Home Merdeka Haji Agus Salim, Grand Old Man of Republic

Haji Agus Salim, Grand Old Man of Republic

189
0

sejarahone.id – Tokoh yang mendapat julukan Grand Old Man of The Republic ini, bukan saja telah ikut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, tetapi mengawal dan mengisi kemerdekaan itu dengan langkah sikap-sikap keteladanan yang luar biasa. Langkah dan sikapnya adalah pelajaran berharga bagi siapapun pemimpin yang ingin mendedikasikan dirinya bagi masyarakat, bangsa dan negara ini.

Haji Agus Salim, Diplomat yang Melarat - Historia

Kecerdasan dan jejak-jejak intelektual Haji Agus Salim tersebar dalam bidang pemikiran Islam, pendidikan, sosial, politik, dan diplomasi. Aktivitas dan kepemimpinan politik selama periode puncak kehebatan Sarekat Islam –Partai Sarekat Islam, bisa menjadi cermin, bagaimana memimpin dan mengelola partai besar dengan segala intrik dan perbedaan pandangan yang menjurus ke konflik. Dan, sejarah mencatat, dia mampu mengatasinya dengan bijak.

Bayangkanlah, apakah yang akan dikatakan Agus Salim ketika ia berhadapan dengan dilema, yang akhirnya menentukan ia memilih politik ko-operosi, bahwa strategi partai-partai yang “bekerja sama” itu sama sekali tidak mendapat tanggapan apa•apa dari pemerintah kolonial?

Dan, ketika radio Bandung mengakhiri siarannya yang terakhir, karena kedatangan tentara Jepang, sang penyiar dengan nada sendu berkata, “Vaanvel, tot betere tidjen:Tetapi waktu yang lebih baik itu tak akan pernah kembali.

Periode akhir dari “zaman Kolonial” adalah saat “bertepuk sebelah tangan” dan ketika hasrat kerja sama anakjajahan dianggap sebagai permintaan anak keed yang tak perlu diladeni. Mestikah diherankan, kalau kemudian, di tahun 1945 Belanda yang ingin kembali, harus menemukan kenyataan bahwa “tempo doeloe” tak akan kembali lagi. 7.aman :normar pun telah berakhir selama-lamanya.

Dalam sejarah Indonesia ia dikenang sebagai pemikir Islam, tokoh pergerakan; dan, barangkali yang akan selalu melekat pada dirinya sepanjang sejarah sebagai “Grand Old Man of the Republic: karena perannya dalam sejarah Revolusi kemerdekaan (1945-1949).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here