Home Opini Kartini Milenial Masa Pandemi

Kartini Milenial Masa Pandemi

208
0

Oleh Diah Budiarti, S.Pd, M.Pd (Guru Bahasa Indonesia SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School)

SejarahOne.id – “Habis Gelap Terbitlah Terang”, sebuah karya yang pernah ditulis oleh sosok pahlawan emansipasi, RA Kartini. Kartini kita kenal sebagai sosok yang luar biasa. Bagaimana tidak? Beliau hidup dalam jeruji adat tetapi masih mampu menyuarakan hatinya dalam buku fenomenal yang menginspirasi banyak orang.

Tanggal 21 April selalu diperingati secara nasional sebagai Hari Kartini yang telah ditetapkan sejak tahun 1964 oleh Presiden Soekarno. 21 April menjadi penghargaan terhadap perjuangan perempuan untuk mendapatkan hak-hak mereka dalam masyarakat Indonesia. Kartini yang dikenal sebagai sosok wanita perkasa dengan emansipasinya, memberi ruang bagi para wanita untuk bisa berkiprah di tengah masyarakat.

Sosok Kartini memberi inspirasi bagi wanita agar dapat memerangi ketidakadilan dengan keyakinan diri yang kukuh. Selain itu, Kartini juga dikenal sebagai sosok yang mandiri. Kisahnya pantas dikenang dan diteladani oleh para generasi milenial masa kini. Kartini masa kini di tengah Pandemi Covid-19 terpaksa menarik dirinya kembali di dalam rumah dan berada di tengah keluarga

Melihat pandemi Corona yang angka kasusnya kian hari masih mengerikan, wabah ini masih menjadi momok yang paling ditakuti. Kasus-kasus baru yang tersebar di berbagai wilayah menjadi ancaman seluruh lapisan masyarakat baik nasional hingga internasional. Di Indonesia saja data terkini telah tercatat 6.248 orang positif Covid-19. Jumlah ini menjadi lonjakan drastis yang dapat berlipat setiap satu harinya.

Pemberitaan wabah Corona saat ini sangat masif. Di mana-mana kita akan menemukan pemberitaan terkait ganasnya Covid-19. Jangankan virusnya, beritanya saja sudah bisa membuat dada sesak! Dalam setiap hari, ada penambahan jumlah orang positif terjangkit dan penambahan jumlah pasien yang meninggal meski ada beberapa yang mampu sembuh.

Belum reda akan hal itu, masyarakat tambah dihantui rasa gelisah dan ketakutan dengan berulahnya para napi pada kasus-kasus pencurian dan kriminalitas belakangan ini. Phsycal Distancing sesuai kebijakan pemerintah menjadi satu-satunya jalan untuk mengamankan diri. Karantina saat pandemi ala Kartini masa kini ini sebaiknya dilakukan semaksimal mungkin dengan cara-cara cerdas untuk menekan angka kasus yang kian meningkat.

Karantina Kreatif dari Rumah

Masa karantina yang biasanya dilakukan masyarakat sesuai standar pemerintah adalah 14 hari. Dalam hitungan hari itu, berkaitan dengan bagaimana virus menyerang sel dan membelah diri. Setelah menginfeksi seseorang, virus memerlukan beberapa waktu untuk mereplikasi atau menggandakan dirinya dan kemudian membuat penderita menyebarkannya melalui beberapa cara, seperti batuk atau bersin.

Inilah yang disebut masa inkubasi, yaitu masa ketika penderita pertama kali terinfeksi dan mulai menyebarkan virus, sebelum mengalami gejala. Masa karantina 14 hari sebagai margin aman untuk memastikan bahwa seseorang tidak mengembangkan infeksi yang bisa menyebar ke orang lain.

Dengan hal itu, masyarakat hendaknya menjaga diri dan patuh akan kebijakan pemerintah untuk ‘stay at home’ dengan melakukan aktivitas-aktivitas menarik.

Dari kisah RA Kartini yang dikenal sebagai sosok kreatif bisa menghasilkan sebuah buku, Kartini milenial juga dapat mencoba menuangkan isi pikiran dan hati selama masa wabah ini dalam bentuk kumpulan tulisan yang dapat diterbitkan menjadi sebuah buku, baik puisi atau narasi cerpen bahkan novel.

Pandemi Corona memberi ketakutan secara emosional tersendiri dan trauma bagi korban kasus. Tentunya, dengan menyempatkan diri untuk rajin menulis akan menguntungkan diri kita.

Menurut sebuah artikel tahun 2005 di jurnal Advance in Psychiatric Treatment, manfaat menulis tulisan ekspresif tidak hanya dialami dalam jangka pendek, tetapi juga dalam jangka panjang.

Menulis ekspresif telah dikaitkan dengan peningkatan suasana hati, kesejahteraan, tingkat stres dan gejala depresi, serta manfaat fisik. Seperti penurunan tekanan darah, dan juga peningkatan fungsi paru-paru dan hati. Sehingga demikian, dapat membantu orang dengan gangguan stres pascatrauma.

Tidak hanya menulis, Kartini Masa Pandemi dapat mengeksplorasi kreativitas di bidang lain. Seperti seni menggambar atau melukis dan membuat lagu dengan tema Covid-19, menjadi hal unik yang patut dicoba untuk mengabadikan momen ini. Bisa juga dengan membuat kerajinan tangan ataupun benda-benda yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Seperti masker dan hand sanitizier yang dapat mendatangkan keuntungan bila dijual di pasaran. Selain itu, melihat maraknya kasus-kasus curanmor napi yang semakin merajalela, dapat menjadi inspirasi mengembangkan jiwa penelitian ilmiah pada Kartini Milenial untuk memberi solusi misalnya dengan menghadirkan sebuah alat anti-maling yang efektif.

Kembalinya Perempuan di Tengah Keluarga

Perempuan memegang peranan penting dalam keluarga dan lingkungan. Perempuan dapat berperan sebagai ibu, istri, dan anak. Semua peran tersebut adalah istimewa. Tidak ada kemuliaan terbesar yang diberikan pada seorang wanita melainkan perannya menjadi seorang Ibu. Peran ibu sangat besar dalam mewujudkan kebahagiaan dan keutuhan keluarga. Sebagai ibu, tugas perempuan yang utama ialah mendidik generasi-generasi baru.

Di tengah wabah Covid-19 ini, sebagian besar perempuan yang bekerja di luar rumah diharuskan untuk Work from Home sehingga dirinya harus kembali ke rumah. Kartini era kini harus lebih smart membagi waktu di tengah kondisi, kapan harus mengurus keluarga dan menyelesaikan tuntutan pekerjaan.

Dua hal yang harus seimbang karena harus dikerjakan secara bersamaan setiap hari selama masa pandemi. Tentu hal ini akan sedikit melelahkan karena bertumpukan. Namun, jangan sampai aktivitas tersebut menjadikan stress yang akan memperburuk imun tubuh. Kartini harus selalu menjadi perempuan tangguh.

Selain itu, Kaum perempuan memiliki literasi keuangan yang baik dan wawasan investasi yang memadai. Menurut OJK, pengetahuan yang baik tentang keuangan menjadi kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat secara makro dan dalam jangka panjang dapat menggerakkan roda perekonomian nasional.

Dengan adanya hal itu, Kartini masa kini dapat menjadi sumber inspirasi dan kreativitas dalam memajukan perekonomian keluarga yang menurun akibat pandemi. Salah satunya dari apa yang bisa mereka hasilkan, dapat mereka jual dan menjadi income tersendiri.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here