Home Pahlawan Jenderal Soedirman Pimpin Langsung Perang Gerilya

Jenderal Soedirman Pimpin Langsung Perang Gerilya

133
0

Oleh Hamzah Afifi

Sejarahone.id – Tanggal 3l Maret 1949, rombongan Jenderal Soedirman berangkat ke Sobo dan bermalam di rumah Lurah. Keesokan harinya pindah lagi ke tempat Kebayan Karsosemito di Sobo, seteIah menilai tempat ini aman. Segala upaya diusahakan agar keberadaan Jenderal Soedirman di desa itu tidak sampai diketahui oleh masyarakat umum. Sejak saat berada di Sobo beliau melanjutkan lagi secara teratur memimpin langsung perang gerilya melawan Belanda.

Di Sobo beliau dapat dengan tenang bekerja dan tidak perlu harus berpindah-pindah Iagi. Bekerja dan mengatur siasat perangnya dengan lebih seksama. Duduk di atas meja kerja sederhana, beliau bekerja dengan tekun. Hilang penderitaan dan rasa sakitnya.

Seperti orang yang baru bangun tidur, beliau lebih terlihat segar dan bersemangat tinggi. Raut mukanya terlihat lebih jernih. Semakin hari semakin pulih kesehatannya. Pikirannya menerawang jauh menembus kabut kelabu dan kemelut yang sedang terjadi di Indonesia saat itu. Politiknya, masyarakatnya, pederitaan serta keadaan ekonomi rakyat dan yang paling utama adalah bagaimana memenangkan peperangan, serta apa yang akan terjadi dikemudian hari atau apa yang beliau lakukan esok hari

Saat Jenderal Soedirman berada di Sobo banyak hal teknis dan psikologis yang harus beliau selesaikan, misalnya saja perselisihan yang terjadi diantara batalyon-batalyon yang berasal dan berlatar belakang dari kesatuan-kesatuan ekstrim kiri dan kanan ataupun TNI murni. Perselisihan ini sampai-sampai menimbulkan korban di antara mereka.

Dengan satu surat dari Jenderal Soedirman akhirnya perselisihan terhenti dan mereka semua dapat dialihkan perhatiannya tuntuk bertempur melawan musuh bersamanya yaitu Belanda. Tidak diragukan beliau memiliki kharisma dan kemampuan diplomasi di dalam menyelesaikan persoalan sengketa yang timbul di antara kesatuan-kesatuan bersenjata.

Lurah Sobo dan seluruh aparatnya memberikan satu arti yang sangat penting dan tersendiri dalam perjuangan Kemerdekaan, khusus bagi keselamatan Panglima Besar Soedirman dan rombongan. Betapa tidak, selama tiga bulan duapuluh delapan hari Lurah Sobo menjamin logistik dan sekaligus bisa merahasiakan keberadaan pimpinan Tertinggi TNI ini.

Jenderal Soedirman bisa istirahat dengan tenang dan juga dapat menjalankan tugasnya dengan baik karena hubungan dengan para komandan lapangan dan panglima atau sebaliknya berjalan dengan teratur dan lancar.

Saat menjalankan gerilya, Jenderal Soedirman harus ditandu dengan berpindah-pindah tempat dan keluar masuk hutan. Menghilang dan menyerang dengan tiba-tiba. Bergerak, menyusup, kemudian muncul secara tiba-tiba. Jenderal Sudirman tidak bisa memimpin secara langsung pasukannya saat berperang karena kondisinya. Ia memimpin lewat pemikiran dan motivasi untuk pasukannya.

Selama bergerilya, para pejuang juga melakukan penyerangan ke pos-pos yang dijaga Belanda atau saat konvoi. Gerilya yang dilakukan pasukan Indonesia merupakan strategi perang untuk memecah konsentrasi pasukan Belanda. Taktik tersebut membuat Belanda bingung dan kewalahan karena melakukan penyerangan tiba-tiba. Cara tersebut membuat pasukan Belanda terpaksa mundur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here