Home Galeri Kisah Raden Patah Melepaskan Diri Dari Majapahit

Kisah Raden Patah Melepaskan Diri Dari Majapahit

183
0

SEJARAHONE.ID – Pada awal tahun 1500 Raden Patah melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit.
Siapakah Raden Patah? Ia seorang bupati Demak yang telah memeluk agama Islam.
Dengan bantuan para ulama, Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak, kerajaan Islam
pertama di Pulau Jawa.

Dalam waktu singkat, Demak berkembang menjadi kerajaan
besar. Wilayah Kerajaan Demak meliputi Jepara, Semarang, Tegal, Palembang, Jambi,
pulau-pulau antara Kalimantan dan Sumatra, serta beberapa daerah di Kalimantan.
Pelabuhan-pelabuhan penting yang dikuasai Demak ialah Jepara, Tuban, Sidayu, Jaratan
dan Gresik. Dalam pengembangan agama Islam, Demak berperan penting. Pada waktu
itu Demak menjadi pusat penyebaran agama Islam. Penyebar agama Islam dengan
sebutan wali. Sebagai tempat beribadah dan pusat kegiatan agama para wali mendirikan
masjid di Demak.

Menurut Babad Tanah Jawi, Raden Patah adalah putra Brawijaya raja terakhir
Majapahit (versi babad) dari seorang selir Tionghoa. Selir Tionghoa ini puteri dari Kyai
Batong (alias Tan Go Hwat). Karena Ratu Dwarawati sang permaisuri yang berasal dari
Campa merasa cemburu, Brawijaya terpaksa memberikan selir Cina kepada adipati nya
di Palembang, yaitu Arya Damar.

Setelah melahirkan Raden Patah, putri Tionghoa
dinikahi Arya Damar (alias Swan Liong), melahirkan Raden Kusen (alias Kin San)
Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa ketika Kerajaan Majapahit yang
berbasis Hindu-Budha mengalami kemunduran pada tahun 1478 (Victoria, 1987: 87).
Demak merupakan kota dagang di Pantai utara Jawa.

Namun kekuasaanya sebagai
kerajaan Islam pertama yang berdirinya disokong oleh dewan Wali Songo ini hanya
bertahan selama tiga masa kekuasaan. Sultan pertama adalah Raden Patah yang
merupakan keturunan dari Raja Majapahit Brawijaya V. Ia bergelar Sultan Alam Akbar
al Patah. Raden Patah adalah putra Raja Kertabumi (Brawijaya V) dari Majapahit
dengan putri Cina.

Pada waktu itu Raden Patah sebagai Bupati Demak, yang secara
resmi masih di bawah kekuasaan Majapahit. Setelah Demak menjadi kuat dan ketika
Majapahit dipegang oleh Girindrawarna, pada tahun 1500 Raden Patah melepaskan diri
dari kekuasaan Majapahit. Dengan dibantu oleh wali, Raden Patah kemudian
memproklamasikan berdirinya Kerajaan Islam yang terkenal dengan sebutan Kesultanan
Demak. Kerajaan ini merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan
Demak kemudian berkembang menjadi kerajaan besar. Di bawah pimpinan raja dan
dibantu oleh para wali, Demak berkembang menjadi pusat penyebaran agarna Islam
yang sangat penting.

Dengan berkembangnya Islam di Demak, maka Demak dapat berkembang
sebagai kota dagang dan pusat penyebaran Islam di pulau Jawa. Hal ini dijadikan
kesempatan bagi Demak untuk melepaskan diri dengan melakukan penyerangan
terhadap Majapahit. Setelah Majapahit hancur maka Demak berdiri sebagai kerajaan
Islam pertama di pulau Jawa dengan rajanya yaitu Raden Patah. Kerajaan Demak secara
geografis terletak di Jawa Tengah dengan pusat pemerintahannya di daerah Bintoro di
muara sungai, yang dikelilingi oleh daerah rawa yang luas di perairan Laut Muria.
(sekarang Laut Muria sudah merupakan dataran rendah yang dialiri sungai Lusi).

Raden Patah berhasil mendirikan Kerajaan Demak, perkembagan Islam pesat pada masa kejayaan RadenPatah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here