Home Uncategorized Ketika Yahudi Mengusir Warga Palestina dari Tanah Kelahirannya

Ketika Yahudi Mengusir Warga Palestina dari Tanah Kelahirannya

103
0

SEJARAHONE.ID – Pada Ramadhan 2021, ketika umat Islam Palestina sedang beribadah, puluhan tentara Israel melakukan serangan biadab. Peristiwa itu mengakibatkan  ratusan warga Palestina meninggal,  serta sekitar 20 polisi Israel terluka dalam bentrokan di Yerusalem.

Bentrokan tersebut  ini terjadi menyusul kenaikan ketegangan selama satu bulan terakhir, tetapi konflik Israel dan Palestina itu sendiri telah berlangsung puluhan tahun, bahkan sekitar ratusan tahun lalu.

Sejak berkuasanya Nazi pada tahun 1933 hingga menyerahnya Jerman Nazi pada tahun 1945, lebih dari 340.000 orang Yahudi telah beremigrasi dari Jerman dan Austria. Tragisnya, hampir 100.000 di antaranya mengungsi ke negara-negara yang di kemudian hari ditaklukkan oleh Jerman. Ratusan ribu bangsa Yahudi yang terusir mengungsi ke beberapa negara dan ditolak. Sekitar puluhan ribu pengungsi itu diterima di Palestina.

Awalnya Yahudi Adalah Pengungsi di Palestina
Pasca Perang Dunia I yang dimenangkan Inggris. Wilayah Palestina ditempati oleh bangsa minoritas Yahudi yang mengungsi dari Jerman,dan  bangsa  Palestina, sebagai pemilik asli tanah Palestina.
Bethlehem pada awal Abad ke-20

SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES, Potret Bethlehem pada awal Abad ke-20.

Ketegangan antara Yahudi yang mengungsi ke Palestina dan warga Palestina  meningkat ketika  Inggris mendirikan “rumah nasional” di Palestina bagi warga Yahudi.

 Yahudi mengklaim bahwa  wilayah itu adalah tanah air leluhur mereka. Dan warga Palestina sebagai pemilik wilayah Palestina mengakui bahwa masjidil Aqsa adalah tanah suci tempat Rosulullah Muhammad mengawali perjalanan suci Isra Mi’raj.

Antara tahun 1920-an hingga 1940-an, jumlah orang Yahudi yang datangke Palestina bertambah. Banyak di antara mereka adalah orang Yahudi yang menyelamatkan diri dari persekusi Eropa dan mencari tanah air sesudah Holokaus Perang Dunia Kedua.

Kekerasan antara Yahudi dan Arab, dan aksi menentang kekuasaan Inggris, juga meningkat.

Pada tahun 1947, PBB memutuskan wilayah Palestina dibagi menjadi dua negara terpisah bagi bangsa Yahudi dan bangsa Arab Palestina. Adapun Yerusalem ditetapkan sebagai kota internasional.

Pengaturan itu diterima oleh kalangan pemimpin Yahudi tetapi ditolak oleh bangsa Arab dan kemudian tidak pernah diterapkan.

Yahudi Mendeklarasi Negara Israel

Karena tidak bisa menyelesaikan masalah, pada 1948 penguasa Inggris angkat kaki dan para pemuka Yahudi mendeklarasikan pembentukan negara Israel. Banyak warga Palestina menolaknya dan kemudian pecah perang. Tentara dari negara-negara Arab yang bertetangga melakukan serangan balik terhadap orang Yahudi yang menyerang Palestina.

Orang-orang Yahudi di Palestina mendapatkan bantuan senjata dari sekutunya, dan terus menerus melakukan serangan keji terhadap warga sipil Palestina. Serangan-serangan itu telah menewaskan ribuan wanita dan anak kecil.

Tentara Pasukan Arab menembak ke arah petempur Yahudi dari Haganah, pasukan bela diri Yahudi pada Maret 1948, konflik Israel-Palestina

SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES, Tentara Pasukan Arab melindungi warga Palestina dari serangan Israel

Ratusan ribu warga Palestina melarikan diri atau dipaksa meninggalkan rumah dalam perisyiwa yang mereka sebut sebagai Al Nakba atau “Malapetaka”.

