Home Khasanah Islam Masuk Nusantara Sebagai Bagian Khalifah

Islam Masuk Nusantara Sebagai Bagian Khalifah

113
0

SEJARAHONE.ID – Pakar sejarah Islam, Zainal Abidin Ahmad menyatakan bahwa Islam datang ke Indonesia karena dibawa oleh sahabat-sahabat Nabi Muhammad. Sekitar tahun 626, Islam masuk Nusantara dari Aceh menuju Sumatera Barat.

Zainal berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada massa kekhalifahan Generasi Terbaik (Khulafaur Rasyidin).

Jadi, Islam pertama kali masuk ke Indonesia bukan melalui jalur perdagangan dan bukan dalam hal perekonomian.



Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman ﷺ :

وَماَ أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ –

“Dan Kami tidak mengutus engkau melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”. (Qs. AL-Anbiya:107)

Menurut Zainal, Sahabat yang juga menantu Rosul, Ali bin Abi Thalib as., pernah datang dan berdakwah di Garut, Cirebon, Jawa Barat (Tanah Sunda), Indonesia, tahun 625 M. [1]
Kemudian, Ja’far bin Abi Thalib, berdakwah di Jepara, Kerajaan Kalingga, Jawa Tengah (Jawa Dwipa), Indonesia, sekitar tahun 626 M. [2]

Sedangkan, Sa’ad bin Ka’ab, berdakwah di Sumatera Barat, Indonesia, kemudian kembali ke Madinah. Sekitar tahun 626 M. [3]

Perlu diketahui, Sahabat Abdullah bin Mas’ud, berdakwah di Aceh Darussalam dan kembali lagi ke Madinah sekitar tahun 626 M. [4]

Sedangkan ‘Abdurrahman bin Mu’adz bin Jabal, dan putera-puteranya Mahmud dan Isma’il, berdakwah dan wafat dimakamkan di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sekitar tahun 625 M. [5]

Akasyah bin Muhsin Al-Usdi, berdakwah di Palembang, Sumatera Selatan dan sebelum Rasulullah Wafat, ia kembali ke Madinah sekitar tahun 623 M. [6]

Bahkan, Sahabat Rosul yang berasal dari Persia, Salman Al-Farisi, berdakwah Ke Perlak, Aceh Timur dan Kembali Ke Madinah sekitar tahun 626 M. [7]

Islam di Nusantara Bagian Khalifah Ustman

Seperti yg kita ketahui sebelumnya di pelajari di sekolah bahwa Islam datang melalui pedagang gujarat india. Padahal bukan seperti itu.

Ini cara para orientalis, yang disebarkan oleh orientalis terkemuka Belanda, yang pertama kali bernama J. Pijnapel lalu Snouck Hurgronje yang notebene ingin menutupi sejarah bahwa Indonesia adalah bagian pada kekhilafahan Utsman bin affan.Oleh karena itu Indonesia patut diperhitungkan.

Demi mencapai tujuannya itu, ia mempelajari bahasa Arab, mengaku sebagai seorang Muslim, dan bahkan mengawini seorang Muslimah, anak seorang tokoh di zamannya

Sebuah artefak ditemukan* bahwa saat itu di indonesia tepatnya di pulau jawa yaitu *KALINGGA, Jepara.

  • Pada tahun 640-650 M ada sebuah kerajaan yg ratunya adil bernama RATU SIMA dan anaknya bernama RATU JAYISIMA.*l

    Ketika itu ada seorang dari tanah arab yg diutus pada masa Utsman bin Affan dari BANI UMAYYAH. Bani Umayyah adalah kekhalifahan Islam pertama (Muawiyah bin Abu Sofyan) setelah masa Khulafar Rasyidin.

    Lalu singgah di Kalingga-Jepara, kemudian Ratu Sima dan Putrinya masuk Islam dan memerintah dari tahun 646-650 M, dan Islam belum berkembang saat itu, lalu ditandai adanya surat-menyurat atau korespondesi antara Ratu Sima pada masa Bani Umayyah untuk di datangkan guru-guru untuk berdakwah.

    Surat-surat mereka sekarang tersimpan di MUSEUM GRANADA, SPANYOL. Indonesia adalah salah satu sasaran atau tujuan sahabat-sahabat nabi untuk berdakwah.

