Home Khasanah Hagia Sophia Bangunan Tua Bersejarah di Istanbul Turki

Hagia Sophia Bangunan Tua Bersejarah di Istanbul Turki

152
0

SejarahOne.id – Masjid yang memiliki nama “Hagia Sophia” ini terletak di Sultan Ahmet Mahallesi, Ayasofya Meydani, Istanbul, Turki. Hagia Shopia atau juga disebut dengan Aya Sofia adalah sebuah bangunan tua yang berumur hampir 5 abad dan memiliki sejarah yang panjang.

Bangunan Hagia Sophia merupakan bangunan yang sangat penting, karena memang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, arsitektural yang memukau, serta keagungan yang terlihat dari seni bangunan seperti Dome.

Hagia Sophia memang sebuah nama yang sering digunakan untuk sebuah bangunan tua, namun nama terssebut ternyata sangat identik dengan Kota Istanbul turki, karena memang Hagia Shopia di Istanbul sudah berumur hampir 500 tahun.

Hagia Shopia saat ini difungsikan sebagai museum saja, awal diberlakukannya sebagai museum adalah pada tahun 1935. Sebelumnya, fungsi bangunan tua Hagia Sofia adalah sebagai tempat beribadah umat muslim.

Perubahan fungsi tersebut dimulai pada saat runtuhnya Emperium Usmaniyah dan digantikan dengan Republik Turki yang dibangun oleh Mustafa Kemal Pasha, atau biasa dikenal dengan Attaturk.

Kota Istanbul pada zaman dahulu merupakan salah satu kota terpenting dunia, karena letaknya di garis batas benua Eropa dan Asia. Sehingga kedua peradaban tersebut sering keluar masuk dari kota Istanbul, apalagi kota Istanbul juga pernah berjaya dan hancur pada abad yang sama. Banyak sekali peninggalan-peninggalan bersejarah yang ada di ko Istanbul, termasuk masjid Hagia Sophia.

Sebelum digunakan sebagai masjid, bangunan Hagia Sophia sebelumnya menjadi Gereja Terbesar yang pernah dibangun oleh Dinasti Romawi Timur di Konstantinopel, dan pernah tiga kali dibangun pada lokasi yang sama.

Gereja pertama dibangun oleh Kaisar Konstantios (337-361) pada tahun 360, kemudian Gereja kedua dibangun pada masa kekaisaran Theodosios II (408 – 450), kemudian pembangunan yang terakhir dibangun oleh Isidoros (Milet) dan Anthemios (Tralles) atas perintah dari Kaisar Justinianos (525-565). Bangunan ini dibangun di tempat yang sama, karena sebelumnya memang hancur akibat peperangan yang terjadi.

Kemudian pembangunan terakhir dilakukan oleh Muhamad Al-Fatih, tepatnya pada tanggal 23 Maret 1453, setelah berhasil menaklukkan Konstantinopel. Akhirnya nama Konstantinopel diganti dengan Istanbul, kemudian melakukan perbaikan perbaikan bekas tempat peribadatan umat lain di wilayah tersebut, termasuk masjid Hagia Sophia.

Renovasi dilakukan dengan memperbaiki eksterior dan interior bangunan agar lebih mirip dengan Masjid. Lalu menambahkan empat menara di Masjid Hagia Sophia ini atas rancang bangun dari Mimar Sinan.

Namun pembangunan menara tersebut tidak serentak dilakukan pada satu masa saja, pada masa Al-Fatih dibangun sebuah menara di sisi selatan, kemudian pada masa Sultan Salim II, dibangun di timur laut. Lalu pada masa Sultan Murat III dibangun dua menara sekaligus, pada sisi utara dan barat laut.

Kemudian mengganti semua ornamen yang berbau kristen dengan ornamen islam, seperti pada puncak kubah yang semula ornamennya berbentk salib, menjadi ornamen bulan sabit.

Pada saat runtuhnya Emperium Usmaniyah, dan dirubah menjadi Republik Turki dibawah kepemimpinan Mustafa Kemal Attarturk, Hagia Sophia kemudian dialihfungsikan menjadi Museum pada tanggal 1 Februari 1935, dan sejak saat itu seluruh aktifitas muslim terhenti di Hagia Sophia.

Upaya mengembalikan fungsi Hagia Sophia sebagai masjid baru-baru ini dilakukan oleh Presiden Erdogan, tepatnya pada tahun 2013. Namun respon yang buruk datang dari beberapa warga turki yang tetap menolak keputusan tersebut.

Akhirnya pada tahun 2016, Hagia Sophia kembali diizinkan menjadi tempat beribadah umat muslim selama bulan suci Ramadhan saja. Setelah Ramadhan selesai, Hagia Sophia difungsikan kembali sebagai Museum.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here