Home Galeri Lawang Sewu, Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Semarang

Lawang Sewu, Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Semarang

19
0

SejarahOne.id- Lawang Sewu adalah sebuah bangunan yang ada di Semarang sekaligus menjadi salah satu ikon dari kota Semarang. Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah.

Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang.

Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.Bangunan ini sudah berusia lebih dari seratus tahun karena dibangun pada tahun 1904 dan selesai di tahun 1907.

Masyarakat Semarang menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang). Lokasinya berada di Jalan Pemuda, Semarang, tepat menghadap ke Tugu Muda. Dulu bangunan ini berfungsi sebagai Kantor Pusat Administrasi Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here