Home Khasanah Mengahadapi Wabah dalam Pandangan Ibnu Hajar

Mengahadapi Wabah dalam Pandangan Ibnu Hajar

66
0
Ilustrasi Wabah Black Death

SEJARAHONE.ID- Al-Hafizh Ibnu Hajar mulai menulis kitab ini pada tahun 1416 M, lalu berhenti. Ia baru menuntaskannya pada tahun 1430 M setelah muncul bid’ah di masyarakat berupa seru keluar rumah untuk berkumpul dan berdoa layaknya shalat istisqa.

Bagi Ibnu Hajar, orang yang berdiam di rumah selama wabah, sembari bersabar dan mengharap ridha Allah, ia akan memperoleh pahala seperti orang mati syahid meski dirinya tidak terkena wabah. Ia mengutip hadis Nabi, “Sesungguhnya kebanyakan para syuhada di kalangan umatku adalah orang-orang yang mati di atas kasur.”

Patut disebutkan di sini, tiga putri Ibnu Hajar wafat karena taun yang terjadi pada masa itu. Kitab ini dibuat khusus untuk memberikan pencerahan kepada umat Islam dalam menghadapi sebuah pandemi. Yang spesial dari buku ini, semuanya sangat cocok dan relevan dengan semua protokol kesehatan yang ada saat ini, bahkan lebih ketat.

Pengalaman Ibnu Battuta dalam menghadapi wabah yang dituliskan kembali oleh Ross E. Dunn, sejarawan San Diego State University, dalam Petualangan Ibnu Battuta, Seorang Musafir Muslim Abad 14. Maut Hitam atau Black Death merupakan salah satu wabah yang pernah terjadi di negara-negara Islam di kawasan Timur Tengah.

Jauh sebelum maut hitam, wabah telah merebak di wilayah Kekaisaran Romawi Timur pada masa Kaisar Justinian (527–565).

Wabah penyakit berikutnya secara beruntun menyerang negeri-negeri Islam. Pada era Nabi Muhammad Saw. ada wabah Shirawayh. Wabah pertama pada awal sejarah Islam ini terjadi di Al-Mada’in (Ctesiphon), pusat pemerintahan Persia, pada 627–628 M.

Wabah berikutnya adalah Amwas. Michael Walters Dols, sejarawan Amerika Serikat, dalam “Plague in Early Islamic History” termuat di Journal of the American Oriental Society menjelaskan, wabah ini dinamai demikian karena menyerang tentara Arab di Amwas, Emmaus, sebuah wilayah di Jerusalem. Peristiwa ini terjadi pada masa Kekhalifahan Umar bin Khathab tahun 638/639. Wabah Amwas mungkin menyerang dua kali pada Muharram dan Safar. Wabah ini menelan korban jiwa 25.000 tentara muslim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here