara bagian yang pertama kali melakukan terobosan besar bagi negara – negara lain nya dengan menetapkan hari buruh menjadi hari libur umum.

Sejarah Hari Buruh di Indonesia

Sejak tahun 1920, Indonesia mulai memperingati May Day, tetapi sejak pemerintahan Orde Baru peringatan May Day menjadi hal yang dilarang di Indonesia, 1 Mei bukan lagi menjadi hari libur nasional ini karena gerakan buruh di kaitkan dengan gerakan dan faham Komunis yang sejak peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965 menjadi terlarang di Indonesia.

Setelah era Orde Baru, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan sebagai hari buruh di Indonesia dengan demonstrasi diberbagai kota. Sejak tahun 1999 sampai tahun 2015 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori membahayakan ketertiban umum, yang terjadi malahan tindakan refresif dari aparat keamanan.

Aksi ribuan buruh di Indonesia kembali terjadi usai masa reformasi, tepatnya pada 1 Mei 2000. Saat itu aksi mogok para buruh berlangsung selama 1 minggu penuh, membuat para pengusaha ketar-ketir. Barulah pada tahun 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional.

Hari Buruh Internasional tidak melulu diwarnai dengan kekerasan. Di beberapa negara, May Day dirayakan dengan festival penuh keceriaan. Salah satunya di Seattle yang diwarnai dengan konser musik, atau di Minneapolis dengan aksi parade kostum serta kendaraan warna-warni. Namun, perayaan ini tetap digelar untuk menyuarakan aspirasi buruh.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here