    Setelah masa kekhalifahan Utsman Bin Affan, lalu Ali bin Abu Thalib & kemudian di gantikan oleh tabi’in UMAR BIN ABDUL AZIZ yg memerintah pada tahun 711M.

    Pada 7 tahun kemudian tepatnya 718 M, Khalifah UMAR BIN ABDUL AZIZ & anaknya ABDUL MALIK telah menginjakkan kaki di Palembang – Sumatra Selatan.

    Pada waktu itu, Palembang dipimpin oleh seorang Raja Sriwijaya yg bernama RAJA SRINDRA VARMA. Ternyata dakwah Umar bin Abdul Aziz membuat Raja tertarik lalu masuk Islam. Terbukti di makamnya tertuliskan kalimat Laillaha ilallah Muhammad Rasulullah.

    Lalu di tandai juga ada surat-menyurat (korespondensi) antara Raja Srindra Varma dengan khalifah Umar bin Abdul Aziz* yg juga untuk meminta didatangkannya para guru untuk berdakwah. Yang kini surat-suratnya di simpan di Museum Oxford, inggris.

    Setelah Rasulullah ﷺ wafat, sahabat-sahabat nabi menyebar ke seluruh penjuru dunia untuk berdakwah profesi mereka yang utama pada waktu itu. Benarlah akan nubuwah Rasulullah ﷺ bersabda :

    “Aku berwasiat kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah dan mendengar serta taat (kepada pemerintahan Islam) walaupun yang memimpin kalian adalah seorang hamba sahaya dari negeri Habasyah.”

*”Berpeganglah kalian dengannya dan gigitlah ia dengan gigi gerahammu serta jauhilah oleh kalian perkara agama yg diada-adakan karena semua yg baru dalam agama adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat.”*
📃 *_(HR Ahmad,Abu Dawud,Tirmidzi,Dzahabi dan Hakim, disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al jami’ no. 2549)_*

Sejak 633 M* *Rasulullah ﷺ: maka khulafaur Rasyidin yg memimpin).
*~Thn 634 M kekhalifahan Abu Bakar = 2 thn*
*~Thn 644 M kekhalifahan Umar Bin Khattab = 10 thn*
X*~Thn 657 M kekhalifahan Utsman Bin Affan = 13 thn*
*~Thn 661 M kekhalifahan Ali Bin Abi Thalib = 5 thn.*
*_Jadi totalnya adalah selama 30 thn._*
Inilah 30 tahun massa khilafah ala manhaj nubuwwah, seperti disebutkan oleh Nabi shallalahu alaihi wa sallam*.

Bahwa kehebatan & keistimewaan Nabi Muhammad ﷺ dalam memimpin strategi dakwah Islam ke seluruh dunia. Dengan mendalami atau memahami sejarah maka Aqidah kita akan lurus dan harus dibarengi dengan akhlakul karimah.

~~~~~~~~~~☆~~~~~~~
*🔹Footnote:*

[1] Sumber: H. Zainal Abidin Ahmad, Ilmu politik Islam V, Sejarah Isapisejarah lam dan Umatnya sampai sekarang, 1979; Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.31; S. Q. Fatini, Islam Comes to Malaysia, Singapura: M. S. R.I., 1963, hal. 39)

[2] Sumber: Habib Bahruddin CV), 1929, h.33)

[3] Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.35

[4] Sumber: G. E. Gerini, Futher India and Indo-Malay archipelago

[5] Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.38

[6] Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.39; Pangeran Gajahnata, Sejarah Islam Pertama Di Palembang, 1986; R.M. Akib, Islam Pertama di Palembang, 1929; T. W. Arnold, The Preaching of Islam, 1968.

[7] Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.39.

🔘 Asy-Syaikh As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh (Syekh Mufti Kesultanan Palembang Darussalam)

🔘 Prof. Dr. HAMKA; Dari Perbendaharaan Lama; Pustaka Panjimas; cet. III; Jakarta;

Sumber: Muamalah Santri

Catatan ;
Ada yang tau bagaimana cara berdakwah para sahabat nabi saw itu?

TULISKAN PENDAPAT KAMU?

Please enter your comment!
Please enter your name here