Menjelang akhir pertempuran satu tahun kemudian melalui gencatan senjata, Israel sudah berhasil menguasai sebagian besar wilayah Palestina. Yordania menduduki wilayah yang kemudian menjadi Tepi Barat, dan Mesir menguasai Gaza. Yerusalem dibagi antara pasukan Israel di bagian Barat, dan pasukan Yordania di bagian Timur.

Karena tidak pernah ada perjanjian perdamaian – kedua belah pihak saling menyalahka – terjadi lah perang dan pertempuran selama puluhan tahun berikutnya.

Peta wilayah sekarang

Map of Israel's boundaries today
Presentational white space

Dalam perang berikutnya pada tahun 1967, Israel menduduki Yerusalem Timur dan Tepi Barat, dan juga sebagian besar wilayah Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Suriah, Gaza dan Semenanjung Sinai yang dikuasai Mesir.

Mayoritas pengungsi Palestina dan keturunan mereka tinggal di Gaza dan Tepi Barat. Mereka juga tinggal di negara tetangga Suriah, Yordania dan Lebanon.

Israel tidak mengizinkan para pengungsi itu dan keturunan mereka pulang ke rumah mereka sendiri. Israel beralasan kepulangan pengungsi akan membebani negara itu dan mengancam keberadaan negara iti sebagai negara Yahudi.

Komandan militer Israel tiba di Yerusalem Timur, setelah pasukannya merebut wilayah itu dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967.

SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES, Komandan militer Israel tiba di Yerusalem Timur, setelah pasukannya merebut Palestina dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967.

Israel masih menduduki Tepi Barat, dan meskipun sudah mundur dari Gaza, PBB masih mengamankan wilayah Gaza.

Perjanjian damai seharusnya dapat memberikan dukungan terhadap warga sipil Palestina yang telah mengalami kekejaman pasukan Israel selama puluhan tahun. PBB Seharusnya dapat menindak tegas kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan Israel bertahun-tahun.

Israel mengakui seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya, sedangkan Palestina menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya di masa depan.

Amerika Serikat adalah salah satu dari segelintir negara yang mengakui klaim Israel atas seluruh wilayah kota tersebut.

Peta

Selama 50 tahun terakhir, Israel telah membangun permukiman di daerah-daerah itu yang kini ditempati oleh lebih dari 600.000 warga Yahudi.

Palestina menegaskan pembangunan itu melanggarar hukum internasional dan menjadi batu sandungan dalam perundingan perdamaian, tetapi Israel menepisnya.

Israel Terus Melakukan Perampasan Wilayah Palestina israel terus melakukan perebutan wilayah Palestina. Mereka melakukan upaya perluasan wilayah jajahan. Dan, warga Palestina terus berupaya mempertahankan tanah air mereka.

Israel terus melakukan kekejaman terhadap warga sipil Palestina. Permasalahan Israel dan Palestina terus meruncing. Di antaranya adalah apa yang dilakukan terhadap pengungsi Palestina, apakah permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki Israel dibiarkan atau dibongkar.

Masalah lain terkait dengan Yerusalem, apakah kedua pihak seharusnya berbagi kota itu. Dan yang mungkin paling pelik adalah apakah negara Palestina semestinya didirikan berdampingan dengan Israel.

Pasukan keamanan Israel di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel, konflik Israel-Palestina.

SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES, Pasukan keamanan Israel menembakkan gas air mata dalam bentrokan dengan pengunjuk rasa dari warga Palestina di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel

Selama 25 tahun terakhir, perundingan perdamaian kadang kala digelar, namun hingga kini belum berhasil menyelesaikan konflik.

Konflik Palestina-Israel belum akan terselesaikan dalam waktu dekat.

 Palestina menganggap alternatif solusi yang ditawarkan AS dan juga PBB dianggap condong ke Israel dan pada akhirnya tidak pernah diterapkan.

Yerusalem

Perjanjian damai seharusnya dapat memberikan dukungan terhadap warga sipil Palestina yang telah mengalami kekejaman pasukan Israel selama puluhan tahun. PBB Seharusnya dapat menindak tegas kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan Israel bertahun-tahun.

TULISKAN PENDAPAT KAMU?

Please enter your comment!
Please enter your name here