Home Ekonomi Sejarah Portugis Mengeksploitasi Rempah-rempah Nusantara

Sejarah Portugis Mengeksploitasi Rempah-rempah Nusantara

83
0

SEJARAHONE.ID –  Pakar sejarah Sadirman dan Amurwani memaparkan bahwa setelah berhasil menemukan perlengkapan ekspediasi dan berhasil melakukan ekspedisi, bangsa-bangsa Eropa berupaya melakukan invansi ke negara-negara yang disinggahinya. Di samping itu, terdapat peristiwa yang melatarbelakangi penjelahan samudera oleh bangsa-bangsa Eropa, termasuk Spanyol dan Portugis, yakni jatuhnya Konstantinopel di tangan Turki Ustmani.

Menurut catatan Sadirman dan Amurwani dalam Sejarah Indonesia (2014), ketika Konstantinopel dikuasai Turki Usmani,  menyebabkan akses perdagangan internasional di kawasan Laut Tengah terhambat. Dampaknya, harga rempah-rempah di Eropa melambung tinggi sehingga bangsa-bangsa imperialis dari Barat, termasuk Portugis dan Spanyol, mencari komoditi ke negeri-negeri di kawasan Timur jauh, hingga ke Kepulauan Nusantara.

Spanyol Perintis Penjajahan

Sejarah Kedatangan Spanyol Spanyol disebut-sebut sebagai bangsa perintis penjelajahan samudera demi mencari rempah-rempah. Pada 3 Agustus 1492, pelaut asal Spanyol, Christopher Columbus, memimpin pelayaran ke arah barat. Armada Columbus tiba di Kepulauan Kanari, Afrika sebelah Barat, tanggal 6 September 1492. Setelah itu, mereka lanjut berlayar hingga menemukan Kepulauan Bahama, Amerika, pada 12 Oktober 1492.

Awalnya, Columbus mengira bahwa wilayah tersebut adalah India atau Hindia. Oleh karena itu, Columbus menyebut orang asli wilayah itu dengan istilah “Indian”.

Berkat perjalanannya ini, Columbus diakui sebagai penemu benua baru yang bernama Amerika. Pelaut lain asal Spanyol menyusul jejak Columbus. Ferdinand Magellan beserta kapten kapal Yan Sebastian del Cano berlayar sampai Amerika. Di sana, mereka menemukan selat yang jalurnya mengarahkan Samudera Atlantik ke Samudera Pasifik.

Maret 1521, rombongan kedua Spanyol ini tiba di Pulau Guam hingga sampai ke Kepulauan Filipina pada April di tahun yang sama. Di Filipina, dikutip dari Philippine Historical Review (1972), terjadi konflik dengan penduduk setempat yang menewaskan Magellan. Yan Sebastian del Cano membawa rombongannya melarikan diri ke arah selatan.

Beberapa waktu berselang, mereka tiba di Kepulauan Maluku, kawasan Timur Nusantara penghasil rempah-rempah. Keberhasilan Spanyol menemukan wilayah baru membuat Raja Portugis yakni Manuel I penasaran. Sang raja menitahkan Vasco da Gama untuk berlayar dan menemukan daerah yang kaya akan rempah-rempah. Elaine Sanceau dalam Good Hope: the Voyage of Vasco Da Gama (1967) mengungkapkan, perjalanan Vasco da Gama dimulai melalui rute Tanjung Harapan, Afrika.

Mereka selanjutnya mengembangkan layar menuju Lautan Hindia. Tahun 1498, Vasco da Gama beserta awak kapalnya tiba di Goa, pantai sebelah barat India. Di negeri ini, Portugis membangun kantor dagang beserta benteng pertahanan. Vasco da Gama diberikan hak kuasa atas daerah Goa oleh Raja Portugis. Rombongan Portugis berikutnya dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque untuk melanjutkan upaya dari Vasco da Gama. Pelayaran Alfonso de Albuquerque akhirnya sampai di Malaka, kawasan barat Nusantara.

Portugis menaklukkan Malaka dan memonopoli perdagangan di sana. Timbul sejumlah konflik. Portugis berulangkali mendapatkan perlawanan dari bangsa Melayu di Malaka maupun dari kerajaan-kerajaan di Nusantara, termasuk dari Jawa. Ternyata Portugis mampu menandingi dan meredam perlawanan-perlawanan tersebut.

Bahkan, monopoli yang dijalankan Portugis di Malaka akhirnya meluas sampai ke kawasan timur Nusantara dan berhasil mengenyahkan Spanyol. Portugis termasuk salah satu bangsa Barat yang menjamah Nusantara, selain Spanyol, Inggris, Perancis, Belanda, dan Jepang, hingga Indonesia menyatakan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here