Home Merdeka Isi Pidato Bung Tomo yang Mampu Membakar Semangat Pemuda

Isi Pidato Bung Tomo yang Mampu Membakar Semangat Pemuda

254
0

SEJARAHONE.ID – Salah satu tokoh penting dalam pertempuran Surabaya atau pertempuran 10 November 1945 adalah Sutomo alias Bung Tomo. Tanggal pertempuran tersebut kemudian diperingati sebagai hari pahlawan.

Bung Tomo dikenal sebagai penggerak arek-arek Surboyo untuk maju melawan tentara Sekutu. Pidatonya yang berapi-api mampu membangkitkan semangat pemuda kala itu. Radio adalah media yang dipakai untuk menyiarkan pidato Bung Tomo dan didengar oleh arek-arek Suroboyo.

Semangat mereka pun bangkit dan mau berada di garis terdepan mempertahankan kemerdekaan. Belanda yang datang kembali bersama tentara Inggris membuat pemuda kala itu terusik. Apalagi mereka ingin kembali menjajah Indonesia.

Kemarahan memuncak, ketika bendera Belanda berkibar di Hotel Yamato. Insiden perobekan bendera, kematian Jenderal Mallaby, pimpinan pasukan Inggris, dan berakhir dengan pertempuran antara pasukan Indonesia melawan tentara Sekutu.

Pidato Bung Tomo membakar semangat juang pemuda untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Pidato tersebut sangat heroik dan membangkitkan semangat.

Berikut ini isi lengkap pidato Bung Tomo yang heroik.

“Bismillahirrohmanirrohim.

Merdeka!!

Saudara-saudara, kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris itu.

Dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya ini ingin mendengarken jawaban rakyat Indonesia. Ingin mendengarken jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, dengarkanlah ini, tentara Inggris. Ini jawaban kita.

Ini jawaban rakyat Surabaya. Ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian:

“Hai, tentara Inggris, kau mengendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu. Kamu menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu.

Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kami rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu. Untuk itu, sekalipun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada.

Tetapi inilah jawaban kita:

“Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga.

Kita tunjukken bahwa kita ini benar-benar orang-orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita saudara-saudara, lebih baik hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap “Merdeka atau Mati”. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!! Merdeka!!” ***

TULISKAN PENDAPAT KAMU?

Please enter your comment!
Please enter your name here