Home Merdeka Ir Soetami, Menteri Kesayangan Dua Presiden RI Yang Hidup Miskin

Ir Soetami, Menteri Kesayangan Dua Presiden RI Yang Hidup Miskin

548
0

Oleh Hamzah Afifi

SejarahOne.id – Saat ini untuk menemukan sosok menteri sederhana yang hidup miskin dan pernah di vonis menderita kekurangan gizi sekaligus kesayangan Presiden RI pertama, Ir Soekarno dan Presiden RI kedua, HM Soeharto. Dialah Ir Soetami. Beliau kekurangan gizi bukan karena sulit mencari uang, tapi karena dirinya tak mau memakan uang haram dari hasil kerjanya.

Selain kejujuran, beliau adalah seorang Menteri yang total dalam bekerja. Soetami rela berjalan kaki berjam-jam untuk meninjau proyek Negara yang terletak di wilayah terpencil. Jika anak buah sukses menyelesaikan tugas, ia tak segan memberikan ucapan terimakasih dengan cara memeluk bahkan menggendongnya. Itulah sosok Soetami.

Soetami lahir di Kota Solo (Surakarta) Provinsi Jawa Tengah pada 19 Oktober 1928. Gelar Insinyur (Ir) di dapat beliau dari Institut Teknlogi Bandung (ITB). Tahun 1964 Presiden sokerno mengangkatnya sebagai Menteri Negara Kordinator Pekerjaan Umum, jabatan ini terus berlanjut hingga tahun 1968.

Saat Soekarno lengser dari Jabatan Presiden dan digantikan Presiden Soeharto, nama Soetami tetaplah harum. Lalu, Presiden Soeharto mengangkat dirinya kembali menjadi Mentri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik pada tahun 1968 hingga berakhir pada tahun 1978.

Di zaman itu, sulit sekali bagi seorang Mentri yang pernah duduk dalam kabinet Soekarno diangkat kembali menjadi menteri pada era Presiden Soeharto. Pertimbangan pengangkatan Ir Soetami dalam “Kabinet Orde Baru” ini dilandasi nama baik Soetami sebagai seorang Menteri yang menjauhi politik. Soetami bukan orang politik tapi dari kalangan professional yang hanya ingin membangun bangsanya dengan kerja keras tampa pamrih.

Tahun 1980, tepat dua tahun setelah beliau tidak lagi mengemban jabatan menteri karena udzur dan sakit-sakitan, akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada 13 November 1980. Saat menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum, Indonesia menjadi Negara dengan pembangunan yang agresif, mampu membangun Jalan Umum, Tol, Jembatan, Pembangkit Listrik dengan mulus.

Bahkan, percepatan dari proyek-proyek yang dibangunnya itu terbilang cepat dan terarah di zamannya. Atas kinerja Soetami itu, Presiden Soeharto dikenal dengan sebutan “Bapak Pembangunan Indonesia”. Anugerah sebagai Bapak Pembangunan tak lepas dari jasa Ir Soetami.

Meskipun Soetami menjabat sebagai Menteri yang menangani proyek-proyek Negara bernilai Milyaran bahkan Triliuanan rupiah, namun Soetami tetaplah sederhana, bahkan rumahnya dikisahkan sering bocor, nunggak bayar listrik dan kisah-kisah menyedihkan lainnya.

Sebenarnya Soetami cukup untuk membayai hidup diri dan keluarganya bahkan untuk sekedar berfoya-foya dari penghasilannya sebagai Menteri, tapi hal itu tidak dilakukannya. Bahkan, sebagian besar gajinya disisihkan untuk perjalanan meninjau proyek-proyek yang ia bangun.

Dirinya tak menggunakan uang Negara untuk blusukan, inilah sebabnya kenapa beliau dikisahkan sering kehabisan uang bahkan untuk membenahi atap rumahnya yang bocor pun terkadang kewalahan. Sementara disisi lain ia menolak menerima uang-uang yang tidak jelas asal-usulnya.

Ketulusan pengambidan Soetami dalam membangun Indonesia belakangan menuai pujian dari berbagai pihak, terutama dari kawan-kawan seperjuangan, Rakyat Indonesia bahkan Negara. Soetami banyak digelari penghargaan dari pemerintah, fotonya pun bahkan terpangpang dalam perangko Republik Indonesia yang dikeluarkan pada tahun 2003.

Semoga teladan yang dicontohkan Ir Soteami bisa ditiru oleh menteri-menteri lainnya saat ini, sehingga Indonesia menjadi Negara yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here