Home Pahlawan Halim Perdanakusuma, Bapak Penerbang AURI TNI AU

Halim Perdanakusuma, Bapak Penerbang AURI TNI AU

153
0

Oleh Hamzah Afifi

SejarahOne.id – Abdul Halim Perdanakusuma lahir di Sampang pada 18 November 1922 dan merupakan Pahlawan Nasional. Ia mengawali pendidikannya ketika memasuki Hollandsch Inlandsche School (HIS) di Sumenep pada 1928 dan menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1935. Halim Perdanakusuma meninggal di Malaysia pada 14 Desember 1947 di usia 25 tahun ketika menjalankan tugas semasa perang Indonesia – Belanda di Sumatera.

Saat itu, Halim Perdanakusuma ditugaskan membeli dan mengangkut perlengkapan senjata menggunakan pesawat terbang Thailand. Setelah selesai dari HIS, Halim Perdanakusuma melanjutkan sekolah ke Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs (MULO) di Surabaya. Pada 1938, beliau menyelesaikan pendidikan dari MULO.

Ayah Halim Perdanakusuma sudah mengarahkannya untuk menjadi pamongpraja. Karena arahan dari sang ayah inilah, ketika lulus dari MULO, Halim Perdanakusuma melanjutkan pendidikan ke Mideelbaar Opleiding School Voo Inlandsche Ambtenaren (MOSVIA) sebuah Sekolah Pendidikan untuk Pegawai Pangrehpraja Hindia di Magelang.

Pada akhir tahun 1939 saat Eropa pecah karena Perang Dunia II, pada bulan Mei 1940 negeri Belanda kemudian diduduki oleh Jerman. Pemerintah Hindia Belanda mengumumkan jika kemungkinan perang menjalar ke wilayah ini. Saat itu, Halim Perdanakusuma masih tingkat II di MOSVIA. Angkatan Laut Hindia Belanda menentukan tempat pendidikan untuk Halim Perdanakusuma yakni pendidikan opsir torpedo di Surabaya.

Namun, pendidikan ini tidak diselesaikan oleh Halim Perdanakusuma, karena pada saat itu akhir tahun 1941 Jepang menjamah wilayah Pasifik. Pada 8 Desember 1941 Jepang berhasil menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika, kemudian Jepang mengarahkan ancaman ke Indonesia. Indonesia dikenal sebagai wilayah yang memiliki bahan mentah untuk keperluan perang.

Angkatan perang Hindia Belanda tidak sanggup menandingi angkatan perang Jepang. Kemudian pada 8 Maret 1942 Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda menyerah tanpa syarat di Kalijati, Jawa Barat. Sebelum penyerahan tanpa syarat, Halim Perdanakusuma beserta teman-teman pendidikannya dipindah ke Amerika Serikat.

Di Amerika serikat, Halim Perdanakusuma memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan militernya. Halim Perdanakusuma mengikuti pendidikan di Royal Canadian Air Forces sebagai peninjau. Ketika perang berakhir, Halim Perdanakusuma kembali ke Indonesia dan menemui sebuah negara baru yang dipimpin oleh bangsanya sendiri.

Tetapi pada saat itu pemerintahan menghadapi sebuah tantangan yang berasal dari luar yang ingin kembali mendirikan kekuasaan yang lama. Oleh karena itu S. Suryadarma mengajak Halim Perdanakusuma untuk turut membantu tenaganya membentuk kekuatan udara.

Semasa perang ketika mempertahankan kemerdekaan Indonesia melawan penjajah Belanda, Halim Perdanakusuma dan Marsma Iswahyudi mendapat tugas untuk membeli perlengkapan senjata di Thailand. Halim Perdanakusuma dan Marsma Iswahyudi berangkat menggunakan pesawat jenis Anderson.

Dalam perjalanan pulang dari Thailand, pesawat yang dibawa oleh Halim Perdanakusuma dan Marsma Iswahyudi jatuh. Bangkai Pesawat pada saat itu ditemukan di sebuah hutan yang berdekatan dengan Kota Lumut Malaysia. Pada saat itu nama Malaysia masih menjadi Uni Malaysia. Jasad Halim Perdanakusuma ditemukan oleh tim penyelamat namun jasad dari Marsma Iswahyudi tidak ditemukan hingga sekarang.

Jasad Halim Perdanakusuma pernah dimakamkan di kampung Gunung Mesah, tidak jauh dari Malaysia, namun beberapa tahun kemudian jasad Halim Perdanakusuma dipindah ke Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta. Halim Perdanakusuma diberi gelar Pahlawan Nasional RI dengan SK Presiden No 063/TK/1975.

Guna mengabdikan nama Halim Perdanakusuma pada 9 Agustus 1952, pangkalan udara Cililitan dirubah namanya menjadi pangkalan udara Halim Perdanakusuma. Pada 15 Februari 1961, Halim Perdanakusuma mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra tingkat IV. Pemerintah juga mengabadikan nama Halim Perdanakusuma pada kapal perang KRI Abdul Halim Perdanakusuma.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here