Home Khasanah Hidayat Nur Wahid: Umat Islam Berperan Besar dalam Kemerdekaan

Hidayat Nur Wahid: Umat Islam Berperan Besar dalam Kemerdekaan

24
0

SEJARAHONE.ID – Umat Islam berperan besar dalam kemerdekaan Indonesia. Peran umat Islam bagi kemerdekaan, diantaranya adalah dalam buku sejarah terdapat banyak tokoh Muslim yang turun langsung memperjuangkan kemerdekaan.

“Indonesia tidak mungkin terjadi tanpa perjuangan umat Islam,” kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid.

10 Pahlawan Santri

Pejuang Santri Nasional

 

Peranan umat Islam dalam perjuangan kemerdekaan, katanya, juga telah diakui oleh para panglima TNI yang berjuang bersama dalam memerdekakan Indonesia. Karena itu, ia meminta generasi muda Muslim tidak melupakan sejarah, khususnya peran umat Muslim di Indonesia.

Pada kesempatan itu, ia mencontohkan salah satu tokoh Muslim yang turun langsung dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, yakni Panglima Besar Jenderal Sudirman. Ia mengatakan, Jenderal Sudirman merupakan pahlawan yang memiliki dua peran sekaligus, yakni sebagai seorang kiai serta pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sebagai Panglima TNI, Jenderal Sudirman tentu sangat diincar Belanda yang memiliki banyak mata-mata. Namun, lanjut Hidayat, Jenderal Sudirman mampu menjalankan tugasnya dengan baik, bahkan mungkin menjadi satu-satunya panglima TNI yang tidak mampu ditangkap oleh pihak Belanda.

Hidayat mengungkapkan, ada tiga hal mulia yang dilakukan Jenderal Sudirman pada masa hidupnya. Pertama, ia senantiasa menjaga diri dalam keadaan suci dengan cara menjaga wudhu. Jenderal Sudirman juga selalu berusaha shalat di awal waktu serta selalu berbakti kepada orang tua.

Tiga hal itu, menurut Hidayat, merupakan hal-hal baik yang diajarkan Islam dan terbukti dapat dirasakan manfaatnya oleh orang yang melaksanakannya. ”Itu betul-betul rahasia Jenderal Sudirman sehingga ia senantiasa dijaga Allah SWT,” ujar Hidayat.

Selain peran Jenderal Sudirman, menurut Hidayat, masih banyak peran umat Islam yang lain dalam perjuangan kemerdekaan. Salah satunya, ketika umat Islam bersedia bersikap legawa dalam penghapusan tujuh kata di Piagam Jakarta yang merupakan salah satu bukti eksistensi Islam sebagai dasar negara.

“Karena kenegarawanan dari umat Islam yang menerima kondisi pelik itu, Indonesia ada,” ujar Hidayat.

Sependapat dengan Hidayat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyidin Junaidi juga mengakui peran besar umat Islam dalam kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, tidak terhitung lagi para syuhada yang mengorbankan jiwa dan raga dalam perjuangan kemerdekaan, baik perjuangan melalui peperangan bersenjata maupun peperangan intelektual.

“Yang jelas, Indonesia merdeka karena kontribusi umat Islam yang sangat besar. Itu tidak bisa dinafikan,” ujarnya kepada Republika, Senin (22/2).

Pengorbanan itu, lanjut Muhyidin, telah mengantarkan seluruh manusia di bumi Indonesia dapat merasakan kemerdekaan. Namun ia menyayangkan, peranan besar tersebut belum dapat dirasakan timbal baliknya bagi umat Islam sendiri.

Ia melihat, pendidikan umat Islam di Indonesia masih tertinggal sehingga sulit bersaing dengan kalangan non-Muslim. ”Belum lagi konspirasi besar yang membuahkan kerja sama untuk menguasai sektor industri dan ekonomi secara nasional sehingga menjatuhkan usaha-usaha umat Islam.”

Karena itu, Muhyidin mengimbau umat Islam yang selama ini sudah sangat toleran untuk bahu-membahu memperkuat sektor ekonomi umat Islam. Langkah itu perlu dilakukan agar perekonomian yang dibangun umat Islam tidak berguguran melainkan memiliki daya saing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here