Home Galeri Kisah Pedih Selir Jaman Belanda

Kisah Pedih Selir Jaman Belanda

92
0

SEJARAHONE.ID – Selama 350 tahun menjajah nusantara, Belanda tidak hanya merampas kekayaan sumber daya alam. Para kumpeni juga melakukan penjajahan fisik yang keji, melakukan kerja paksa dan tanam paksa. Penjajah Belanda juga melakukan kejahatan moral, serta menyisakan korban-korban pemuas nafsu mereka.

Sebagaian besar kompeni, baik prajurit, pedagang atau birokrat Belanda  datang ke Indonesia tidak membawa serta keluarganya. Istri dan anak-anaknya ditinggal di Belanda. Hal ini yang membuat mereka merasa kesepian semasa hidup di nusantara.

Akibatnya, mereka melampiaskan nafsunya kepada wanita-wanita pribumi.

 

Kisah Gundik dan Nyai Di Batavia | Republika Online

Kumpeni Belanda dan Nyai yang dinikahi

 

Beberapa kumpeni hanya memuaskan nafsunya pada pembantu rumah tangga atau perempuan pribumi yang dipaksa melayani.

 

Ada pula yang melakukan pernikakahan. Para kumpeni menikahi ‘Nyai’ atau ‘gundik’. Nyai adalah sebutan kepada wanita-wanita yang dinikahi orang-orang Belanda. Mereka diposisikan sebagai seorang selir, ketimbang istri resmi.

Bahkan, status sosial nyai tidak pernah setara dengan pria yang menikahinya sendiri.

 

Nyai dalam Kekuasaan Patriarki - Historia

 

Meskipun kerap memberikan buah hati, kebanyakan para kompeni meminang Nyai bukan karena cinta, melainkan nafsu. Mereka tidak dipandang sebagai istri, melainkan pengurus rumah tangga. Setelah sang suami beres bertugas di Indonesia dan kembali ke Eropa, mereka ditinggalkan.

Bahkan untuk meminang pun harus ada ‘perjanjian uang’ kepada keluarga Nyai. Meskipun menyandang status sebagai istri orang Eropa, seorang Nyai tetap dipandang rendah oleh pribumi.

TULISKAN PENDAPAT KAMU?

Please enter your comment!
Please enter your name here