Home Merdeka Istana Maimun, Perpaduan Arsitektur Timur dan Barat

Istana Maimun, Perpaduan Arsitektur Timur dan Barat

51
0

Oleh: Hamzah Afifi

SEJARAHONE.ID – Istana Maimun atau Istana Maimoon, merupakan istana Sultan Deli yang menjadi objek wisata budaya yang terkenal di kota Medan. Anda dapat dengan mudah mengunjunginya karena lokasinya berada di dekat pusat Kota Medan, tepatnya di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara.

Untuk mencapainya, Anda tinggal memilih untuk naik angkutan umum, taksi, atau kendaraan khas kota ini, bentor alias becak motor. Dibangun pada masa Sultan Kerajaan Deli, Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada tanggal 28 Agusutus 1888, dan selesai pada 18 Mei 1891, bangunan dua lantai ini berdiri di atas tanah seluas 2.772 meter persegi.

Terdiri atas tiga bagian, yaitu bangunan induk tempat singgasana raja, sayap kiri, dan sayap kanan, dengan total seluruhnya 30 buah kamar! Banyak sekali bukan? Pembangunannya saja menghabiskan dana sebesar satu juta gulden Belanda pada saat itu.

Istana ini didominasi warna kuning yang melambangkan kebesaran sultan-sultan Melayu. Bentuk Istana Maimun pun dirancang sangat indah, dengan pengaruh arsitektur Eropa dan Timur Tengah. Bahkan, sebagian material bangunan didatangkan khusus dari Eropa, seperti ubin marmer dan teraso. Saat memasuki ruang tamu atau balairung istana, ada singgasana kuning dengan lampu kristal sebagai penerangannya.

Ini juga yang menjadi bukti autentik, bahwa pengaruh Eropa sangat kuat. Begitu pula dengan perabotan istana, misalnya kursi, lemari, hingga pintu dorong menuju balairung. Ruangan ini digunakan untuk acara penobatan Sultan Deli atau acara adat lainnya.

Sekarang, ruang tamu ini digunakan sebagai tempat sultan menerima sembah bakti dari para pengikut dan kerabat istana pada hari raya agama Islam. Karenanya tak heran, jika ruangan ini termasuk yang terluas di lingkungan Istana Maimun, yaitu seluas 412 meter persegi.

Arsitektur gaya Belanda tampak pada pintu serta jendela yang tinggi dan lebar di seluruh bagian bangunan. Pengaruh Timur Tengah terlihat pada Lengkungan Persia yang berbentuk perahu terbalik, seperti yang banyak dijumpai di kawasan Timur Tengah, Turki, dan India Islam (Moghul).

Arsitek yang mendesain istana memang didatangkan langsung dari negara di benua biru, Italia (dalam versi lain istana ini didesain oleh seorang Belanda bernama Theodore van Erp). Namun, bangunan ini tidak meninggalkan ornamen lokal. Bangunan khas Karo tetap ada di luar ruangan, sesuai dengan asal-usul Sultan Deli I yang menikahi putri Kerajaan Sunggal.

Kesultanan Deli didirikan oleh Panglima Goncah Pahlawan gelar Panglima Deli, seorang keturunan India yang meninggalkan Aceh dan berdiam di Sungai Lalang, Percut tahun 1630. Misinya ketika itu adalah untuk menghentikan sisa perlawanan Kerajaan Haru di Sumatra Timur karena bersaing dengan Kerajaan Aceh dan Malaka.

Selain mengatur pemerintahan (sebagai bagian dari kerajaan Aceh) ia juga menyebarkan agama Islam dan menikahi Beru Surbakti (adik Raja Sunggal), sehingga keturunan Melayu Deli menjadi paduan India dan Karo.

Di dalam komplek istana terdapat sebuah meriam. Dinamakan Meriam Puntung menurut Hikayat puak melayu, meriam itu adalah penjelmaan dari adik Putri Hijau dari Kerajaan Deli Tua bernama Mambang Khayali yang berubah menjadi meriam dalam mempertahankan Istana dari serbuan Raja Aceh yang di tolak pinangannya oleh Putri Hijau.

Akibat larasnya yang cukup panas karena menembak terus menerus, maka akhirnya pecah menjadi dua bagian. Ujung meriam yang merupakan bagian yang satu melayang dan menurut dongeng jatuh di kampung Sukanalu Kecamatan Barus Jahe Tanah Karo, sedangkan bagian yang lain disimpan pada bangunan kecil disisi kanan istana Maimun.

Di obyek wisata Istana Maimun ini tersedia baju adat Melayu Kesultanan Deli yang disewakan. Pengunjung bisa mengenakannya untuk berfoto seperti layaknya bangsawan Melayu jaman dahulu.

Pada saat hari libur Istana Maimun banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara terutama mancanegara dari Malaysia. Istana Maimun menjadi tujuan wisata karena memiliki nilai historis yang sangat tinggi dan sangat penting bagi sejarah perkembangan budaya Melayu di Kota Medan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here