Home Pemberontakan Jangan Lupakan, Kekejian PKI di Berbagai Kota

Jangan Lupakan, Kekejian PKI di Berbagai Kota

38
0

SejarahOne.id – Pada penghujung tahun 1945, tepatnya Oktober, di kota Tegal ada seorang tokoh pemuda Partai Komunis Indonesia di Slawi, Tegal, Jawa Tengah, berjuluk Kutil, telah menyembelih seluruh pejabat pemerintah di sana.

Nama aslinya adalah Sakyani. Kutil ini sangat ditakuti karena pernah memimpin pemberontakan yang gagal di Tegal dan sekitarnya, pada tahun 1926, kemudian dibuang ke Digul. Namun, Kutil bisa lari dari Digul setelah membunuh sipir Belanda dan mencuri kapal.

Kutil juga melakukan penyembelihan besar-besaran di Brebes&Pekalongan. Si Kutil ini mengarak Kardinah (adik kandung R.A. Kartini) keliling kota dgn sgt memalukan. Syukurlah ada yg berhasil menyelamatkan Kardinah, tepat bbrp saat sblm Kutil memutuskan tuk mengeksekusi Kardinah

Kota Lebak, Banten. Kekejian datang dari Ce’Mamat, pimpinan gerombolan PKI dari Lebak yang merencanakan menyusun pemerintahan model Uni Soviet. Gerombolan Ce’Mamat berhasil menculik & menyembelih Bupati Lebak R. Hardiwinangun di Jembatan Sungai Cimancak pada tanggal 9 Des 1945

Di Jakarta, jika melewati Jalan Oto Iskandar Dinata di selatan Kampung Melayu, ingatlah kisah pembunuhan tokoh nasional Oto Iskandar Dinata yang dihabisi secara keji oleh laskar hitam Ubel-Ubel dari PKI, pada Desember 1945.

Di Sumatra Utara, ternyata banyak menyimpan kisah miris. Sebab, PKI juga menumpas habis seluruh keluarga (termasuk anak kecil) Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura, pada Maret 1946, serta merampas harta benda milik kerajaan.

Dalam peristiwa ini, putra mahkota kerajaan Langkat, Amir Hamzah (banyak dikenal sebagai penyair), ikut tertumpas. Tak ada lagi penerus kerajaan Langkat. Di belahan lain Sumatra, yaitu Pematang Siantar, PKI menunjukkan kebrutalannya.

Pada tanggal 14 Mei 1965, PKI melakukan aksi sepihak menguasai secara tidak sah tanah-tanah Negara. Pemuda Rakyat, Barisan Tani Indonesia (BTI), dan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) melakukan penanaman secara liar di areal lahan milik Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) Karet IX Bandar Betsi.

Pembantu Letnan Dua Sudjono yang sedang ditugaskan di perkebunan secara kebetulan menyaksikan perilaku anggota PKI tersebut. Sudjono pun memberi peringatan agar aksi dihentikan. Anggota PKI bukannya pergi, justru berbalik menyerang dan menyiksa Sudjono. Akibatnya, Sudjono tewas dengan kondisi yang amat menyedihkan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here